Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 57


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Tak ada pilihan lain dan tak bisa ikut bicara, itulah yang di rasakan oleh Adam sekarang. Ia hanya bisa mengangguk saat keluarga Tuan Jammy menentukan tanggal pernikahan Adam dan Ayunda.


"Baiklah, saya rasa cukup sampai disini pertemuan kita untuk urusan anak anak, waktu pun sudah di tentukan jadi mari kita persiapkan pernikahan mereka dengan segera" ucap papa mengakhiri obrolan yang membosankan bagi Adam, belum lagi Ayunda yang terus bergelayut manja di lengannya.


.


.


"Hati hati di jalan ya sayang, sampai bertemu di hari kita sah menjadi suami istri" bisik Ayunda setelah mengurai pelukannya.


Adam tak menjawab, Ia justru memalingkah wajahnya yang sudah sangat kesal dengan tingkah agresif anak dari bosnya itu.


Selama perjalanan pulang ke kediaman Biantara, Adam tetap diam seribu bahasa lagipula tak ada yang mengajaknya mengobrol atau bertanya tentang perasaannya kini. Anggota keluarganya seakan menikmati drama yang sedang di mainkan Ayunda dan orangtuanya.


"Aku muak. Sungguh sangat muak!" bathin Adam.


*******


"Saya Terima nikah dan kawinnya Ayunda putri Pramudya binti Jammy Pramudya dengan mas kawin satu set perhiasan dibayar Tunai" sebut Adam dengan sekali tarikan napas didepan pak penghulu dan saksi.


"Bagaimana, Sah?"


Saaaaah..


"Alhamdulillah, mari kita berdoa bersama" ucap pak penghulu meminta semua yang hadir untuk mengangkat tangan mereka meng Aamin kan semua doa yang akan ia panjatkan untuk berlangsungnya kebahagiaan pasangan suami istri yang akan enempuh hidup baru.

__ADS_1


Adam menitikan air mata sedihnya, hatinya hancur berkeping-keping mengingat sang kekasih yang sudah berminggu-minggu tak ia kabari sama sekali, sejak pulang dari kota A ia dikurung secara ketat, tak punya alasan sama sekali untuk bertemu Bi Asni, tempat ia meminta tolong selama ini, saking marahnya bahkan urusan untuk makan pagi dan malam pun papanya lah yang memberikan langsung ke kamar sekalian mengomel bahkan memukul Adam lagi dan lagi.


"Aku bahagia, sangat bahagia sayang" Ayunda terus memegangi cincin berlian yang baru saja di sematkan suaminya di jari manis.


"Terserah padamu" jawab Adam masih dengan nada dingin karna menahan jengkel.


Acara ijab kabul yang di adakan pagi langsung disatukan dengan acara makan siang dua keluarga dan kerabat dekat, sedangkan Resepsi akan berlanjut malam hari, itulah yang Adam tahu saat fitting baju pengantin beberapa hari lalu.


Bagi yang memperhatikan, tentu siapapun akan langsung sadar dengan dinginnya sikap Adam pada wanita yang baru saja di nikahinya itu, tak ada senyum dan bahkan sering menghindar saat Ayunda mendekat sudah terlihat jelas sekali bagaimana pernikahan ini tak pernah Adam inginkan.


Namun, Adam bagai mendapat angin segar saat kedua netranya menangkap sosok Akram. Sepupu sekaligus sahabatnya itu datang menghampiri untuk memberikan selamat.


"Masih punya hati?" tanya Akram ketus, ia yang diberitahu kabar pernikahan Adam kemarin sore tentu masih kesal.


"Maaf, ceritanya panjang banget" ucap Adam yang sebenarnya ingin sekali menangis dalam pelukan Akram yang semoga saja percaya padanya.


"Gue pinjem ponsel lo" bisik Adam.


"Buat apa?" bukan langsung memberi, Akram malah balik bertanya dengan ekspresi bingung dan aneh.


"udah cepetan, gue mau telepon Diana"


Akram semakin dibuat tak mengerti, ia memang tahu jika Adam sulit di hubungi akhir akhir ini bahkan cenderung menghilang bagai di telan bumi, tapi Akram tak pernah tahu alasannya sama sekali.


"Nih"


Adam menerima benda pipih itu dengan perasaan lega, ia langsung bergegas ke toilet dengan cara diam-diam jangan sampai Ayunda curiga padanya.

__ADS_1


Didalam bilik toilet Adam langsung menekan nomer Diana yang tentunya sangat ia hafal di luar kepala, rasa tak sabar ia rasakan saat masih saja nada tunggu yang ia dengar di telinga kanannnya.


"Ayo angkat sayang, aku merindukanmu"


"Dee..."


Adam terus saja mencoba menghubungi Diana hingga berkali-kali, ia takan menyerah begitu saja sampai bisa mendengar suara lembut kekasihnya itu menyapa.


"Hallo"


.


.


.


.


.


.


.


.


Loh.. kok cowok?

__ADS_1


__ADS_2