
πππππππ
"Berdamai?" tanya Adam dengan senyum menyeringai kearah Ayunda yang masih menarik tangannya memohon Adam tetap tinggal.
"Aku tahu, kamu masih bersamanya kan, kenapa? bukankah kamu berjanji akan melupakannya dan menerima pernikahan kita?"
Adam tertawa kecil, ia melepas paksa tangan Ayunda yang sudah sangat dingin ia rasakan.
"Janjiku hanya di depan orang tuamu, berhubung mereka sekarang sudah tak ada jadi aku bebas bertemu dengan kekasihku kapanpun itu, dan ku harap tak ada protes darimu, Paham!"
Adam benar benar pergi, bahkan ia tak menghiraukan panggilan papa yang menyebut namanya berkali kali. Kini ia tak lagi butuh peran orang tuanya karna kini ia akan merintis usaha peninggalan dari sang mertua yang sedikit banyak sudah ia pahami jalannya.
Mobil mewahnya kembali menembus jalanan ibu kota menuju apartemen yang ia tinggali bersama Reno, sepeninggal Bang Jali kini hanya pemuda itu yang setia bersamanya dalam keadaan apapun itu.
.
.
"Belum tidur, Ren?" tanya Adam saat masuk dan melewati Reno di ruang tengah dengan laptop berada di atas pangkuannya.
"Saya menunggu Tuan pulang" jawabnya sambil bangun dari duduk.
"Istirahatlah, besok kita akan bertemu dengan seseorang" titah Adam mengingatkan lagi jika esok ada pertemuan penting dengan seseorang dari negara B yang akan menjalin kerja sama dengannya.
__ADS_1
"Baik, Tuan"
Keduanya masuk kedalam kamar masing-masing, mengistirahtkan tubuh dan otak mereka.
Pekerjaan yang penuh dengan resiko luar biasa memang tak di pungkiri Adam membuat ia tak tenang sama sekali, takut tertangkap bahkan mati tertembak adalah dua hal yang mungkin saja terjadi kapanpun dan dimananpun.
******
"Deal?!"
"Deal, semua ok!" balas Adam sambil menerima uluran tangan seorang pria baya ber-kacamata hitam yang duduk di hadapannya dia adalah Mr X dari negeri tetangga yang akan menerima pasokan senjata api legal berbagai jenis dan macam dari Adam.
"Semua akan di urus anak buah saya. Senang bekerjasama dengan anda" tambahnya lagi seraya bangun dari duduk lalu pergi begitu saja.
Pria tinggi yang kini mengenakan jas hitam itupun kembali masuk lagi kedalam mobilnya setelah pertemuannya dengan Mr X selesai. Reno yang selalu ada bersamanya pun tak pernah banyak bicara kecuali mereka sedang berdua saja.
"Langsung ke markas dan habis itu kita ke club A" titahnya sambil memijit pelipisnya yang mendadak berdenyut.
Kereta besi mewah berwarna hitam itu pun langsung melesat kencang dengan kecepatan tinggi tak perduli langit sudah menurunkan hujannya malam ini.
.
.
__ADS_1
Adam yang di temani Reno masuk kedalam Clubny setelah mampir sejenak ke markas, keduanya di sambut baik oleh orang-orang yang sudah tau siapa mereka. Sang pemilik itu pun langsung masuk kedalam ruangan yang dulu di tempati Tuan Jammy. Namun kini semua itu berganti pada Adam yang mengelola semuanya sebagai menantu laki-laki maka itu dari keuntungan bisnis haramnya ia kirim hampir semua ke rekening Ayunda.
Ceklek.
Reno membuka pintu dengan sedikit lebar, ia persilahkan Adam masuk lebih dulu sebelum ia dan dua anak buah yang lainnya ikut masuk. Di kursi kebesarannya itulah ia mengecek semua data pemasukan dalam beberapa waktu terakhir, dan dari dua orang tersebut itulah Adam hanya tau semuanya beres.
"Tetap jaga tempat ini, curigai orang-orang baru datang berkunjung yang mungkin itu adalah polisi yang menyamar"
"Baik, Tuan"
Adam meminta semuanya keluar dari ruangan termasuk Reno, ia raih benda pipih dalam saku jasnya lalu menekan nomer kontak sang pujaan hati.
"Hallo, sayang!"
ππππππππππ
Malem semua!
Udah 81 bab ya gak berasaπ€§π€§ tapi masih panjang banget karna harus imbang sama novel sebelumnya.
Terima kasih buat emak-emak ku sayang yang kemaren udah bantuin ngubek-ngubek lapak πππ
Buat yang gak suka mohon di skip aja ya.. teteh gak akan maksa buat lanjut sampai akhir kok, karna alhamdulillah masih ada yang suka jadi buat menghindari mood anjlok gara2 komen mendingan Say goodbye dari sekarang yuk cari bacaan yang sesuai keinginan kalian βΊβΊ..
__ADS_1
Karna setiap tulisan tentu itu dari otak halu authornya bukan dari pembaca yang pasti ada pro dan kontra.