Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 52


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Braaaakkkk..


Adam yang terlalu fokus pada apa yang ingin ia gapai sampe harus tertiban ponselnya sendiri, ia mengaduh kesakitan sembari mengerang kenikmatan karna bisa Phyton nya sedang menyembur.


"Dee.. hallo sayang" panggilnya pada Diana yang tak bersuara.


"Iya, udah belom?" tanya gadis cantik yang kini duduk di pojokan kamarnya sambil menahan air mata.


"Aku kira tidur, aku bersih bersih dulu ya. Tutup aja teleponnya udah malem kamu harus istirahat"


"Hem" Diana sengaja hanya bedehem agar Adam tak curiga dengan suara seraknya.


"Aku mencintaimu, Dee"


Adam turun dari ranjang sambil merapihkan lagi sarung yang terkena ceceran Bisa miliknya yang tumpah begitu banyak, Adam kembali mengguyur tubuh tinggi putihnya itu di bawah guyuran air shower yang hampir tengah malam, rasa dingin tak ia hiraukan asal bisa mandi dengan keadaan bersih dan suci lagi.


#Pretlah


*****


Jam enam pagi suara ketukan pintu kamarnya sudah membuat ia sangat merasa terganggu, Adam bangun dengan perasaan kesal sampai ke ubun ubun.


Cek lek.


"Apa sih!" sentak Adam saat memegang kenop pintu.


"Ayunda"


Gadis cantik seumurnya itu tersenyum simpul tepat di depan kamar Adam, pria tampan yang tak memakai baju itu pun dah buat terkejut setengah mati.


"Hai, masih tidur rupanya?"

__ADS_1


Adam hanya terseyum kecil lalu mengangguk, ini bukan yang pertama kalinya Ayunda mendatangi Adam ke markas jagal, jika sudah begitu Adam hanya boleh berada di sisi Ayunda tanpa kemana-mana lagi.


"Kapan dateng?"


"Semalem sama papa" jawabnya yang masih berdiri di tempatnya.


"Oh, aku mandi dulu ya"


"Ok, aku tunggu di ruang makan ya, kita sarapan sama-sama" ucap Ayunda, ia memang cantik dan ramah tapi entah mengapa tak pernah bisa menggetarkan hatinya sama sekali.


Adam akan di buat resah dan bersalah saat Ayunda duduk di sisinya, bayangan Diana semakin tak bisa ia hindari dari otak dan pelupuk matanya, Adam hanya bisa mengucapkan ribuan maaf dalam hati untuk gadis kesayangannya itu yang kini jauh dari jangkauannya.


.


.


.


"Kok ngelamun, kenapa?" tanya Ayunda saat usai sarapan.


"Iya, ada yang mau mama dan papa bicarakan padamu tentang kita nanti malam"


Adam mengernyitkan dahinya saat mendengar ucapan Ayunda yang menurutnya sangat aneh.


"Tentang hubungan kita? maksudmu apa."


Ayunda tersenyum simpul, ia melingkarkan tangannya di lengan Adam dengan sangat manja.


"Iya, aku menyukaimu, Dam, aku ingin kita bisa bersama dengan satu tujuan yang pasti"


"Tujuan apa? tolong jelaskan yang benar" Adam bukan tak mengerti, ia hanya sedang menganggap ucapan Ayunda tak sama dengan apa yang ia pikirkan saat ini.


"Papa akan memintamu untuk menikahiku, kita akan bahagia bersama, bagaimana menurutmu?"

__ADS_1


Adam langsung bangkit dari duduknya, sikapnya yang tiba-tiba tentu membuat Ayunda tersentak kaget.


"Kenapa? kamu tak menyukai ku?" tanya Ayunda, ia bicara dengan nada serius seakan bukan Ayunda yang Adam kenal selama ini.


"Bukan, bukan begitu"


"Lalu kenapa? aku menawarkanmu kebahagiaan dan ku harap kamu tak menolaknya" ucapan Ayunda seakan sebuah ancaman bagi Adam.


"Aku.. aku tak bisa"


"Harus bisa, AKU MENCINTAIMU!" sentak Ayunda lagi.


Ayunda menarik tangan Adam hingga keduanya kini berdiri begitu dekat dan saling berhadapan. Dalam hitungan detik kedua bibir mereka menyatu saat Ayunda menekan tengkuk pria pujaanya itu.


.


.


.


.


.


.


Kalian???


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Tercyduk 🤣🤣🤣🤣🤣


Kawin.. kawin.. kawin..

__ADS_1


Like komennya dulu yuk


__ADS_2