
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Setelah drama tak adanya jawaban pasti dari Diana saat ia di lamar Adam, hubungan keduanya tetap sama dan berjalan baik seakan tak pernah terjadi apa-apa hingga usia kandungan Ayunda menginjak tujuh bulan.
"Banyak banget" ucap Diana saat menerima paperbag dari Adam yang pulang padanya hampir tengah malam.
"Berdua sama aku makannya" jawab Adam sambil melepas jaket dan bajunya. Tubuh tinggi yang kini kian berisi kekar itupun melenggang lebih dulu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah menempuh perjalanan beberapa jam.
Diana turun ke lantai bawah menuju dapur lalu kembali lagi ke kamar setelah mengambil satu piring dan dua sendok tak lupa juga satu botol besar yang berisi jus jeruk kesukaan Adam.
Cek lek..
"Dari mana? " tanya Adam saat kekasihnya datang.
"Ambil ini, kan kata kamu kita akan makan sama-sama" Jawab Diana sambil melirik kebenda yang ia pegang.
Adam menepuk sofa yang kosong di sebelahnya agar Kekasihnya itu cepat mendekat dan Diana hanya mengulum senyum sambil berjalan.
"Kamu suka kaya gini? sejak kapan" tanya Adam.
"Sejak kecil, Ibu sering ajak aku buat dateng ke acara pengajian dan nanti kita dapet ini, Dam" Sahut Diana sembari menuangkan rujak serut yang di bawa adam dari rumahnya yang sedang menggelar acara Tujuh bulanan kehamilan Ayunda.
__ADS_1
"Oh, aku baru tahu" Kata Adam sambil menyuapi Diana.
Keduanya banyak bercerita tentang hari hari yang mereka lalui selama tak berjumpa, Diana adalah sosok pendengar yang baik ia tak pernah menyelak ucapan Adam saat prianya itu sedang bicara, Adam yang tak pernah merasa di abaikan pun akhirnya hanya bergantung pada kekasihnya itu.
"Pedes banget, kan?"
"Iya, tapi kurang enak. Anak kamu laki laki-laki nih" tebak Diana sambil terkekeh tapi berbeda dengan Adam yang malah mengernyitkan dahinya.
"Sok tahu, kamu!"
"Mau taruhan? feeling aku sih gitu, Sayang" balas Diana santai tapi penuh keyakinan.
"Taruhan? boleh juga tuh" Adam tersenyum penuh arti pada Diana yang sedang menyesap jus jeruk.
"Menikah bukan lelucon, Sayang"
"Aku sering memintamu secara baik baik tapi kamu terus menolakku tanpa alasan jelas sampai aku berpikir jika kamu mungkin bosan padaku" tukas Adam yang akhirnya mengeluarkan apa yang selama ini menggajal dalam hatinya.
"Pikiranmu itu terlalu jauh, mana mungkin aku bosan padamu yang ada aku selalu merindukanmu"
Adam langsung menarik tubuh Diana untuk di dekap, tak ada yang membuat ia merasa lebih nyaman kecuali saling memeluk satu sama lain.
__ADS_1
"Jangan pernah meninggalkan ku, aku bisa gila tanpamu, Dee" bisik Adam sambil menciumi pucuk kepala kekasihnya.
"Aku tak akan kemana-mana, aku tetap disini dari kemarin esok lusa dan selamanya"
"Aku ingin kita bersama, aku lelah terus begini" lirih Adam dengan mata yang mulai merah menahan kesal yang bercampur sedih.
"Beri aku waktu sampai tahun depan" pinta Diana.
"Untuk apa lagi? lima tahun kurasa cukup, Dee" protes Adam menolak keinginan sang pemilik hati.
.
.
.
.
.
Setelah anak itu lahir, mari kita buktikan cintamu tetap padaku atau tidak. Aku yang pertama bagimu apa akan selalu begitu saat buah hati kalian menyapa dunia?
__ADS_1
Aku tak ingin bermain api terlalu jauh.
Aku akan mundur jika hari itu tiba, hari dimana mungkin perlahan aku tak lagi menjadi prioritas mu!