Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 105


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


LANGIT MARVELIO BIANTARA


Satu nama yang di berikan Adam untuk putra keduanya namun yang pertama dari pernikahannya bersama Diana.


Ia berharap sang anak memiliki hati dan kesabaran seluas Langit di alam semesta.


"Nama yang bagus, Pih" ucap Diana.


"Tentu, anak setampan ini harus memiliki nama yang penuh arti" jawab Adam dengan mata tak lepas ke sang istri tercinta


Keduanya begitu bahagia memiliki buah hati sendiri seakan keluarganya kini sudah lengkap dan sempurna.


Diana mengurus Langit tanpa pengasuh, hanya Eyang yang membantunya sesekali jika ia sedang sibuk dengan Adam atau dirinya sendiri.


Bayi yang memiliki kulit putih bersih itu memang tak pernah rewel sama sekali, justru Diana sering menggodanya karna ingin bermain karan bosan menunggunya tidur.


"Sayang..." rengek Adam yang mulai menciumi tengkuk istrinya.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Pengen, yuk" goda pria yang miliknya kini sudah menegang siap bertempur.


"Masih dua minggu, sabar Pih" sahut Diana sambil menahan tawa.


Adam merengut kesal, ia yang hanya memakai Ce la na Dalam naik lagi ke ranjang meninggalkan istrinya yang sedang menyusui Langit.


"Aku pengen banget, Mih." teriaknya dari balik bantal.


Lewat jalan pintas lagi ya?


******


Ayunda kini menjadi wanita sosialita yang sibuk berfoya-foya sesukanya. Ia yang menyandang menantu Biantara tentu memiliki banyak teman baru dari kalangan yang sama, berbeda dengan Diana yang memilih menjadi ibu rumah tangga. Jika Ayunda mengizinkan tentu Adam sangat ingin membawa Mark agar di urus juga oleh istri mudanya itu agar anak sulung nya bisa mendapatkan kasih sayang berlimpah dari seorang ibu.


"Pih, Langit minggu depan mau ulang tahun, bisa pulang kan?" pinta Diana, sadar diri jika kini mereka tak lagi di tinggal di ibu kota, tapi di sebuah kota yang cukup kecil demi keselamatan anak istrinya, maka itu Diana harus bilang jauh jauh hari agar Adam bisa meluangkan waktu sedikit karna ia sekarang tahu siapa Suaminya itu sebenarnya.


"Nanti ku usahakan, ingat kan lagi nanti ya" jawab Adam, ia berjalan mendekat ke arah tempat tidur yang di atasnya ada sang buah hati sedang terlelap terbuai mimpi.

__ADS_1


"Papih pergi lagi ya, Langit jangan nakal, ok. Harus janji jagain Mami kalau Papih gak ada" bisik Adam yang langsung membuat bocah lucu itu menggeliat tanpa membuka mata.


"Jangan di ganggu, aku belum mandi" oceh Diana sambil memukul lengan suaminya yang malah tertawa kecil.


"Mau mandi denganku?" goda Adam.


"No, Papih! kamu sudah rapih" tolak Diana yang langsung berlari ke kamar mandi dan mengunci pintunya.


Adam hanya bisa tertawa melihat tingkah sang pemilik hatinya, wanita yang selalu sabar bertahan di sisinya meski rasa sakit yang Adam torehkan tak main main.


Ia kembali meringsek naik keatas ranjang, mengusap kepala Langit dengan pelan penuh kasih sayang bahkan tangannya sampai bergetar entah kenapa. Di ciuminya seluruh wajah anak yang belum memiliki akta itu dengan lembut.


"Janji sama Papih ya, jadi anak baik hati dan penurut dimanapun dan dengan siapapun kelak kamu tinggal. Papih tak punya banyak waktu denganmu. Tetaplah menjadi Langit yang luas agar bisa memeluk Air Bumi dan Cahaya"


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Firasat banget si DamDam 🤣


Calon mantu sama cebong udah di sebut padahal Gajah aja baru ketemu sama pawangnya belom ngadon buaya sama anak bawang malah lagi berantem noh sama Daddy dud.🤫

__ADS_1


Au ah lier 🤭🤭🤭🤭🙄🙄🙄🙄


Like komennya yuk meskipun teteh pengen tepok jidat bacain komen kalian yang gak bisa jaga Rahasia Oey, 😌😌


__ADS_2