Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 54


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


PRAAANG...


Diana yang berada di dapur harus di kejutkan dengan jatuhnya cangkir yang sedang ia pegang, ia tatap pecahan beling yang berserak di lantai dengan tatapan bingung dan takut.


"Ada apa, Nona" suara salah satu ART tentu sangat mengagetkan Diana sampai gadis itu harus mengusap dadanya sendiri.


"Cangkir tehnya jatuh" jawab Diana terbata, keringat dingin kini membasahi kening dan tengkuknya secara tiba-tiba.


"Biar saya bersihkan dulu, Nona, atau ingin saya buatkan teh lagi?"


"Tidak, terimakasih, bereskan ini saja" titah Diana yang kemudian pergi dari dapur menuju Kamarnya.


Satu persatu ia menaiki anak tangga dengan perasaan kacau tak menentu, hatinya sakit bagai tersayat pecahan beling tadi padahal jelas-jelas benda itu sama sekali tak melukai tubuhnya.


Sampai di kamar ia langsung meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas sisi ranjang, dengan cepat Diana mencari nomer kontak kekasihnya untuk sekedar mendengar suaranya saja.


Nomer yang Anda tujuan sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi.


"Dam... "


Diana duduk lemas di sisi ranjang, ia meremat benda pipih yang ada di tangannya dengan kuat sambil membayangkan wajah tampan pria yang selama ini amat ia cintai.

__ADS_1


"Kamu baik baik aja, 'kan?"


Perasaan tak enak terus ia rasakan sampai harus berkali-kali mendesah kesal, apalagi hingga lebih dari sepuluh kali Adam tetap tak bisa ia hubungi. Tak ada no kontak siapapun di ponsel Diana membuat gadis itu semakin frustasi sampai harus melempar semua yang ada di dekatnya..


"Kamu kemana?!"


**********


"Ambil ini"


Adam mengernyitkan dahinya, dalam keadaan hampir tak sadarkan diri ia tergolek lemah di lantai memegangi perutnya yang terasa sakit karna para anak buah Bos besarnya tak henti memukul dan menendang tubuhnya secara brutal dan tanpa ampun. Adam terus di siksa saat ia lagi dan lagi menolak untuk menikahi Ayunda.


"Terimakasih" ucap Adam saat menerima satu botol minuman mineral dari tangan seseorang pria muda yang tak jauh beda dengannya.


"Maaf, aku tak bisa Lama-lama, habiskan atau sembunyikan Airnya jangan sampai ada yang lihat, saya permisi" ujarnya pelan yang lalu pergi dengan cara mengendap-endap.


"Aku pergi dulu, nanti aku akan kembali lagi"


"Siapa kamu? kenapa menolong ku." tanya Adam lagi.


Pria itu hanya tersenyum simpul kearah Adam yang sangat ingin tahu dari mana datangnya sang penyelamat.


"Aku Reno!"

__ADS_1


Adam terus menatap punggung orang tersebut yang kini kian semakin jauh dan perlahan hilang, entah ia datang dari mana yang penting ia sungguh-sungguh menjadi malaikat penolong bagi Adam yang hampir sekarat di tempat yang gelap dan bau ini.


Jika saja ia tak ingat Diana, mungkin Adam pasrah untuk mati di tangan orang-orang berbadan kekar dan besar tadi. Tapi ia ingat janji dan impiannya untuk membahagiakan Diana sampai batas akhir yang ia pun tak pernah tahu itu kapan.


.


.


.


.


.


"Maafkan aku, Dee, aku pria yang sangat-sangat bodoh. Tapi cintaku tak pernah main main padamu"


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kenapa begini kenapa begitu?


Lah... kan itu dari Judulnya aja sama Blurb udah ketauan ini nyeritain apa..


Terus salahnya dimana?

__ADS_1


Kalo mau skip sok geura skip tanpa berkomentar ABC..


Yuk jadi readers yang sopan tanpa harus mencaci 🤭🤭


__ADS_2