
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kalian, apa kabar?"
Suara pria yang terdengar tiba-tiba membuat ibu dan anak itu cepat menoleh ke sumber suara, berbeda dengan Langit, Diana tentu tahu siapa pemilik suara berat itu.
Adam ...
Belum sempat menemukan jawaban siapa sosok pria tegap itu nyatanya Reza datang dan langsung memotong perkataan yang belum di ucpakan oleh Adam.
Langit yang melihat ada raut wajah aneh dari ayah angkatnya tentu sampai mengernyitkan dahinya.
Reza meminta Langit dan Diana masuk ke dalam mobil dan pergi secepatnya, sedangkan ia dan Adam perlu bicara empat mata di cafe yang tak jauh dari rumah sakit.
Semua mereka bicarakan dari hati ke hati, memposisikan diri mereka masing masing sebagai orangtua yang menyayangi satu anak, dulu Reza sempat menilai jika istrinya sempat egois saat sosok Diana hadir tapi nyatanya kali ini ia merasakan hal yang sama ketika Adam ada di depannya semakin memaksa meminta ia mengembalikan Langit pada keluarga Biantara.
"Setidaknya jangan sekarang!" pinta Reza yang sangat mengerti perasaan Adam sebagai seorang Ayah.
"Putraku sudah banyak memikul beban perasaan, kehadiran ibunya membuat hubungan Langit dengan istriku sedikit merenggang. Belum lagi Putriku yang belum stabil, kumohon jangan memperkeruh keadaan" pinta Reza yang serba salah.
Adam yang selalu menekan egoisnya jika sedang berhadaan dengan Reza hanya bisa membuang napas kasar untuk melegakan hatinya yang begitu sesak.
__ADS_1
"Baiklah.. setidaknya aku tahu dan bisa melihat putraku menikahi putrimu." ucap Adam pasrah setelah kembali melakukan negoisasi dengan Reza.
****
Satu minggu berlalu, Adam yang tak lagi bisa membendung rasa rindunya, Ia mulai megikuti hari hari Diana, termasuk hari ini saat wanita kesayangannya yang ternyata masih saja cantik itu sedang membeli kue di salah satu toko dekat apartemennya.
BRAAAK..
"Maaf, aku tak sengaja" ucap Diana saat ia tiba tiba menabrak seorang pria yang sangat rapih dengan stelan jasnya.
"Maaf kamu bilang?" jawab Adam dengan senyum simpul menghiasi wajah tampannya.
Awal mereka bertemu setelah perpisahan selama hampir dua puluh empat tahun itu nyatanya sama persis saat keduanya yang tak sengaja bertabrakan saat di sekolah dulu, ketika Adam ternyata jatuh cinta pada pandangan pertama pada sosok siswi pindahan dari pinggiran kota.
Melihat Diana menghindar tentu Adam tak tinggal diam, ia langsung mencekal pergelangan tangan istri sirinya yang belasan tahun ia tinggalkan begitu saja.
"Dee, sayang! bisa kita bicara. Ku mohon" pinta Adam dengan mata berkaca-kaca menahan sesak hatinya.
"Maaf, aku tak punya waktu dan ku mohon jangan menggangu hidupku lagi"
"Jangan katakan itu! aku tak bisa tanpamu, Dee" Tanpa ijin dan basa basi Adam langsung memeluk tubuh langsing Diana yang selama ini bagai candu baginya, tubuh yang begitu harum yang selalu memuaskan hasrat kelelakiannya.
__ADS_1
"Lepas, Adam!" sentak Diana yang merasa menjadi pusat perhatian orang orang.
"Aku gak akan lepasin kamu lagi, kamu masih tetap segalanya untukku, Dee" bisik Adam yang nyatanya sudah menitikan air mata sedih bercampur bahagia.
"Jangan pernah mengungkit masa lalu, kita hadapi masa depan kita masing-masing. Kamu dengan keluargamu dan aku cukup bersama putraku!" tegas Diana dengan nada bicara yang bergetar menahan tangis.
"Aku tak bisa melakukan apa yang kamu inginkan sayang, aku mencintaimu"
"Cinta tak selamanya harus bersama, kan?" ucap Diana lagi mencibir bagai dirinya sendiri.
.
.
.
Tapi aku ingin hanya tetap pulang padamu...
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Phyton sehat bang?
__ADS_1
karna Kerang sepertinya usah mangap mangap kaya mulut si Bul-Bul 🤣🤣🤣🤣