Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 89


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


" Dee, maukah kamu menikah denganku?" ucap Adam begitu serius, matanya teduh dengan. segaris senyum yang tersungging di ujung bibirnya.


"Menikah?"


"Ya, menikah lah denganku, Dee" ulang Adam sambil meraih tangan lentik kekasihnya.


"Baru berapa jam kamu lulus kuliah, Sayang" kekeh Diana. Adam menepati janjinya untuk melamar Diana saat kuliahnya selesai dan itu membuat Gadis cantik bergaun putih itu senang bukan kepalang.


"Selama ini aku hidup dari keluarganmu, bekerjalah dulu untuk masa depan kita" jawab Diana pelan.


"Kamu tak percaya padaku? aku tak mungkin menelantarkan mu, Sayang"


Adam yang tak pernah bercerita bagaimana keluarganya selama ini tentu membuat Diana berpikir jika kekasihnya itu menghidupinya dari uang saku yang Kedua orang tua Adam berikan karna ia pun tahu jika Adam memang berasal dari kalangan kaya raya di Ibu kota.


"Aku ingin memiliki suami TAMPAN dan MAPAN"

__ADS_1


"Alasan!" cibir Adam yang membuat Diana tertawa gemas melihat pria yang begitu tampan dengan stelan jasnya sedang merengut kesal.


"Mau nikah gak?" tanya Adam lagi, sesi romantisnya buyar saat Diana semakin menggodanya.


"Nikah gak nikah juga sama saja, kamu tetap pulang padaku, iya kan?" Diana berucap dengan sedikit mencondongkan tubuhnya sampai belahan dadanya yang begitu menantang terekspos jelas di mata Adam.


"Aku ingin menikah dan memiliki anak yang Sah denganmu, Dee" pinta Adam, setelah Ayunda hamil ia semakin memikirkan masa depan hubungannya dengan Diana. Ia ingin memiliki istri yang mengandung hasil buah cinta yang sesungguhnya.


"Anakmu darinya saja belum lahir, sudah meminta anak dariku. Jangan terlalu serakah, Dam. Jalani saja rumah tangga mu sewajarnya, jangan pikirkan aku" tukas Diana, sikapnya yang selalu santai dan cenderung cuek kadang membuat Adam jengah juga semakin takut kehilangannya.


"Apa kamu masih mencintaiku?"


"Sudah bukan saatnya cintaku sekedar kata-kata, aku sudah bertahan dan menerimamu apa adanya saja ku rasa itu lebih dari sekedar cinta" sahut Diana. Keadaaan dan masalah yang bertubi-tubi seakan memaksanya untuk dewasa.


"Disini hanya ada aku dan kamu, kita sepakat untuk tidak membahas DIA saat bersama sudah cukup membuat ku bahagia. Aku tak butuh yang lain" ujar Diana lagi, ia lebih memilih menghindar dengan cara tetap fokus pada hubungannya saja.


"Jika aku menikah denganmu, bukankah orang orang aku akan menganggapku sebagai PEREBUT SUAMI ORANG meski kenyataannya Dia lah yang masuk secara tiba tiba dalam hubungan kita. Aku tak sanggup di kecam seperti itu. Aku sudah nyaman seperti ini."

__ADS_1


"Dee, kita butuh status jelas. Abaikan semua ucapan orang!" Tegas Adam meyakinkan.


"Kamu ikut denganku ke kota, aku tak ingin kita berpisah terus terusan seperti ini. Aku ingin kamu di sampingku kita lewati semua bersama"


"Bagaimana jika istrimu tahu bahwa kita tinggal bersama? Aku yakin kamu akan semakin lupa datang padanya" Diana kembali menggoda sambil terkekeh.


"Kenapa kamu jadi keras kepala begini?" timpal Adam semakin kesal.


"Pakaikan cincinnya, aku anggap ini hadiah darimu, ok"


"Hey! aku sedang melamarmu, Dee" Adam menyilangkan tanganya di depan dada dengan eksepsi wajah dingin sulit di artikan.


.


.


.

__ADS_1


.


Sudah sedari dulu aku hanya menjadi pemuas di ranjang mu, jadi jangan meminta lebih untuk menikahiku karna aku tak ingin berurusan dengan ISTRIMU!!!


__ADS_2