
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
RahardiAwan Biantara.
RahaSenja Biantara
Dua bayi kembar pengantin itu kini sedang tidur nyaman di rumah utama, usianya yang sudah hampir dua bulan tentu sudah bisa di bawa kemanapun termasuk ke Mall untuk Shoping dan perawatan.
Cahaya dan Langit yang berniat menginap tentu sudah menyiapkan segalanya.
Ia ingin tak ada satupun yang tertinggal di rumah Biantara saat ia pergi kerumah utama tempat tinggal kedua orangtuanya.
"Emang kakak Air kapan pulangnya?" tanya Si bungsu pada Melisa saat wanita baya itu sedang menimang Senja diatas pangkuannya.
"Besok pagi katanya" jawab sang Mama.
"Tapi papa kok gak yakin ya, dek" timpal Reza yang bermain dengan Awan diatas kasur kecil sebagai alas bayi laki-laki itu berbaring.
"Gak yakin gimana?" tanya Melisa dan Cahaya berbarengan..
"Bentar lagi juga pada nongol!"
Ya, Didalam bangunan mewah turun menurun itu kini memang hanya ada Reza dan Melisa karna si sulung sedang pergi bersama anak dan istrinya ke luar kota, mereka bertiga sedang meninjau langsung klinik bersalin yang baru saja di bangun di pedalaman desa di kota B.
"Si Tutut mana bisa lama pergi jauh dari Gajah" kekeh Cahaya.
__ADS_1
"Hari ini aja udah lima belas kali Vc nangis terus minta pulang" sambung Melisa.
.
.
Senja yang mulai rewel langsung di susui oleh Cahaya, sedangkan Awan di pegang oleh Langit yang baru saja pulang dari kantor. Keduanya kini sudah terbiasa mejaga si kembar secara bergantian. Memiliki mereka adalah anugerah terindah selama penantian panjang keduanya menginginkan hadirnya sang buah hati. Sepuluh tahun bukan waktu yang cepat untuk pasangan itu bersabar dengan segala usaha yang sudah mereka lakukan tapi semua akhirnya berbuah manis saat Awan dan Senja hadir mengisi rumah tangga mereka.
"Mih, kok bibir Awan putih sih?" tanya Langit pada istrinya.
"Masa? coba bawa ke Mimih sini" pinta Cahaya yang semenjak dua bulan ini harus rela tak di panggil adek lagi di depan si kembar.
Langit pun dengan segera mengangkat tubuh montok si sulung ke atas pangkuan Cahaya setelah menggeser Senja lebih dulu. Bayi perempuan itu kini bergantian Langit lah yang menimang.
Keseruan yang tak akan terulang lagi dalam hidup mereka adalah saat saat mengurus si kembar. Se repot apapun ternyata sangat nikmat untuk di rasakan karna semua itu tak akan pernah terulang mengingat Cahaya yang tak memungkinkan memiliki anak lagi.
"Telepon dokter ya, biar diperiksa"
"Gak usah, Nanti aku bakal rajin rajin buat nyu suin biar cepet sembuh. Aku gak mau mereka dikit dikit minum obat, Bang" jawab Cahaya lirih. Cukup dirinya saja yang merasakan hal seperti itu, jangan sampai menurun pada kedua anaknya.
Selesai menyu sui Awan dan senja mereka pun keluar dari kamar menuju ruang tengah untuk menunggu jam makan malam.
Sikembar yang sudah kenyang pun di baringkan diatas karpet busah karna tertidur begitu nyenyak nya. Namun suara langkah seperti orang berlari mengalihkan fokus mereka untuk menoleh kearah tangga.
"Appa... dede puwang Oey" teriak Sam dengan sangat keras sambil berlari kearah Reza yang duduk di sofa.
__ADS_1
Bocah laki lak cucu pertama Rahardian itu langsung memeluk dan menciumi wajah pria yang teramat ia rindukan tapi tangisnya pecah saat menoleh ke arah si kembar.
"Huaaaaaaaaaa, Onty Chaca nakal oey"
"Dede kenapa?" tanya Reza yang bingung karna Sam tiba-tiba menangis histeris di dalam pelukannya.
.
.
.
.
.
Bayi bayinya napa bobo di Jajah Dede?
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Si onty emang cari Ribut 🤣🤣🤣
__ADS_1
Harusnya pake boneka PHYTON kan turunan Biantara 😋...
Like komennya yuk ramaikan.