Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 117


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


#Sembilan tahun kemudian.


Hari yang di tunggu Adam akhirnya datang, masa hukuman lima belas tahunnya telah selesai dan ia bisa kembali menghirup udara bebas lagi hari ini.


Senyum tak lepas dari sudut bibirnya, meski tak ada Diana dan Langit yang datang menjemput seperti yang ia harapakan setidaknya ada Mark yang masih menjadi alasan ia untuk melanjutkan hidup.


Adam yang menginjakkan lagi kakinya di kediaman Biantara tak terasa sampai menitikan air mata, bayangan kedua orangtuanya yang telah tiada beberapa tahun lalu membuat hatinya begitu pedih. Sekasar apapun orangtuanya, mereka tetap satu satunya yang Adam miliki dan tak mungkin terganti.


"Kamu gak akan kemana-mana, kan hari ini" tanya Ayunda yang bergeliat manja di lengan suaminya.


"Aku ada urusan" jawab Adam.

__ADS_1


"Kumohon, sayang. Setidaknya kita makan malam bersama malam ini bersama Mark, ok" pinta Ayunda yang sah menjadi Nyonya Biantara menggantikan sang ibu mertua.


Ayunda tahu jika selama ini Adam memang tak pernah bisa menolak jika ia menggunakan anaknya sebagai alasan demi bersama. Ayunda yang begitu mencintai Adam memang akan melakukan apapun demi keutuhan rumah tangganya meski harus menyingkirkan madu dan anak tirinya.


"Aku gak janji, banyak yang harus ku lakukan bersama Reno" kata Adam ketus, ia tetap tak bisa membuka hatinya pada sang istri sebaik apapun Ayunda melayaninya.


"Apa yang akan kalian lakukan, kenapa harus terburu buru. Lima belas tahun aku menunggumu dan hari ini kamu malah memilih besama Reno di banding aku istrimu!" sentak Ayunda kesal penuh amarah.


"Aku tidak pernah memintamu menungguku, jika ingin pergi silahkan dan kalau ingin bertahan pun silahkan karna aku tak akan menoleh padamu sama sekali" jawab Adam pelan namun penuh penekanan.


"Aku kini menjadi satu satunya bagimu, jika bukan denganku lalu kamu akan hidup dengan siapa?" ucap Ayunda yang mencekal pergelengan tangan sang suami yang justru semakin tampan dan gagah diusia matangnya.


"Aku akan mencari rumahku, tempat aku pulang dan bersandar dalam lelah dan tawaku" tegas Adam dengan sorot mata tajam keaarah wanita yang sudah melahirkan Mark Marcelio Biantara putra sulungnya.

__ADS_1


"Kemana? kemana kamu akan mencarinya, mencari dia yang sudah meninggalkanmu saat kamu terpuruk dan mendekam di penjara" ejek Ayunda dengan tawa sumbang.


"Kemanapun itu, aku yakin akan menemukannya. Tak perduli siang atau malam, hari ini esok atau lusa" jawab Adam dengan seringai di ujung bibirnya. Hatinya begitu mantap dan percaya jika ia dan Diana akan kembali bersama dalam keadaan dan kondisi apapun nanti.


Ayunda melepas cekalannya dan berlari menuju tangga kearah kamarnya di lantai dua, sekeras apapun Ayunda memohon Adam menatapnya tapi ternyata justru membuat ia sulit menggapai hati dan cinta suaminya.


Adam mengusap wajahnya secara kasar, dadanya begitu sesak saat tahu jika Diana kini tak ada kabar sama sekali. Reno yang biasanya selalu bisa ia andalkan nyatanya belum juga bisa meacak keberadaan anak dan istrinya.


.


.


.

__ADS_1


Aku ingin pulang, Dee...


__ADS_2