
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Pernikahan yang berlangsung pagi tadi nyatanya langsung membuat Adam tak mau lepas dan jauh dari Diana. Ia terus menempel dan mengikuti kemanapun arah istri mudanya itu melangkah.
Langit yang melihat tingkah Papi nya pun hanya bisa menggelengkan kepala.
"Kita kalah ya dek' papih lebih bucin dari Abang" bisik Langit pada Cahaya yang beberapa hari lagi resmi menyandang status menjadi Nona muda Biantara.
"Mungkin abang kalo tua juga begitu" sahut si cantik seraya menoleh pada Pria yang sudah menjaga hidupnya sejak lahir kedunia.
"Tapi Abang gak mau pisah sama kamu, entah Abang jadi apa kalau sampe kehilangan kamu" lirihny dengan tatapan sendu ke arah Cahaya. gadis cantik yang menjadi cinta pertama dan terakhir dan satu satunya selama ini.
"Jadi jomblo lah, haha" sahut si bungsu Rahardian saat menimpali ucapan sserius calon suaminya.
.
.
Diana yang datang menghampiri anak dan calon menantunya itu kembali di susul oleh Adam yang tadi sempat menerima telepon lebih dulu.
"Sayang, aku pergi dulu ya sebentar, ada yang harus ku selesikan lebih dulu" pamit Adam pada sang istri yang kemudian ia cium seluruh wajahnya.
"Iya, hati hati di jalan dan cepat kembali jika urusanmu selesai"
__ADS_1
"Tentu, persipakan dirimu karna malam nanti aku tak akan memberimu ampun" bisiknya lagi yang langsung membuat Diana merinding dan bangun semua bulu halusnya.
Adam yang terkekeh lalu menoleh kearah langit dan Cahaya yang duduk di depan mereka, pasangan yang akan menikah itu pun hanya bisa mengulum senyum.
"Papi pergi sebentar, jaga Mami mu sampai Papi pulang ya" pinta Adam pada putanya.
"Abang mau pulang, Pih" sahutnya seray melihat jam di pergelnagan tangannya.
"Aku gak apa apa kok, ada mbak yang neminin aku disini" timpal Diana yang sadar betul dengan posisi putranya yang tak akan bisa lepas dari keluarga Raharadian.
"Kita bisa pulang nanti, Bang" ucap Cahaya, tak hanya Langit, ia pun harus terbiasa bersama orang tua calon suaminya.
"Yakin?"
"Ya udah, kamu tidur di kamar Abang ya, ayo" ajak Langit sambil mengulurkan tangan saat ia sudah lebih duu bangun dari duduknya.
Keduanya pamit menuju kamar Langit yang tepat berda di kamar Diana.
Cahaya yang sudan berbaring di balik selimut seperti biasa harus memegang tangan prianya agar bisa cepat terlelap.
"Cape banget ya, Maaf"
"Gak kok Bang, emang udah waktunya aku tidur abis minum obat tadi. Ngantuk gak ngantuk dan cape gak cape aku harus istirahat biar aku cepet sembuh" jawabnya untuk mengurangi rasa bersalah Langit yang sudah membawanya sedari pagi.
__ADS_1
"Kamu tdur ya, Abang akan temenin disini" Langit yang sudah duduk di kursi sisi ranjang terus menatap lekat Cahayanya, gadis yang sebentar lagi halal untuk ia sentuh dan ia miliki jiwa dan raganya secara utuh pula.
Perlahan mata sendu itu menutup rapat, ada hembusan napas yang mulai teratur menandakan si pemilik hati sudah terbuai ke alam mimpi.
Langit dengan pelan melepas tangannya, ia benarkan lagi selimut yang harus rapih menutupi tubuh Cahaya, ia tak akan mengizinkan apapun menyentuh kulit halus sang calon istri.
Kini ia beranjak dari kursi dan keluar dari kamarnya, dengan pelan Langit membuka dan menutup pintu agar tak mengganggu tidur Cahaya, baru saja ia membalikkan badan ternyata matanya kembali ternoda.
.
.
Ya ampun! kalian lagi ngapain sih?
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
siram Bang 🤣🤣🤣
Kucing garong lagi ngelobi ikan tongkol 🤭
Mohon harap di maklum! 🙄
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1