Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 49


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Adam menelan Salivanya kuat kuat saat berhadapan dengan Bos besarnya, kini dua pria itu tengah duduk saling berhadapan hanya meja kaca yang menghalangi jarak mereka. Adam yang tak berani menatap kedua manik mata bosnya hanya tertunduk menatap tangannya sendiri yang saling bertautan di atas pahanya.


"Apa Jali sudah memberitahu tugasmu yang baru?" ucap Bos memecah keheningan di dalam ruangan yang sangat tertutup.


"Sudah, Bos"


"Bagus, Saya akan mengirim mu ke kota X dalam dua bulan"


Adam langsung mendongakkan wajahnya, ia yang tak percaya hanya bisa menatap bingung pria baya di hadapannya itu.


"Tapi bagaimana dengah kuliah saya?" tanya Adam.


"Jali sudah mengurusnya, Kamu jangan khawatir"


"Baik, Bos"


Adam keluar ruangan dengan langkah gontai, mengingat kota X adalah kota yang cukup jauh dari tempat Diana tinggal. Ia yang sudah begitu candu dengan gadis itu tentu tak akan mampu berpisah selama dua bulan lamanya.


"Sarang gue bisa kemarau nanti"


.


.

__ADS_1


.


Hari yang yang sebenarnya di hindari oleh Adam akhirnya datang juga, perdebatan panjang dan drama yang cukup menguras emosi telah ia dan Diana lewati. Gadis itu tak seperti biasanya menaruh curiga berlebihan saat Adam mengatakan ia tak bisa datang dalam beberapa waktu.


Entah apa yang ada dalam benak Diana, ia begitu marah dan melempar semua barang dalam kamarnya.


Diana yang sudah sedikit banyak di nikmati oleh Adam tentu sangat takut kehilangan pria itu meski ia masih mempertahankan kehormatan juga kesuciannya. Meski begitu Adam tetap pemilik hati dan raganya selama ini.


"Udah siap?" suara Bang jali membuyarkan lamunan Adam yang duduk bersandar di kursi plastik pojok ruangan penyimpanan barang haram yang dulu biasa Adam kirim.


"Nih pegang, awas jangan buat maen maen" kekeh Bang jali saat menyerahkan satu senjata api untuk Adam.


"Buat nembak ayam langsung mati gak, Bang?" tanya Adam polos saat benda itu ada di tangannya.


Adam tertawa kecil, benda yang dulu hanya ia lihat di Film atau buku kini benar-benar ada dalam genggamannya dan itu membuat ia bingung antara senang dan takut.


Adam berjalan santai di belakang Bang jali menuju mobil yang akan membawa mereka ke bandara kota, di sana sudah ada helikopter yang menunggu keduanya untuk terbang ke kota X sesuai perintah bos besar.


Tak ada obrolan apapun yang Adam atau Bang Jali bicarakan, Keduanya larut dalam pikiran mereka masing-masing mulai dari dalam mobil sampai berada di dalam helikopter.


"Disana kita tinggal dimana, Bang?" Karena penasaran akhirnya ia bertanya juga pada Bang Jali.


"Dirumah istri muda bos"


"Oh, ternyata si boss punya istri banyak juga ya" ucapnya sambil mengangguk anggukan kepala beberapa kali.

__ADS_1


"Kalo mau setor dadakan gak ribet harus pulang" bisik Bang Jali.


"Wah.. patut di contoh ini, Bang" kekeh Adam yang langsung membuat Bang Jali mengernyitkan dahinya.


"Seriusan mau di contoh? yakin bisa dua in Diana?"


"Hahaha, kaga Bang! satu aja kalo ngambek udah bikin gua sakit kepala" ujar Adam, sikap Diana yang sering marah tak jelas karna mencari perhatiannya menang terkadang turut memancing emosinya juga, tapi bagaiamana pun Adam masih tau diri karna untuk saat ini Dianalah satu satunya tempat ia pulang.


.


.


.


.


.


Tapi perasaan gue kok gak enak ya, Bang?!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Gak enak kasih kucing DamDam 😘


like komennya yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2