
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Adam yang pulang kerumahnya hanya mampir sebentar untuk membersihkan diri karna ia akan menemui Diana di tempat Eyang. Ia yang sudah sangat rindu pada gadisnya itu tak henti menebar senyuman sebab terakhir keduanya berjuampa saat Adam mengantarkan surat kelulusan Diana beberapa hari lagi itu pun tak lama karna ia keluar rumah hasil mengendap endap.
"Den Adam" panggi Bi Asni yang langsung membuat ia menoleh.
"Iya, Bi"
Bi Asni yang jalan mendekat kearahnya langsung mengepalkan beberapa lembaran uang di tangannya, tentu itu membuat Adam kaget.
"Apa ini, Bi?"
"Untuk bekalmu di jalan, jangan sampai tak membawa uang sama sekali" ucap Asni, wanita baya itu sudah tau semuanya dari Adam yang juga menceritakan hubungannya dengan Diana yang masih ia sembunyikan di luar kota.
"Terimakasih, Bi. Adam janji akan menggantinya nanti saat Adam punya uang"
"Pakai saja tak usah memikirkan hal itu, Bibi juga tak akan menagihnya padamu" kekeh Bi Asni.
Adam mencium punggung tangannya dengan takzim dan pergi setelah mengucapkan salam.
Perjalanan kini jauh terasa lebih lama karna ia mengendari sepeda motor tentu jauh berbeda jika ia membawa mobil yang bisa masuk jalan tol.
Adam sesekali berhenti di warung atau pom bensin untuk merenggangkan otot punggungnya yang terasa pegal dan akan melanjutkannya lagi di saat badannya jauh lebih enak.
*****
Diana yang berada di dapur langsung berlari keluar saat mendengar suara motor berhenti di depan rumah Eyang, gadis itu langsung melompat memeluk pemuda yang amat sangat ia rindukan.
"Gak telepon aku dulu?" tanya Diana dengan sorot mata berbinar bahagia.
__ADS_1
"Kejutan, sayang"
"Haahaha, ok aku suka aku suka" jawabnya dengan manja.
Keduanya langsung masuk kedalam menemui Eyang di dapur, Adam menyalami wanita tua itu sambil menanyakan kabarnya.
"Aku tadi buat kue, mau coba?" tanya gadis berambut sepinggang yang kini terurai begitu indahnya.
"Boleh"
Adam tersenyum kecil, ia memang tahu dari Eyang bahwa gadis kesayangannya itu kini sedang rajin rajinnya membuat aneka kue kering dan brownis yang kemudian akan Diana jual ke warung warung kecil di dekat rumah Eyang.
Semua itu awalnya dari rasa jenuh menunggu kabar dan kedatangan sang kekasih. Namun, siapa sangka hasil ke isengannya itu kini ia banjir orderan kue setiap hari.
"Aku ambil dulu"
"Aku mau makan di kamar setelah mandi" pinta Adam saat ia mencekal pergelangan tangan Diana ketika gadis itu bangun dari duduknya.
Adam menatap punggung Diana dengan tatapan penuh damba, ia lalu bergegas ke kamar Diana saat gadis itu hilang dari pandangannya.
Ceklek
Pemuda tampan dan tinggi itu pun langsung masuk kedalam kamar mandi, menaggalkan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa apapapun melekat di tubunya yang hampir sepurna.
Dibawah guyuran air dingin ia bagai melepas sedikit demi sedikit beban hidupnya, jika ia bisa memilih sungguh ia tak ingin lahir dari keluarga yang kaya harta namun minim kasih sayang.
Dengan hanya memakai handuk sebatas pinggang ia keluar dari dalam kamar mandi mendekat kearah Diana yang berdiri membelakanginya di depan lemari.
Adam tentu tak membuang kesempatan itu, ia langsung memeluk Diana sambil menghirup wangi tubhunya yang selalu menjadi candu jika sedang berdua.
__ADS_1
Diana yang tadinya sempat meronta malah hanyut dalam sentuhan Adam saat tangan kekasihnya itu mulai menyusup kedalam kaosnya, kini salah satu bukit kembar Diana sudah berhasil di genggam oleh Adam meski masih terbungkus bRa
"Dam, hentikan! jangan terlalu jauh" pinta Diana sambil mencoba menahan des ah nnya, ia tak ingiingin Adam semakin menggila jika mendengar hal itu.
"Aku merindukanmu, dan aku ingin menyentuhmu, Dee" bisik Adam dengan suara parau menahan hasratnya yang sudah bergejolak, apalagi kini Phytonnya sudah mulai bergerak seakan mencari sarang.
"Aku tak akan memberikannya!" tegas Diana. Ia lalu memutar tubuhnya dengan cepat setelah menarik tangan Adam dari balik bajunya.
Ia tersentak kaget dengan apa yang ia lihat kini.
.
.
.
.
.
.
.
Bekas luka apa ini, Dam?
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Baca bismilah juga gak DamDam 🤣🤣
__ADS_1
Kan sama-sama bikin dosa itu 🤫🤫🤫
Like komennya yuk ramaiakan.