Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 11


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Byuuuuuurrrrr


Diana yang kaget hanya bisa diam saat tubuhnya di siram dengan air berwarna merah dari atas yang entah oleh siapa, ia yang baru hendak keluar gedung sendirian tanpa Amel tentu merasa takut dan kebingungan.


Ia langsung mendongakkan wajahnya tapi tak ada siapa pun untuk ia salahkan.


"Dingin ya" suara seorang gadis yang belum ia hafal membuat Diana langsung menoleh.


"Enak disiram? masih berani buat ngajak Adam ke ruangan kosong." ucap Renata.


"Keganjenan banget, lo pikir dengan lo ngerayu Adam di Lab kita semua gak tau?" timpal Monica sambil tertawa sumbang.


"Aku gak pernah ngerayu Adam" jawab Diana, rasa dingin di tubuhnya membuat ia sedikit menggigil.


"Alah, pe la cur!" ejek dua gadis populer itu sambil tertawa.


Kejadian pulang sekolah yang terjadi pada Diana tentu menjadi pusat perhatian sebagian siswa dan siswi yang masih ada di sekolah, apalagi murid yang melihat langsung dan mendengar apa yang dikatakan dua ratu OSIS itu jika Diana merayu Adam di ruang Lab yang kosong.


Anak baru banyak tingkah.


Otak encer tapi murahan juga ya.


Wah, gak nyangka ya, muka doang tampang malaikat.


Sok polos, jangan-jangan udah jebol.


Diana mencoba untuk tak menghiraukan apa yang ia dengar selama ia berjalan menuju gerbang sekolah, tubuhnya yang hampir semua berwarna merah membuat gadis berambut panjang sepinggang itu merasa sedih dan mengutuk dirinya sendiri.

__ADS_1


"Harusnya aku cukup tahu diri, kalau aku tuh dimana!" umpat nya kesal dan menyesal karna menyetujui tawaran beasiswa di sekolah ini.


"Aku mana mungkin pulang begini!" gumamnya lagi hampir meneteskan air mata.


"Ada gue, gak usah takut" ujar Adam secara tiba-tiba sambil menutupi tubuh bagian atas Diana dengan jaketnya.


"Dingin ya"


Diana hanya mengangguk, bibirnya begitu pucat dengan mata merah berkaca-kaca, ia sedang sekuat tenaga menahan agar buliran cairan bening tak membasahi wajahnya yang ia yakin sudah sangat berantakan.


Sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Adam dan Diana yang berdiri di halte tempat gadis itu biasa menunggu angkutan umum saat pulang sekolah.


"Yuk masuk" ajak Adam yang sudah sedari tadi menggenggam tangan Diana.


"Kita mau kemana?" tanyanya lebih dulu.


"Bersihin badan lo, emangnya lo mau pulang dengan bentuk gak jelas begini, hah?" Adam balik bertanya.


"Mau gak? kelamaan mikir!" sungut Adam mulai kesal, Diana tak hanya polos tapi juga begitu lambat memutus sesuatu meski selalu berujung pasrah.


"Iya, aku ikut lebih dulu denganmu tapi kamu harus janji untuk mengantarku pulang setelah aku membersihkan diri" pintanya sebelum masuk kedalam mobil berwarna hitam.


"Bawel!"


.


.


Selama perjalanan ke suatu tempat yang Diana sendiri belum tahu, Adam sama sekali tak melepas genggaman tangannya.

__ADS_1


Ia justru bagai tak sadar malah memainkan jari-jari lentik Diana yang putih bersih.


"Kita mau kemana sebenarnya?" tanya Diana yang sudah sangat penasaran, ia begitu tak enak hati saat mobil mewah yang ia tumpangi ini jadi basah karnanya.


"Kita ke hotel" jawab Adam santai.


"Mau ngapain ke hotel?" tanya Diana langsung panik, sebagai gadis berusia tujuh belas tahun ia cukup paham karna Diana hanya polos bukan bodoh.


"Bersihin badan lo lah! emang lo mau mandi di kali?" ujar Adam sedikit menyentak kesal saat Diana tadi menarik tangannya secara kasar.


Gadis itu mengubah posisi duduknya menjadi tegak serta sedikit bergeser menjauh dari Adam.


.


.


.


.


.


Gak usah ke G'R an, gue gak akan macem-macem kecuali lo juga emang mau dan ngasih.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Eh.. eh.. eh..


Gue cubit tuh bibir ya kalo minta grepean di awal.

__ADS_1


Gak boleh DP duluan, paham!!


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2