Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 76


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Apa dia memintamu pulang?" tanya Diana saat Adam sudah mengakhiri panggilan teleponnya.


"Dia memintaku untuk datang, karna aku berada di tempat ku pulang" tegas Adam lagi.


"Pergilah, aku tak apa"


"Aku akan datang padanya besok siang, masih ada satu hari bersamamu. Kita jalan-jalan, ok"


Diana mengangguk cepat, matanya langsung berbinar bahagia karna ia sendiri pun lupa kapan terakhir kali pergi berdua keluar dari rumah mewahnya itu, seringnya di kurung oleh Adam membuat pergi adalah satu hal yang langka bagi Diana, si cantik yang di jaga ketat hati dan raganya oleh Adam selama empat tahun mereka bersama.


"Kita akan kemana?" tanya Diana.


"Dari kasur ke kamar mandi, hahahaha" Adam menjawab sambil tertawa apalagi saat ia melihat raut wajah Diana yang menahan kesal padanya.


"Nyebelin" cetus Diana sambil mencubit perut kekasihnya.


****


Restaurant ternama di kota tempat tinggal Diana di pilih Adam untuk makan malam mereka berdua, tak ada siapapun disana justru menambah kesan romantis anatara keduanya.


"Padahal aku lebih senang makan di angkringan" kata Diana saat menunggu pesanan mereka datang.

__ADS_1


"Benarkah? habis ini kita ke angkringan. Aku akan mengantarmu kemanapun itu, sayang" ujar Adam yang tak kalah bahagia dari Diana, ia bagai terlepas dari jeratan yang selama ini mengikat dirinya. Mulai hari ini ia akan menjadi dirinya sendiri bebas melakukan apapun tanpa takut di awasi karna semua anak buah Tuan Jammy kini ada dalam genggamannnya.


"Entah lah, terimakasih saja rasanya tak cukup aku ungkapkan padamu, aku benar-benar bahagia malam ini. Aku serasa memiliki mu secara utuh, Dam"


"Aku memang milik mu seorang, hanya kamu pusat duniaku"


Keduanya saling melempar senyum saat duduk berhadapan di satu meja bundar. Diana yang memakai gaun malam berwana merah dengan bagian punggung terbuka semakin terlihat cantik dan menggoda Adam yang tak pernah sedetikpun berpaling darinya.


Pasangan kekasih yang layaknya suami istri itupun menikmati hidangan mereka dengan lahap sambil di selingi obrolan ringan bahkan rencana masa depan indah mereka yang entah kapan terwujud.


"Gak ada niat baik yang gak di kabuli Tuhan, Dee" kata Adam saat melihat ada keraguan di wajah cantik Diana.


"Ya, aku tahu itu. Niat saja dulu" kekehnya saat menjawab.


"Pulang yuk" ajak Diana.


"Gak jadi ke angkringan?" tanya Adam mengingatkan keinginan Diana tadi.


"Enggak deh, kapan-kapan aja. Kan kamu janji akan sering mengunjungiku lebih lama jadi masih ada waktu lain untuk kita bersama" tolak Diana sambil tersenyum penuh harap jika Adam bisa memegang janjinya tadi.


"Baiklah, kita pulang"


Keduanya bangun dari duduk, melangkah bersama keluar dari resto menuju mobil yang terparkir.

__ADS_1


"Mau kemana lagi?" tanya Adam memastikan sebelum sampai kerumah mereka.


"Kemana ya, aku mau pulang" sahut Diana yang keuekeh dengan pilihannya.


"Yakin? gak mau mampir atau beli apa-apa buat dirumah mumpung masih di luar" tawar Adam lagi yang di Jawan gelengan kepala.


"Enggak, aku gak mau apa-apa. Kenapa sih? " Diana balik bertanya seakan bingung dengan Adam yang memaksanya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Aku kalau udah masuk selimut udah gak mau keluar lagi sayang...


__ADS_2