Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 129


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


#MINGGIR... teteh mau ngebut 😂😂


.


.


.


Kedatangan Melisa ke kota tempat Diana di rawat tentu tak pernah terpikirkan oleh Langit yang masih setia selama beberapa hari ini menemani sang ibu kandung, kondisi Diana kini jauh lebih baik karna Langit seakan memberi energi dan kekuatan tersendiri baginya, apalagi saat anak itu memanggilnya dengan sebutan Mami seperti saat balita dulu.


Diana dan Melisa yang di beri kesempatan untuk berbicara dari hati kehati sebagai seorang ibu yang sama-sama menyayangi Langit tentu di gunakan juga oleh Reza serta Langit untuk keluar sebentar menikmati kopi di kantin rumah sakit. Banyak yang dua pria itu bicarakan termasuk langkah apa yang akan Langit lakukan setelah ini, terutama saat kondisi Diana jauh lebih baik dan keputusan akhir yang di ambil Langit sebagai putra satu-satunya adalah ingin mengurus sang ibu kandung sendiri, dan itu berarti Reza akan melepas tanggung jawabnya terhadap Diana.

__ADS_1


.


.


Keduanya yang kembali ke kamar rawat inap membuat Diana dan Melisa semakin canggung karna dinginnya sikap sang Nyonya besar Rahardian. Selama dua wanita itu mengobrol ada beberapa negoisasi yang mereka lakukan salah satunya permintaan Melisa untuk Diana tak lagi mengusik Langit.. Diana cukup paham dengan rasa takut ibu angkat putranya itu tapi sebagai yang jauh lebih berhak ia pun memiliki satu permintaan.


"Jangan larang Langit jika ia ingin menemuiku" pintanya pelan dan tak enak hati.


"Hah!" Melisa membuang nafas kasar.


"Tak apa jika kamu tak mau, aku mengerti. Aku tahu Sebesar apa kasih sayangmu terhadap putraku" lirih Diana, ia berharap tak salah bicara sampai melukai wanita yang sudah menjaga anaknya.


"Kedatangan mu terlalu tiba-tiba bagiku, dan jujur aku tak pernah mengharapkan mu ada di tengah-tengah keluarga ku. Tapi aku tahu jika ini takdir Tuhan, tak mungkin ia mempertemukan kita tanpa alasan" ucap Melisa penuh penekanan.

__ADS_1


******


Langit yang berusaha mengambil hati Melisa lebih dulu akhirnya setuju saat wanita paling berarti dalam hidupnya itu memintanya untuk pulang.


Ada dua syurga ditangannya yang harus ia jaga dan ia sayangi tanpa membedakan antara kandung dan angkat. Meski Diana yang melahirkan dan menyusui tapi Melisa lah yang mengurus Langit dengan tangannya sendiri.


Langit yang berat hati akhirnya berpamitan dengan sang ibu, ia berjanji akan menemaninya di ibu kota kelak jika kondisi Diana membaik dan siap untuk pulang.


"Abang pulang ya, Mami cepet sembuh. Abang tunggu mami di kota. Kita sama-sama ya" ucapnya begitu lembut sampai Diana harus menitikan air mata haru dan bahagianya.


Diana melepas Langit dengan anggukan kepala dan hati yang sulit di artikan karena rasa sakit, kecewa dan bahagia tercampur jadi satu saat ini. Tapi Diana hanya bisa mengangguk kan Kepalanya tanda paham, ia meyakinkan hatinya jika tak perlu takut katna Langit kini sudah ada dalam pelukannya, sikap baik dan manis yang di Lakukan Langit membuat Diana percaya kalau ia sudah di Terima baik oleh buah cintanya bersama Adam setelah bertahun-tahun bersama dalam suka dan duka juga pedih yang gak terkira.


Adam?

__ADS_1


Ya, sampai detik ini Langit tak sekalipun menyinggung atau bertanya tentang ayahnya, ayah yang membuatnya lahir kedunia atas keganasan sang phyton menyemburkan lahar panasnya di cangkang kerang milik sang ibu.


__ADS_2