
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Satu minggu pernikahan Adam dan Ayunda, tak ada yang mereka lakukan selain bertengkar setiap hari dalam kamar. Keduanya memilih tinggal di kediaman Biantara untuk sementara sesuai keinginan mama yang percaya jika gadis yang kini menyandang sebagai menantunya itu tengah mengandung cucu penerus keluarga mereka.
"Gue gak mau ikutan ya, lo mainin aja drama bunting lo itu sendiri!" cetus Adam sambil meledek istrinya yang sedang kesal karena ternyata mama begitu antusias sekali hingga akhirnya banyak mengantur hidup Ayunda.
"Pokoknya besok aku mau pulang ke kota A" tegas Ayunda dengan dada terlihat naik turun menahan geram.
"Pulang sana! gak ada yang larang juga. Ini tempat tinggal gue jadi gue gak akan kemana-mana" jawab Adam santai.
"Gak bisa, kamu harus ikut aku kesana. Pokonya kita akan tinggal sama-sama"
"Heh! se bejad bekasnya gue, gue masih paham kalo dimana-mana istri ikut suami, bukan suami ikut istri. Kalo lo gak mau ikut gue ya udah pulang sana sendiri"
Ayunda yang mendapat penolakan dari Adam semakin kesal dan jengkel, apalagi ia juga belum mendapatkan hak nya sebagai istri. Adam sama sekali tak menyentuhnya meski ia sudah melepaskan seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benang pun.
Adam yang memang laki laki normal miliknya tentu langsung meronta, tapi akalnya masih kuat untuk tak menyentuh Sang istri ditambahnya tak ada gairah sama sekali karna dalam benak dan otaknya selalu memikirkan Diana.
__ADS_1
*****
"Sudah siap?" tanya Dokter Radit, ia yang hari memang libur bekerja nyatanya malah menyempatkan diri untuk mengantar Diana pulang meski gadis itu terus menolak.
"Sudah, apa aku tak merepotkanmu?"
"Tidak, hari ini aku punya banyak waktu. jangankan mengantarmu, untuk membawamu jalan-jalan pun aku siap" jawab dokter Radit merayu, pria berusia dua puluh delapan tahun itu memang begitu sangat kasihan pada Diana karna berkali-kali mencoba bunuh diri dan sempat mengalami depresi.
Dokter Radit mendorong kursi roda yang di duduki Diana, sedangkan Eyang dan satu ART lainnya membawa barang-barang milik Diana selama ini dirawat selama dua minggu di rumah sakit.
Selamapl perjalanan pulang Dokter Radit terus memperhatikan gadis yang kini duduk di sampingnya itu, Diana banyak diam dan malah cenderung melamun dengan tatapan kosong entah kemana.
"Disini rumahmu?" tanya dokter Radit.
"Iya, Dokter. Disini tempatnya" jawab Eyang karna Diana tak kunjung menjawab.
Dokter Radit mengangguk paham, ia menekan klakson tiga kali agar gerbang rumah milik Adam yang di tempati Diana segera terbuka.
__ADS_1
Radit sedikit takjub dengan Rumah mewah yang kini di hadapannya, tampak sejuk karna halaman yang cukup luas mengitari bangunan dua lantai itu.
Setelah turun dari dalam mobil, semua bergegas masuk kedalam rumah. Eyang langsung menuju kamar nona mudanya sedangkan ART yang lain membuat kan minuman untuk Diana dan dokter Radit yang kini duduk di ruang tamu.
Perasaan pria beralis tebal itu langsung mencelos saat melihat foto Diana dan Adam yang terpasang di dinding dengan sangat besar, belum lagi figura figura kecil yang berjejer rapih dalam lemari kaca atau pun di atas meja yang semua foto mereka berdua.
"Ini kekasihmu?" tanya Radit menunjuk satu foto pria berkaos biru lengan panjang.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Dulu iya... tapi entah untuk sekarang!!!