
ππππππππ
"Udah cemburu belum? kalau belum, gue bikin cemburu lagi ya besok, ckck"
Diana langsung menoleh kearah Adam yang tersenyum menyeringai padanya, ia yang dibuat kesal tentu semakin kesal seakan pemuda itu sedang meledek nya. Gadis cantik berambut sepinggang itu pun langsung menaruh Ponselnya lagi dan bangun dari duduk.
"Eh lo mau kemana?" teriak Amel saat ia ditinggal kan begitu saja oleh sahabatnya.
Amel yang ikut bangkit menoleh sebentar kearah Adam yang sedang menahan tawa, jika saja Pemuda itu bukan orang yang patut di hindari tentu Amel akan menyiramnya dengan minuman yang kini tinggal separuh.
"Ngeselin" rutuknya kesal.
.
.
Diana yang sudah duduk di mejanya langsung di hampiri oleh Amel, ia usap punggung Diana yang meletakkan wajahnya di atas lengan.
"Dia ngapain lo? udah gue bilang kan jangan deket-deket" ucap Amel yang sama sekali tak di jawab, kali ini Diana hanya ingin fokus pada hatinya sendiri agar bisa kembali konsentrasi saat belajar nanti.
Bell berbunyi di barengi dengan datangnya seorang guru laki laki muda berkaca mata, tubuhnya tinggi dan putih. Cara mengajarnya yang lembut membuat para siswa termasuk siswi begitu nyaman dengannya, dan ia pun menjadi guru favorit di sekolah.
"Dee, jangan ngelamun. Lo di liatin terus tuh" bisik Amel memberi peringatan.
"Aku gak ngelamun" elaknya tergagap, ia memang sedang memikirkan Adam yang sudah berhasil membuatnya uring-uringan seperti ini.
Cemburu?
Apa iya aku merasakan hal itu saat ini, apa aku menyukainya? sampai harus kesal saat ia bersama gadis lain.
__ADS_1
"Diana!"
Amel Langsung menyenggol bahu sahabatnya itu saat Guru yang berada di depannya dengan sangat lantang menyebutkan nama Diana.
"Dee, lo di panggil tuh" bisik Amel.
"Hah?" Diana yang panik tentu kini menjadi pusat perhatian teman-temannya.
"Kamu melamun? apa yang kamu pikirkan sampai tak memperhatikan apa yang sedang saya sampaikan." tanya sang guru sambil berjalan kearah Diana.
"Tidak, Pak. Saya.... " ucap Diana tergagap sambil memutar otak untuk mencari alasan.
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu membuat semua yang berada di dalam kelas menoleh serentak termasuk Diana, Amel dan pak guru.
"Ada apa?" tanya si guru pada pemuda yang kini berdiri diambang pintu, bisik bisik pun terjadi antar siswa dan siswi tentang siapa yang datang mengganggu jam pelajaran mereka.
"Kamu sakit, Diana?" tanya pak Guru yang kini matanya beralih pada gadis yang duduk di paling pojok itu.
"Ah, iya, Pak" jawabnya langsung.
"Ya sudah, kalian ke ruang kesehatan saja sana, kamu istirahat dan minum obat jika masih belum membaik bisa minta izin untuk pulang" titah pak guru.
"Kamu antar Diana ke UKS ya" titahnya lagi pada Adam.
"Baik, Pak" dengan senyum kecil di ujung bibirnya, ia masuk kedalam kelas menghampiri Diana, semua mata tertuju padanya saat Adam mengulurkan tangan yang langsung disambut oleh Diana.
Keduanya meninggalkan kelas menuju UKS yang berada di lantai bawah dekat ruang guru, Adam yang sama sekali tak melepas genggamannya membuat gadis berlesung pipi itu berdebar hebat.
__ADS_1
"Lo gak butuh obat, lo cuma butuh gue" goda Adam saat Diana duduk di tepi ranjang.
"Enggak, aku gak butuh apa-apa" jawabnya ketus.
"Rasa cemburu bikin belajar gak konsen ya" kekeh Adam lagi yang kini tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
"Aku? cemburu! aku rasa aku masih tau diri untuk mempunyai perasaan itu, kamu yang kaya raya dan tampan mana mungkin perduli jika aku cemburu" jawab Diana sambil memalingkan wajah karna Adam kini semakin mendekat ke arahnya, bahkan hidung mereka kini justru hampir bersentuhan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sekaya dan setampan apapun gue, gak guna kalo gak jadi pacar lo! kita pacaran ya, gue MAKSA!!!
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Astaghfirullah... makin nyeleneh ni calon mafiaπ€£π€£π€£
__ADS_1
like komennya yuk ramaikan.