Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 124


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kamu baik-baik saja?" tanya Reza yang duduk di kursi kayu sisi tempat tidur tempat dimana kini Diana terbarung lemas karna baru saja sadarkan diri.


Entah kenapa akhir akhir ini wanita itu sering sekali sakit dan pingsan, untung saja kini ia tak lagi sendiri tapi ada seorang gadis manis yang mau menemani Diana dalam keadaan apapun itu, ia adalah Nana wanita pilihan Reza yang cukup diminta hanya menemani Diana termasuk menjadi pendengar yang baik juga.


"Maaf" ucap Diana dengan sangat lirih.


"Istirahatlah, kamu harus mengkasihani dirimu sendiri" pesan Reza yang hanya di balas anggukan kepala.


Reza bangun dari duduknya, ia meminta Nana untuk ikut dengannya keluar kamar karna ada yang ingin ia bicarakan.


"Iya, Tuan" ucap Nana yang duduk di sofa panjang dengan sedikit menunduk sedang kan Reza duduk di sofa single dengan sesekali memijit pelipisnya.

__ADS_1


"Apa kondisinya semakin parah akhir akhir ini?"


"Tidak, Tuan.. Hanya sesekali tapi Nyonya memang agak sedikit lebih sering murung dan mengunci diri dalam kamar" jawab Nana.


"Sebisa mungkin hal seperti ini jangan terulang lagi, apa kamu butuh teman lagi agar bisa bergantian menjaganya?" tawar Reza.


"Tidak, Tuan. Saya bisa sendiri"


"Baiklah, saya pergi dulu, hubungi saya lagi jika ada apa-apa"


Reza bangun dan melenggang pergi dari apartemen Diana, ia memang hanya datang di saat yang mendesak saja selebihnya hanya memantau dari kejauhan.


Dua tahun ini Diana di nyatakan mengidap penyakit Hipertensi sama seperti Melisa hanya bedanya Nyonya Rahardian itu tentu jarang sekali kambuh karna ia selalu bahagia dan di bahagiakan berbeda dengan Diana yang cukup kesepian dan banyak yang ia pikirkan, tentang dirinya, Anak dan juga suaminya.

__ADS_1


Nana saja kadang tak cukup untuk ia bebas berkeluh kesah meski mereka sudah mengenal cukup lama.


Kejadian siang ini cukup sedikit mengagetkan Reza yang berada di kantor usai rapat penting. Pria tinggi tampan itu langsung meluncur ke apartemen saat Nana menghubunginya dan mengatakan jika Diana jatuh dan tak sadarkan diri di kamar mandi. Sebagai orang yang kini bertanggung jawab dengan keadaan wanita itu rasa panik langsung Reza rasakan karna bagaimana pun ia tak ingin hal buruk terjadi pada orang baik hati yang sudah melahirkan Langit untuk Cahayanya.


Reza pun akhirnya menemui dokter yang selama ini mengurus Diana dalam persembunyiannya. Banyak hal yang disarankan dan harus Diana lakukan termasuk rawat jalan yang memang sebenarnya sudah Diana lakukan, terbukti dengan ia terus mengkonsumsi obat-obatan secara rutin dan juga melakukan pengecekan hampir setiap minggu agar tekanan darahnya bisa terus terkontrol dengan baik.


"Jika tekanan darahnya masih tinggi hingga esok, saya sarankan untuk nyonya Diana di rawat intensif di rumah sakit, Tuan" pinta sang dokter


Hypertensi adalah salah satu penyakit yang memang tak bisa di abaikan meski kadang orang yang mengidap penyakit tersebut terlihat baik baik saja, jadi tak salah jika hypertensi sering juga di sebut dengan istilah Si pembunuh senyap.


"Baiklah, saya akan siapakan semuanya. Diana akan dirawat di luat kota" tegas Reza.


Kenapa harus keluar kota?

__ADS_1


Reza hanya tak ingin keberadaan Diana di ketahui oleh banyak orang termasuk Adam, karna ia tahu jika pria itu masih saja sibuk mencari orang yang paling ia cintai seumur hidupnya.


__ADS_2