
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Luka, kecewa, harapan dan bahagia semua sudah dirasakan oleh pasangan suami istri Cahaya dan Langit. Putri bungsu dan cucu perempuan satu satunya Rahardian itu kini sedang menangis menumpahkan segala rasa dalam dekapan sang suami. Langit Marvelio Biantara tak hentinya menciumi pucuk kepala wanita halalnya mana kala saat tahu jika dalam rahim sang istri sudah ada janin yang selama kurang lebih delapan tahun mereka tunggu dalam rasa sabar yang luar biasa.
Semua terjadi saat menjenguk Gala dan Aurora yang baru saja lahir dan bersiap untuk pulang kerumah utama. Tapi melihat Cahaya yang memang sejak semalam kurang enak badan orangtuanya memutukan untu memeriksa kesehatan si bungsu selagi masih ada di rumah sakit milik sang kakak ipar, Hujan.
Pemeriksaan awal semua terlihat biasa, tapi dokter mulai curiga saat memegang perut wanita yang terlihat sangat cantik, putih dan mulus itu. Sampai akhirnya pertanyaan demi pertanyaan di layangkan sang dokter sampai menjurus ke soal kapan terakhir menantu Biantara itu mengalami menstruasi.
"Aku lupa, kapan ya Bang?" bukan menjawab dengan benar, Cahaya malah bertanya pada suaminya.
"Seinget Abang gak Libur-libur ya, Dek" sahut Langit.
Plak
Lengan pengusaha muda itu pun langsung kena sasaran empuk papa mertuanya dengan menatap dirinya dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
"Apa sih, Pah?" tanya Langit sambil mengusap bagian yang sakit karna ulah sang Gajah.
"Tega kamu ya sama adek, anak papa gak di kasih libur!" sentak Reza yang kesal mendengar jawaban menantunya barusan.
"Kaya kamu enggak aja!" timpal Melisa yang menjewer telinga suaminya. Wanita baya itu langsung mengeluarkan tanduknya saat putra kesayangannya itu kena pukulan.
"Sakit, Ra"
"Berani sama anak aku?" tantang Melisa yang kali ini tidak memposisikan dirinya sebagai ibu mertua tapi justru Buna angkatnya Langit.
Para suster, dokter dan Cahaya tampak bingung melihat drama tiga orang didepan mereka. Reza dan Melisa yang terus berdebat sedangkan Langit justru harus menahan tawanya.
"Engga apa-apa, Sayang" jawab Langit yang lalu mencium kening istrinya, pria itu sedang sangat bangga karna di bela habis habisan oleh Melisa. Ia memang masih menjadi anak kesayangan sang pawang Gajah meski kini tinggal bersama keluarga kandungnya.
.
__ADS_1
.
Kabar hamil Cahaya tentu membuat heboh dua keluarga yaitu Rahardian dan Biantara bahkan Oppa tak hentinya menciumi wajah bahagia cucu perempuan satu satunya itu.
"Oppa berjanji akan bertahan demi melihat anakmu, cicit Oppa, Dek" ucap pria baya itu yang duduk bersandar di punggung ranjang. Kesehatannya memang sudah jauh dari kata baik tapi pelukan keluarga seakan membuat ia selalu kuat untuk bertahan dan terus bernapas.
"Tentu, Oppa harus liat anak adek. Adek akan sangat marah kalau Oppa pergi. Oppa udah liat Sam, Gala dan Aurora jadi Oppa harus liat anak adek juga" pinta si bungsu di sela isak tangis bahagia bercampur sedihnya.
Satu harapan keluarga Rahardian akhir-akhir ini adalah sembuhnya Tuan Wisnu, sosok pria baik hati yang tak banyak bicara. Ia memang tak mengidap penyakit serius hanya memang faktor umur lah yang membuat ia sering jatuh sakit.
Semua yang ada didalam kamar pun saling memeluk satu sama lain, semua tentu bisa merasakan kebahagiaan yang dirasakan Cahaya dan Langit.
.
.
__ADS_1
.
Abang mau cuti hamil 9 bulan ya, Dek..