Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 62


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Langit tak berbintang malam ini menjadi teman bagi Adam yang semakin kesepian, ini adalah minggu ke tujuh pernikahannya bersama Ayunda, selama itu pula ia tak pernah memberi nafkah bathin pada sang istri.


Jangan tanyakan bagaimana gadis itu memohon dan merengek ingin di sentuh, tentu Adam akan sekuat hati menahan hasratnya, jika sudah begitu ia akan memasukkan obat tidur dosis rendah agar Ayunda cepat terlelap.


"Maafkan aku, aku tak bisa memberimu hak ku" ucap Adam sambil mengusap kepala Ayunda, gadis itu terbuai mimpi setelah meminum susu yang sengaja Adam campur dengan obat.


"Aku tak akan melakukan ini jika saja kamu tak memulainya lebih dulu,"


Sebenci apapun Adam pada Ayunda, ia tetap masih punya belas kasihan, istrinya itu hanya teramat mencintainya hingga ia rela melakukan apapun demi Adam ada di sisinya.


Ditambah pengaruh Tuan Jammy yang menginginkan ia untuk lebih kuat dan berani berkecimpung dalam dunia hitam bersamanya.


Tok... tol.. tok..


Suara ketukan pintu kamarnya membuat Adam turun dari ranjang, ia berjalan pelan menuju pintu yang enatah siapa di balik b enda berwarna putih itu.


Ceklek.


"Bang Jali" seru Adam yang kaget dan tak percaya.


"Abang kemana aja, Bang?"


"Saya kesini hanya untuk berpamitan, Tuan" ucap Bang Jali yang kini beribah sangan sopan pada Adam.

__ADS_1


"Bang, jangan gitu dong. Jangan tinggalin gue sendiri" lirih Adam, baru saja ia senang karan Bang Jali datang taunya pria dewasa itu malah berpamitan.


"Maaf, tapi saya di tugaskan Bos besar ke perbatasan" jelasa Bang Jali sedikit menunduk.


Adam membuang napas kasar, rasa kesalnya bertambah berkali kali lipat karna kepergian orang yang sudah banyak menolong dan membantunya, Bang Jali adalah satu satunya orang yang paling setia mendengar keluh kesah dan semua ceritanya mulai dari keluarganya dan juga kekaksihnya.


"Baiklah, semoga kita bertemu lagi"


Keduanya berpelukan sebagai salam perpisahan, Bang Jali begitu berat meninggalkan Adam yang tanpa ia sadar sedang dalam bahaya besar.


****


Hari yang si tunggu Adam akhirnya datang, dengan rasa sabar yang luar biasa kini Adam bisa bernapas lega karna bisa keluar dari neraka dunianya.


Bersama Reno yang kini selalu ikut dengannya Adam kembali ke kota, ia mengurus semua keperluannya yang selama setahun ini tertunda begitu saja.


"Jika aku tak ikut saranmu, mungkin hari ini tak akan pernah terjadi" kata Adam dengan wajah berseri-seri.


"Saya sudah lama mengenal Nona muda, tentu sangat paham apa yang inginkan dan di butuhkan olehnya" jawab Reno, ia adalah salah satu adik orang kepercayaan Jammy yang sepuluh tahun lalu ma TI tertembak saat penggerebekan barang haram dan senjata api legal di perbatasan.


"Aku tak bisa berpura-pura makanya tak pernah terbersit olehku untuk menarik hati Ayunda lebih dulu" kekeh Adam, ia yang dulu begitu kalut dan terpuruk tentu hanya bisa meluapkan amarahnya pada Ayunda hingga gadis itu semakin geram dan menambah menyiksa bathinnya.


"Sekarang Tuan tinggal menikmati buah dari rasa sabar Tuan selama menghadapi Nona Ayunda."


"Ya, semua berkatmu, Ren"

__ADS_1


"Lalu kita akan kemana sekarang?" tanya Reno yang masih sibuk menyetir mobil dengan kecepatan sedang.


.


.


.


.


.


.


Antar aku menemui Dee...


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cie cie.. yang mau setor 🤣🤣🤣🤣


Udah geleng-geleng angguk angguk ya.. mau nyembur 😛


Yakin tuh sarang masih mau di tengok?


Kalo di perboden sini ke gue aja DamDam 😌😌😌

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2