
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Adam yang kembali ke kota mulai menyelesaikan semua urusannya termasuk bertemu dengan kedua orang tuanya.
Mama yang kebetulan ada di di ruang tengah langsung menyambut putra keduanya dengan pelukan hangat , hal langka yang terjadi dalam empat tahun belakangan ini.
"Bagaimana dengan Ayunda? Apa ia baik baik saja. Mama harap kalian bisa mendapat penggantinya dengan cepat" ucap mama.
Adam hanya tersenyum kecil, kebohongan tentang kehamilan Ayunda harus di timpah dengan kebohongan yang lain yaitu kabar kegugurannya. Gadis itu langsung panik saat mama dan papa datang secara mendadak dan melihat perutnya tak kunjung membesar, drama baru pun kembali di layangkan Ayunda dan kedua orang tuanya saat itu juga.
"Semoga, Mah" jawabnya malas menanggapi.
Adam masuk kedalam kamarnya dilantai dua untuk mengambil beberapa barangnya, Ia akan tinggal di salah satu apartemen dekat kampus untuk memudahkan segala urusannya.
Ayunda dan Tuan Jammy mengizinkan Adam kembali meneruskan pendidikannya yang tinggal sebentar lagi, begitu pun dengan Ayunda. Dalam beberapa waktu ini pasangan suami istri itu akan berpisah jarak yang lumayan jauh.
__ADS_1
"Aku takkan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memperbaiaki hubunganku bersama Diana, jika Ayunda semakin jatuh dalam pelukanku tentu itu akan mudah bagiku terus mengelabuinya. Gadis itu tak hanya bodoh tapi juga buta akan cinta, caranya yang licik hanya mengandalkan kekuasaan orangtua dengan ancaman" gumam Adam dalam kamarnya sendiri.
Ia kembali pergi keluar rumah setelah berpamitan dengan Mama, andai saja wanita itu tak begitu sibuk dengan kegiatan sosialitanya tentu mama akan menjadi ibu kebanggan bagi Adam, kesibukannya itulah yang menjadikan Bagas terus menghasutnya karna mama tak pernah tau apa apa tentang kedua putranya itu di luar, ia akan memakan bulat bulat semua ucapan Bagas tanpa memberi kesempatan Adam membela dirinya atau sekedar mengelak.
*******
"Kita akan tinggal disini bersama?" tanya Reno saat sampai di apartemen milik Tuannya.
"Tentu, ada tiga kamar, kamu bisa pilih salah satunya" jawab Adam yang terlihat begitu lelah lalu masuk kedalam kamar yang terlihat lebih besar dari yang lainnya.
"Baiklah, Tuan"
Adam merogoh ponselnya, sejak kepulangannya semalam ia berjanji akan menjadi kekasih yang dulu pernah hilang, ia tak akan mengabaikan Diana lagi jika memiliki waktu senggang atau sedang tak bersama Ayunda karna hubungannya itu akan tetap ia sembunyikan agar ketenanangan dan kenyaman Diana tak pernah di usik oleh istri dan mertuanya yang tak kan segan segan mengambil nyawa kekasihnya itu.
Nada tunggu yang ia dengar sungguh menguji kesabaran Adam yang kesal karna Diana tak kunjung mengangkat teleponnya meski sudah enam kali ia mencoba menghubungi.
__ADS_1
"Kamu kemana sih, Dee?" rutuk Adam kesal.
Adam terus mengulangnya sampai berkali kali tapi hasilnya tetap sama, tak sekalipun gadis kesayangannya itu mengangkat panggilannya sampai rasanya ia ingin melempar benda pipih itu ke cermin lemarinya.
"Hallo" jawab Diana, suaranya terdengar begitu ragu dan pelan.
"Hallo, sayang. Kamu gak apa-apa, kan? kenapa lama sekali mengangkat telepon ku, aku hampir gila menunggumu"ujar Adam kesal bercampur lega.
"Maaf, aku tak tahu jika ini kamu, aku tak pernah mengangkat telepon dari nomer yang tak ku kenal sesuai pesanmu selama ini" jawab Diana yang langusng membuat kedua pipi Adam merah merona.
.
.
.
__ADS_1
.
"Sayang, aku benar benar ingin menciummu saat ini"