Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 137


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Pertemuan Diana dan Adam yang tak pernah di ketahui oleh Langit tentu membuat ia sangat terkejut. Pasalnya Pria yang mengaku sebagai ayah kandungnya itu datang secara tiba tiba di acara prosesi lamarannya. Tak hanya dirinya yang kebingunan tapi Melisa dan Cahaya juga kakak kembarnya pun merasakan hal yang sama. Tapi Reza perlahan memberi pengertian pada keluarganya sampai mereka paham dan menerima kehadiran Adam yang kini ikut andil dalam acara sakral Langit dan Cahaya.


Bahkan, Adam sudah sangat lantang menyebutkan nama asli sang putra yaitu Langit Marvelio Biantara.


Satu persatu semua terungkap secara berurutan, setidaknya masalah tak datang saat pernikahan sudah berlangsung.


.


.


"Hemm..." Langit yang merasa bingung mengawali obrolan akhirnya di buat salah tingkah sendiri.


"Papi, panggil saja papi seperti biasa, Nak" ucap Adam yang paham dengan kebingungan putra satu satunya itu.


"Baiklah, aku akan panggil Papi"


"Terima kasih"


Langit hanya mengangguk, masih ada rasa canggung yang ia rasakan saat berdampingan dengan pria baya yang nyatanya terlihat sangat gagah, jadi tak salah jika sang ibu ternyata masih sangat setia dengan sosok suami sirinya. Langit bisa langsung menerima kehadiran ayahnya karna ia melihat ada tatapan memohon dari wanita luar biasanya. Wanita yang tak pernah ia tahu kisahnya jika selama ini Diana begitu sabar menjalani hubungan dua cinta.


.

__ADS_1


.


Setelah selesai dengan acara lamaran di kediaman Rahardian, Langit beserta kedua orangtuanya pun pulang ke apartemen Diana. Ada begitu banyak yang ingin mereka obrolkan termasuk acara pernikahan yang jatuh pada dua minggu mendatang.


"Papi akan urus semuanya, Reza akan mencabut surat adopsimu agar semua berjalan lancar dan sah di mata hukum juga negara" ucap Adam yang duduk di sisi Diana.


"Iya, Pih, Abang serahin ke papi semuanya karna satu minggu ini Abang mau selesai in urusan kantor dulu"


Adam dan Diana tersenyum simpul kearah putra mereka setelah saling pandang. Entah rasa syukur yang seperti apa yang ingin mereka panjatkan mengingat kali ini ketiganya berkumpul dalam satu ruangan. Kenangan ulang tahun Langit saat usianya tiga tahun pun kini terbayang lagi di pelupuk mata pasangan yang masih saling mencintai meski masalah tak kunjung berhenti.


Langit yang sudah masuk lebih dulu ke kamarnya karna harus menerima telepon, kini meninggalkan ayah dan ibunya yang masih di ruang tamu, jemari yang sedari tadi saling bertautan terus di ciumi Adam tak henti henti sampai membuat Diana terkekeh geli dengan tingkah suaminya yang seperti anak remaja yang baru jatuh cinta.


"Pulang lah, kamu sudah teralu lama dengan kami" titah Diana yang membuat Adam sedikit jengkel.


"Aku masih tau diri dengan posisiku yang akan selalu di belakangmu, seorang simpanan yang di sembunyikan di balik punggungmu" lirih Diana, dadanya begitu sesak karna ucapannya bagai mengungkit luka lama yang sebenarnya tak pernah sembuh.


"Aku akan memposisikan dirimu berdiri di sampingku, sayang. Hanya kamu!" tegas Adam penuh keyakinan.


"Lalu istrimu, dia tak mungkin diam saja saat aku muncul dan mengatakan pada dunia jika aku istrimu" cibir Diana, tentu ia sudah bisa menebak apa yang akan di perbuat madunya itu nanti karna selama ini diamnya Ayunda karna memang keberadaan dirinya yang tak pernah ada yang tahu.


"Ayunda sibuk dengan dunianya, ia tak akan pernah perduli dengan kita lagi, Dee" jawab Adam dengan helaan napas berat.


"Maksudmu dunia yang seperti apa yang di jalani Ayunda?'' tanya Diana penansaran sebab baru kali ini ia menyinggung tentang hubungan cinta segi tiga mereka.

__ADS_1


"Diana mengalami gangguan jiwa setelah putra kami meninggal, Dee. Dia tak lagi mengingatku yang ia sebut hanya almarhum Mark" jelas Adam dengan nada bergetar.


Diana yang baru tahu tentu sangat terkejut karna Reza pun tak pernah bercerita apapun tentang masalah ini padanya.


"Apa dia masih dirumahmu?"


"Tentu, aku tak sampai hati mengirimnya kerumah sakit jiwa, Dee"


"Jangan! jangan lakukan itu, ku mohon" cegah Diana, sebagai sesama wanita dan seorang ibu yang tahu sakitnya kehilangan sang putra secara mendadak tentu Diana sangat paham apa yang Ayunda rasakan selama ini.


"Saat kamu sudah tau segalanya, aku harap kamu bisa lebih mengerti dan memahami keinginanku, sayang" ucap Adam yang ini berlutut di hadapan wanita pemegang tahta tertinggi di hatinya.


"Maksudmu apa, apa yang kamu inginkan?" tanya Diana.


" Aku ingin kita tetap bersama, dan aku ingin kamu mendengar ucapanku ini dengan baik"


"Apa itu?"


.


.


.

__ADS_1


Dee, mau kah kamu menikah lagi secara resmi denganku? menjadi istri yang bisa ku banggakan pada dunia agar mereka semua tahu betapa aku sangat mencintaimu.


__ADS_2