Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 78


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂


Tak ada yang lebih membahgaiakan bagi Adam selain malam ini, saat Diana benar benar menyerahkan kesuciannya untuk yang pertama kali hanya untuknya yang juga melakukan hal yang sama untuk sang kekasih.


Sebelum ia masuk ke permainan inti, Adam mengusap wajah Diana dengan lembut lalu setelahnya mencium kening dan kedua pipinya juga.


"Yakin ya, jangan nyesel aku ambil sekarang" ucap Adam memastikan jika Diana dengan sadar menyerahkan apa yang seumur hidupnya telah ia jaga.


"Ya, ini hanya untukmu" tegas gadis berlesung pipi itu.


Dengan perasaan tegang luar biasa, jantung yang berdebar dan tubuh yang seakan serba salah akhirnya Adam mengarahkan phyton besarnya untuk menyentuh gerbang kenikmatan Diana lebih dulu. Ia bermain sebentar sebelum menerobos, keisengannya ternyata mampu membuat sang pemilik sarang harus menggigit bibiir bawahnya sambil mencengkram bantal yang menjadi sandaran di kepala.

__ADS_1


Raut wajah pasrah tapi penuh rasa penasaran terlihat begitu menggemaskan bagi Adam yang baru akan mencoba melakukan hal yang paling menyengkan dan di tunggunya selama bertahun tahun belakangan ini.


"Kita mulai sekarang ya, menjeritlah jikaitu terlalu sakit atau kamu boleh mencubit atau menggigitku sesukamu karna aku tak akan menyudahinya begitu saja nanti" ucapa Adam memperingati.


"Akan ku potong milikmu jika kamu tak mau pelan pelan saat melakukannya" tegas Diana tak mau kalah, karna ia tak bisa membayangkan apa rasanya nanti. Jika satu jari saja sudah membuat ia meringis sakit lalu bagaimana jika yang menerobos sebesar milik Adam?.


Perlahan namun pasti, sedikit demi sedikit sang Phyton menyapa sarangnya yang dulu ia jaga dengan sepenuh hati.


"Hentikan, sayang! ini sakit sekali" pinta Diana yang tak lagi kuat menahannya, ada buliran cairan bening yang jatuh karna merasa perih di area inti miliknya yang sempat terasa penuh sesak.


"Tahan, dikit lagi ya" rayu Adam memohon karna semua sudah kepalang tanggung.

__ADS_1


"Sakit banget, Dam. Ini benar-benar perih" lirih Diana.


Adam mengangguk paham , ia biarkan Diana istirahat sejenak agar rasa sakitnya berangsur hilang. Adam menciumi seluruh wajah cantik gadis itu yang penuh dengan keringat tak lupa ia juga mencium bibirnya untuk merileks kan pikiran yang mungkin saja malah menambah rasa takutnya.


"Lagi ya, jangan berpikir yang tidak tidak. Aku milikmu"


Diana hanya diam, ia mempersiapkan lagi dirinya saat Adam kembali membuka lebar kedua pahanya. Ia membuang napas kasar ketika miliknya di sentuh dan terobos sedikit paksa oleh pria yang kini ada di atasnya.


Nyatanya ini begitu sulit Adam lakukan karna miliknya tak juga sampai tengelam semuanya, padahal ia sudah sangat berusaha menekan lebih kuat, tapi rasa bahagia lamgsung menyeruak dalam hatinya saat melihat ada noda kemerahan menempel di kepala Phytonnya yang semakin membesar bahkan bercak darah itu pun mengalir di pangkal paha Diana yang terbuka lebar.


Tak berpikir dua kali, ia pun kembali memasukannya dengan sekali hentakan sampai pemilik hatinya memekik kesakitan tiada tara yang baru ia rasakan seumur hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2