
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ayunda hamil, Dee" ujar Adam masih menunduk, Diana merasakan tangan kekasihnya itu begitu dingin.
"Maaf, aku minta maaf karna membuatmu kecewa"
Diana menghela napas panjang, ia tarik tubuh Adam kedalam pelukannya karna ia tahu Adam hanya butuh itu saat ini untuk membuatnya sedikit tenang. .
"Untuk apa meminta maaf padaku? dia meminta dan kamu memberikannya, bukan begitu?"
Adam hanya menganggukkan kepalanya yang masih tenggelam dalam pelukan Diana.
"Jaga anakmu, bayi dalam kandungannya tak salah. Ia hadir dalam ikatan suci pernikahan yang halal dan sah menurut negara dan agama. kalian melakukannya secara sadar jadi kurasa tak perlu ada yang harus kamu sesali dengan kejadian hamilnya Ayunda"
Adam mendongakkan kepala, ia tak percaya dengan sikap Diana yang begitu tenang, ini sungguh di luar perkiraannya yang berpikir jika Diana akan marah jika ia jujur tentang masalah rumah tangganya.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Adam saat keduanya duduk saling berhadapan.
"Lalu aku harus apa? memintamu menggugurkan kandungannya. Aku juga perempuan, Dam" kekeh Diana seraya mengusap pipi kekasihnya.
"Aku tak akan menuntut apapun darimu termasuk ikut campur dalam urusan rumah tangga kalian, tugasku hanya menunggu mu pulang padaku" tambah Diana lagi masih tenang meski hatinya begitu sakit.
__ADS_1
"Jadilah ayah yang baik dan juga suami siaga baginya, mereka bagian dari hidupmu yang nyata, tak sepertiku yang hanya bayangan yang terus tersembunyi di balik punggungmu. Jangan berbuat kasar lagi pada Ayunda aku tak ingin hal buruk menimpa anakmu," pesan Diana yang membuat hati Adam mencelos perih.
"Posisimu tetap sama di hatiku, kamu yang terbaik akan selalu seperti itu" jelas Adam meyakinkan, ia tak ingin Diana ragu akan perasaannya yang selama ini terjaga dari cinta yang lain.
"Aku tahu itu"
"Lalu bagaimana dengan kita? apa kamu tak ingin punya anak juga. Aku yang hanya sekali melakukannya justru membuat Ayunda hamil, tapi denganmu yang berkali kali kenapa tak jadi?" tanya Adam yang baru sadar karna memang selama ini tak pernah ada obrolan mengenai kemungkinan Diana hamil setelah mereka sering melakukanya.
"Itu titipan dari Tuhan, aku tak pernah tau akan hal itu" jawab Diana yang lansung bangun dari duduk menyudahi obrolan dengan Adam yang menatapnya penuh curiga.
*****
Diana yang memang punya kesibukan lagi merangkai Bunga langsung meninggalkan Adam di ruang makan usai sarapan. Kini hanya Adam dan Eyang yang sedang berbincang di meja makan.
"Istriku hamil, Eyang" pengakuan Adam tk sedikitpun membuat Eyang terkejut.
"Selamat, Den. Ada keturunan Biantara di rahim istrimu" tutur Eyaang yang selalu serba salah dalam bersikap, ia tahu semua yang terjadi pada Adam termasuk pekerjaan haramnya selama ini.
"Aku harus apa? aku tahu jika Diana sangat terluka meski ia menutupinya di balik senyuman yang seakan tak terjadi apapun diantara kami"
"Memang Nona bisa apa? Nona sudah cukup tahu diri dengan posisinya yang tersimpan, tinggal bagaimana caramu untuk bersikap adil pada kedua wanita itu" Eyang yang sibuk memotong buah hanya bisa menghela napas berat, ia tentu ikut pusing dengan masalah yang dihadapi Adam yang sudah ia anggap putranya sendiri.
__ADS_1
"Adil yang bagaimana? Aku hanya mencintai Diana tentu aku tak bisa membaginya secara rata"
"Cukup perlakukan keduaya dengan baik, bagaimanapun Ayubda bukan sekedar istri tapi kini ia merangkap sevagai ibu dari anakmu" tegas Eyang mengungatkan status Ayunda yang naik satu step dari sebelumnya.
"Aku paham itu, Diana pun meminta aku menjaganya dengan baik"
"Bagaimana dengan kedua orangtuamu sekarang?" tanya Eyang, ia tahu persis jika keluarga Biantara sudah memperlakukan Adam tak adil beberapa tahun belakangan ini.
"Mama dan papa sangat bahagia, Eyang. Mereka memang sangat menginginkan hal itu" jelas Adam, ia tak akan pernah lupa dengan sorot mata mamanya yang begitu hangat saat memberitahunya jika Ayunda sedang mengandung.
"Se acuh apapun mama padaku, dia tetap mamaku. Aku tetap bahagia saat mama tersenyum kearahku, mama pasti marah dan murka jika tahu putranya kini menjadi apa, tapi itu hanya pekerjaanku Eyang, aku tetap punya hati dan masih butuh pelukan mama, dan hanya Diana yang kini bisa menggantikannya semua itu. Aku terlalu nyaman bersamanya sampai memusatkan semua duniaku hanya pada Diana." Adam benar-benar tak ingin mengecewakan Mamanya, wanita yang sudah memberinya kehidupan selama ini.
"Biar aku tanggung semua sendiri, Eyang. Aku ingin mama tetap bisa menimang cucunya. Ayunda tetap punya hak sebagai istri dan Diana tetap yang paling aku cintai"
"Seserah itu aku? Ya! Aku sudah terlalu banyak dosa selama ini, jika aku tak bisa menjadi manusia yang baik setidaknya aku bisa menjadi anak yang berbakti, suami yang bertanggung jawab dan kekasih yang di rindukan. Mereka tak pernah tahu beratnya menjadi aku yang harus kuat bertahan diantara begitu banyaknya ancaman dari pada musuh yang mertuaku turunkan"
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Bapaknya pusing punya bini dua..
Anaknya ntar pusing punya emak dua 🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1
Yang udah tau kisah mereka tolong jangan terlalu spoiler ya, biar penghuni baru dibuat penasaran!
Like komennya yuk ramaikan