Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 82


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tiga hari berselang, Adam sama sekali tak datang ke Ayunda atau pulang ke Diana. Ia benar-benar sibuk dengan tugas kuliah dan bisnis haramnya.


Tak ada yang ia lakukan kecuali ke kampus dan ke markas lalu pulang ke apartemen untuk beristirahat, bahkan Adam hanya sesekali menghubungi sang kekasih untuk sekedar menanyakan kabarnya.


"Aku pulang minggu depan, minggu ini aku gak bisa bolos kuliah. Gak apa-apa, kan?" ujar Adam saat berbicara dengan Diana lewat sambungan telepon.


"Tak apa, aku akan menunggumu pulang, asal kamu bisa menjaga dirimu jangan sampai sakit karna telat makan sesibuk apapaun itu" pesan Diana, ia berusaha sebisa mungkin menyembunyikan rasa kecewanya karna bagaimana pun juga hatinya tetap terselip rasa cemburu dan khawatir apalgi kini ia tak punya apapun untuk di banggakan sebagai wanita.


"Baik, sayang. Aku mencintaimu"


Adam mengakhiri teleponnya karna malam semakin larut, ia ingin Diana cepat beristirahat begitupun dengan dirinya.


Namun, baru saja ia letakan ponselnya, benda pipih itu malah kembali bergetar. Ada nama sang istri di layar gawai yang kini ia genggam.


Ada apa sih?!


Adam menekan icon hijau untuk mengangkat panggilan dari Ayunda.

__ADS_1


"Hallo" sapa Adam malas karna kantuk dan lelah.


"Sayang, aku sakit. Bisa kamu pulang?" pinta Ayunda dengan suara pelan sampai Adam harus mengernyitkan dahinya.


"Sakit apa?" tanya Adam.


"Entah, badanku panas tapi dingin kepalaku juga sakit. Aku mau kamu menemaniku, Dam. Aku tak enak hati pada mama" ujar Ayunda memberi alasan yang menurut Adam sedikit masuk akal karna bagaimana pun Ayunda tak pernah datang ke rumahnya dan tak terlalu dekat juga dengan keluarganya termasuk mama meski mama begitu baik dan perhatian.


" Baiklah, aku datang " jawab Adam saat mendengar suara sang istri begitu lemas dan bersin berkali-kali.


Tak ingin banyak bicara dan tentunya ingin mempersingkat waktu, Adam langsung mengakhir b;panggilan teleponnya, ia bergegas kembali ke rumah Biantara menemui Ayunda yang sedang sakit, sebagai suami ia masih tau diri dengan perannya meski tak cinta tapi Adam masih paham tanggung jawabnya.


.


.


Cek lek..


Ayunda dan Adam saling bertemu pandang saat pintu kamar di buka, Ada senyum tersungging di bibir ranum gadis ber piyama dress selutut itu saat suaminya berjalan menghampiri nya yang terbaring di atas ranjang dengan selimut sebatas pinggang.

__ADS_1


"Masih pusing?" tanya Adam Seraya menyentuh kening istrinya yang memang terasa hangat.


"Enggak, aku udah minum obat" sahut Ayunda sambil melirik kearah nakas yang di atasnya ada nampan berisi segelas air putih dan beberapa obat.


"Udah ada dokter kesini?"


Ayunda menggelengkan kepalanya pelan.


"Mama yang kasih obat obatan itu, ke rumah sakitnya besok pagi kalau keadaanku tak kunjung membaik" jawab Ayunda sambil tersenyum, gadis itu masih terlihat cantik meski wajahnya nampak putih pucat.


"Ya sudah, kamu istrirahat. Aku mau ganti baju dulu"


Adam membenarkan selimut Ayunda sebelum ia beranjak ke kamar mandi untuk menggantikan pakaiannya, ia akan berniat menginap satu malam menemani sang istri hingga esok pagi sebelum berangkat kuliah.


.


.


.

__ADS_1


.


"Malam ini aku ingin tidur dalam pelukanmu ya"


__ADS_2