Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 80


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Adam yang akan kembali ke kota usai makan siang terasa begitu berat melangkah, berkali-kali ia memeluk dan mengurai tubuh langsing sang kekasih yang semalam baru ia reguk kesuciannya dalam dua kali permainan hingga pagi.


"Cepat kembali, jangan lama-lama ya" pesan Diana saat Adam bangun dari duduknya di tepi ranjang.


"Tentu, tunggu aku beberapa bulan lagi, habis itu kamu ikut aku ke apartemen, ok"


Diana hanya mengangguk kan kepalanya, ia akan menuruti semua yang dikatakan Adam seperti biasa tanpa membantah sama sekali.


Keduanya keluar dari kamar menuju pintu utama, sebuah mobil sudah siap sedari tadi menunggunya.


"Jaga dirimu baik-baik, jangan terlalu sering menangis" ujar Adam setelah menciumi seluruh wajah Diana dari kening sampai kedua pipinya hingga ke bibir meski hanya sekilas.


Adam pun tak lupa berpamitan pada Eyang, meminta wanita itu menjaga dan menemani pemilik hatinya jangan sampai merasa kesepian saat ia tak ada.


Adam masuk kedalam mobil yang akan membawanya ke kota tepatnya ke rumah orang tua yang juga kini ditinggali oleh sang istri atas permintaan Mama.


.

__ADS_1


.


Beberapa jam berlalu, Adam akhirnya sampai di kediaman Biantara tempat ia tinggal dan lahir puluhan tahun silam sebuah bangunan yang begitu banyak tersimpan suka dan duka dalam hidupnya terutama beberapa tahun belakangan ini. Kehadirannya disambut baik oleh Ayunda yang menunggunya di ruang tamu. Gadis yang sebenarnya tak kalah cantik dari Diana tapi tak pernah mampu menggetarkan hatinya.


"Sudah ku bilang jangan menunggu" kata Adam saat Ayunda bergelayut manja di lengannya.


"Kenapa? apa salah aku menungu suamiku pulang."


"Itu akan membuat mu bosan"


Cek lek...


"Mama sama papa ada?" tanya Adam saat keluar dengan hanya mengenakan handuk sebatas pinggang.


"Belum pulang, aku hanya bertemu saat sarapan setelah itu tak lagi melihat mereka" jelas Ayunda.


Adam yang tak aneh dengan suasana rumah yang sepi karna sudah biasa tak terlalu menanggapi ucapan Ayunda.


Ia merapihkan dirinya sampai harus membuat Ayunda menarik tangan Adam.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya nya bingung dengan penampilan Adam yang rapih bukan memakai baju rumahan yang sudah ia siapkan.


"Aku hanya datang sekedar untuk melihatmu, itu saja"


"Lalu? kamu mau kemana lagi, Sayang" sentak Ayunda mulai kesal.


"Pulang ke apartemen, kan kita sudah sepakat dari awal" jelas Adam mengingatkan.


"Jahat kamu, aku sudah menunggumu berhari hari tapi kamu jsutru pergi lagi? Begitu caramu menganggapku?!"


"Lalu aku harus apa? tinggal denganmu. Jangan mimpi Nda" Adam yang hendak keluar kamar dengan cepat di halangi oleh Ayunda dengan cara di cekal tangannya.


"Apalagi sih?"


"Aku ikut, jangan biarkan aku sendiri seperti ini. Ku mohon"


"Udahlah, aku capek! bukankah ini resiko yang harus kamu Terima jika menikah dengan pria yang mencintai wanita lain, sudah sering ku katakan kalau tak ada sedikitpun namamu di hatiku, Nda!" Teriak Adam mencoba melepaskan tangannya dari cekalan sang istri yang sudah menangis.


"Harus dengan cara apa, agar kamu bisa bertahan denganku? aku sangat mencintai mu" lirih Ayunda.

__ADS_1


"Aku siap berdamai dengannya jika itu maumu!"


__ADS_2