Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 94


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Adil yang di minta Diana cukup sulit Adam jalankan, pasalnya gadis itu tetap keukeh tak mau waktunya di bagi dua dalam seminggu.


"Aku gak mau dijatah!" ketus Diana, usai percintaan panas mereka Adam kembali memohon agar kekasihnya itu mau ikut dengannya ke apartemen.


"Bukan dijatah, sayang. Tiga hari dengan mu dan empat hari aku dengan anakku, ok" ujar Adam lagi memberi pengertian.


"Pulang padaku jika sempat, aku tak ingin menghitung hari" timpal Diana dengan kesal, ia meraih bathrobe untuk menutupi tubuh polosnya yang masih tersisa keringat cinta mereka. Adam yang pulang pada pagi hari membuat keduanya melakukan hal yang menyenangkan itu usai makan siang.


"Aku mau kamu pulang padaku karna kamu ingin, bukan karna waktunya kamu harus pulang. Temui aku sesuka hatimu itu jauh lebih baik"


Adam membuang napas kasar, dia begitu gemas dengan tingkah Diana yang semakin keras kepala. Waktu yang di inginkan gadis itu masih tersisa enam bulan lagi.


Dan selama itu juga ia harus menunggu lamarannya di terima hingga akhirnya mereka menikah. Adam tak pernah membuat pembuktian apapun karna rasa cintanya tetap sama, Diana tetap menjadi prioritasnya dan pemilik seluruh hatinya meski ia terkadang sedikit lebih sering meluangkan waktu untuk putranya yang kini sudah bisa memanggilnya PAPAH.


Perdebatan kecil memang sering terjadi pada mereka layaknya pasangan pada umumnya, tapi Adam tak pernah membalas kemarahan kekasihnya itu, Dia akan menjadi pelita saat Diana mulai gelap mata termakan oleh amarahnya sendiri atau dia akan menjadi bongkahan es saat Diana sedang terbakar emosinya yang sesaat.


"Sini, duduk di depanku" titah Adam saat melihat gadis kesayangannya itu keluar dari kamar mandi sudah memakai dress berwarna merah maroon.


"Mau apa?" tanya Diana jengkel.


"Cepat! tak perlu terus membantahku" cecar Adam dengan tampang serius tanpa senyum.

__ADS_1


Diana yang masih marah berjalan mendekat lagi kearah ranjang setelah menghentak kan kakinya ke lantai.


"Gak usah marah marah, tuh bibir kalo manyun terus aku masukin phyton ku sampe sesek nih ya!" Ancam Adam yang langsung membuat Diana tersenyum meski terpaksa. Milik Adam yang besar terkadang membuatnya kewalahan saat memberi kenikmatan.


"Duduk sini cepetan" titahnya lagi. Diana yang akhirnya menurut akhirnya menghempas kan bo kongnya membelakangi Adam.


Pria itu tersenyum simpul, dengan sebuah sisir di tangannya Adam menyentuh rambut Diana yang panjang dan hitam sampai ke pinggang.


"Aku hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu, kita dua orang yang berbeda dengan isi pemikiran yang berbeda juga tapi setidaknya kita punya satu tujuan yang sama yaitu membina rumah tangga dengan banyak memiliki anak" ujar Adam sambil terus menyisiri surai kekasihnya.


"Banyak anak?" tanya Diana, lima tahun bersama ia baru tahu jika pria kesayangannya itu ada niatan memiliki banyak keturunan.


"Ya, aku ingin kita bahagia dengan banyak anak, kamu mau kan melahirkan lebih dari satu putra untukku?"


"Terima kasih, sayang" tutur Adam seraya memeluk Diana dari belakang.


"Aku mandi dulu, habis ini kita jalan-jalan, ok"


Diana yang sedikit menoleh akhirnya mendapatkan ciuman dari Adam, tapi ia buru-buru melepas pagutannya saat di rasa tangan Adam sudah mulai berjelajah di bagian tubuhnya yang lain.


"Mandi sana, aku tunggu di bawah"


Adam terkekeh gemas saat melihat Diana berlalu keluar kamar dengan sedikit berlari.

__ADS_1


"Gimana gak makin cinta sama kamu, kalau kamunya begitu" gumam Adam sembari turun dari ranjang, tapi ia mengernyit kan dahinya saat kakinya serasa menginjak sesuatu di lantai.


"Apa ini?" seru Adam penasaran sambil meraih benda berbentuk segi empat itu.


.


.


.


.


.


.


Ini kan?, alat kontrasepsi pil KB.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Paham ya bang 😜😜😜


Like komennya yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2