Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 71


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Adam yang tidur dengan sangat pulas memang tak di ganggu sama sekali oleh istrinya, Ayunda dengan sabar menunggu suaminya itu bangun dari mimpi indahnya.


Hingga menjelang malam akhirnya Adam mengerjapkan kedua matanya sambil sedikit merenggangkan otot tubuhnya yang tidur dengan cara tengkurap.


"Udah bangun?" tanya Ayunda, ia tersenyum dengan posisi tidur miring menghadap kearah Adam.


"Astagfirullah, kaget aku"


Ayunda tertawa geli dengan ekspresi terkejut suaminya yang menurut ia itu sangat menggemaskan, ada bunga bunga dalam hatinya yang menyeruak mana kala ia percaya jika Adam memang tak pernah tidur dengan wanita lain.


"Kenapa?"


Adam hanya menggeleng lalu bangun dari tidurnya, Ayunda yang ikut bangkit pun langsung memberi suaminya itu air putih yang sudah tersedia di atas nakas samping ranjang mereka.


"Sayang, kita mandi bersama ya" ajak Ayunda.


"Aku mandi duluan, mules banget " tolak Adam yang akhirnya meringsek turun dari ranjang, ia bergegas menuju kamar mandi di dalam kamar mereka meninggalkan sang istri yang lagi lagi harus menelan rasa kecewa.


Tak ada yang bisa Adam lakukan selain duduk lemas di atas closet, ia sedang bingung mencari cara agar istrinya itu tak merengek meminta haknya untuk menyatukan tubuh mereka layaknya pasangan suami istri pada umumnya.


"Gue bikin dia mabok kali ya, kesian juga tapi" gumam Adam.


"Kalo gak gitu ini otong gue bisa meronta ronta pas liat badan sexynya" Adam mengusap wajahnya dengan kasar, sebagai laki laki normal ia tetap punya nafsu meski bukan ke orang yang ia cintai, bi rAhi itu pasti akan muncul sewaktu waktu jika ada yang memancing.

__ADS_1


Selama menikah Adam memang sering melihat tubuh polos istrinya jika sedang merayu, Ayunda yang lebih agresif dari kekasihnya itu tentu tak akan berpikir dua kali saat menanggalkan seluruh pakaiannya di hadapan pria yang memang jelas statusnya sebagai suami sahnya. Jika sudah begitu Adam hanya bisa berdoa dalam hati untuk tidak tergoda otaknya selalu ia pusatkan pada satu nama yaitu DIANA.


****


"Papa harap kamu bisa disini sampai akhir pekan karna papa dan mama akan pergi jadi kamu temani Ayunda selama kami tidak ada" titah Tuan Jammy yang hampir saja membuat Adam tersedak saat makan malam.


"Minggu depan?"


"Iya, kan harusnya tiga hari, tapi berhubung papa dan mama mau pergi jadi kamu disini satu minggu" jelas Ayunda dengan mata berbinar senang.


"Tapi tugas kuliahku sudah sangat menumpuk belum lagi di markas" tolak Adam memberi alasan, tiga hari saja sudah akan membuatnya pusing kenapa harus di tambah satu minggu.


Lobang aer bisa penuh sama calon anak gue ntar.


"Istirahatlah, jangan pernah kecewakan Ayunda"


Adam keluar dari ruang kerja Tuan Jammy yang jarang sekali di masuki orang lain, ia melangkah gontai menuju kamar.


CEKLEK


Ayunda membuka pintu seakan tahu jika suaminya itu akan datang menghampirinya, dengan berbalut lingerie putih tipis hingga terliihat jelas pucuk di kedua gunungnya, Ayunda langsung bergelayut manja dan menarik tangan Adam menuju ranjang karna sudah lebih dari dua jam ia menunggu di dalam kamar seorang diri.


Adam yang duduk di tepi ranjang hanya pasrah saat sang istri duduk di atas pangkuannya dengan dua gundukan daging kenyal tepat di depan matanya.


"Berat, Nda"

__ADS_1


"Masa sih?, ya udah kamu tunggu sini ya, aku ambil kan minum dulu untukmu" ucapnya seraya bangkit dari atas paha Adam.


Adam tak menjawab, ia pandangi lekuk tubuh istrinya dari belakang yang berjalan menuju nakas mengambil satu gelas air putih.


.


.


.


.


.


.


Nda... kamu lagi datang bulan ya?


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Alhamdulillah... Tsunami ya bang🀭🀭🀭


Doa readers nih di. kabulin 😌😌


Pulang yuk pulang gue anter ke sarang yang haram 🀣🀣

__ADS_1


__ADS_2