Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 84


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kenapa begitu mudah? siapa yang mendahului ku?


Adam membathin dalam hatinya sambil terus melayangkan aksinya yang ingin segera ia sudahi, erang an dan de sahan yang didengar Adam tak membakar bir AHInya justru membuat ia muak dan ingin cepet menembak lahar panasnya yang begitu banyak karna terakhir ia melakukannya dengan Diana tanpa melakukan lagi meski bersolo karir di kamar mandi.


Adam menyudahinya dengan senyum menyeringai bukan senyum kepuasan yang biasa ia berikan pada kekasihnya. Ayunda yang merasakan lelah yang teramat bagai remuk badannya masih saja memejamkan matanya.


Ada rasa sedikit kecewa yang Adam rasakan saat melihat miliknya tak ada sedikit pun bercak darah kesucian sang istri seperti yang ia lihat dulu bersama Diana. Hanya ada sisa sisa lahar mereka yang bercampur menjadi satu.


Adam turun dari ranjang ia yang tak membuka pakainnya sama sekali hanya menurunkan sedikit celana tentu melenggang bebas ke kamar mandi untuk membersihkan sang phyton yang mulai melemas.


"Aku pergi!" ucap Adam pada Ayunda yang masih banjir keringat.


"Kemana? sayang, tunggu!"


Gadis yang tak suci entah dari kapan itupun bangun dari tidurnya mengejar Adam hanya memakai selimut. Ia menarik tangan suaminya yang sudah memegang kenop pintu.


"Aku bukan pel Acur yang selesai kamu pakai lalu kamu tinggalkan!" sentak Ayunda dengan mata merah menahan marah.


"Hah? kamu pikir aku akan bertahan pada wanita seperti mu? siapa yang sudah mengambil mahkotamu itu?" tanya Adam santai namun menusuk sampai ke jantung Ayunda.

__ADS_1


"Aku... aku"


"Apa? Aku menikahi gadis yang tak lagi perawan!"


Adam melepas cekalan Ayunda, ia meninggalkan sang istri yang menangis tersungkur di lantai kamar mereka usai ber cinta.


Akan ku jadikan ini alasan atas rasa kecewa ku!!!


*******


Sebulan berlalu dari kejadian malam panas Adam dan Ayunda, keduanya sama sekali tak bertemu. Adam tetap tinggal di apartemen dengan sesekali pulang menemui Diana di luar kota, sampai akhirnya mama menelepon putranya untuk mengabarkan jika Ayunda masuk rumah sakit sejak semalam.


Adam yang mendengar kabar itu pun akhirnya mau tak mau kerumah sakit, setidaknya orangtuanya itu tak menaruh curiga apapun pada rumah tangganya yang sejak awal tak pernah baik dan bahagia.


Cek lek


Reno membuka pintu dengan sedikit lebar agar Adam bisa masuk lebih dulu yang lalu akan di susul olehnya.


Adam menarik napasnya dalam dalam saat melihat Ayunda meringkuk lemas dengan wajah pucat dan kurus.


"Nda... " panggil Adam pelan yang berdiri di sisi ranjang pasien.

__ADS_1


"Ayunda, kamu mendengarku?" sapa Adam sekali lagi yang tak juga di jawab oleh istrinya yang terlihat begitu lemas tak bertenaga.


Adam yang baru saja ingin menarik kursi harus menoleh kebelakang saat mendengar suara pintu kamar rawat inap terbuka.


"Mama, Ayunda kenapa? sakit apa dia?" tanya Adam saat wanita yang melahirkannya itu berjalan semakin dekat kearahnya.


"Dia tak sakit, Dam" jawab Mama sambil tersenyum tapi membuat putra kedua Biantara itu menakutkan kedua alisnya bingung.


"Lalu?"


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Dia hanya sedang mengandung anak kalian!


__ADS_2