
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂.
Dua hari setelah di sekap dan di siksa akhirnya Adam di lepaskan, Ia dibawa lagi kerumah istri muda Bos besarnya.
Selama disana Adam jelas terlihat sangat murung karna tak bisa sama sekali menghubungi Diana, ponselnya di rampas oleh Ayunda saat ia masih berada di dalam mobil.
"Aku tahu kamu pasti khawatir banget, maafin aku. Maafin aku, Dee".
Braaaakkk..
Suara pintu yang terbuka dengan sangat keras membuat Adam yang sedang duduk lemas langsung menoleh, ia mengernyitkan dahinya saat melihat Bos dan Ayunda berdiri di ambang pintu sambil tersenyum penuh arti.
Keduanya berjalan mendekat bersama satu orang pria yang membawa nampan berisi makanan dan minuman, pria itu adalah Reno, orang yang memberi Air untuk Adam di gudang usai di siksa.
"Taruh didekatnya" titah Ayunda pada Reno.
"Baik, Nona"
Reno tersenyum pada Adam yang melihatnya dengan tatapan sendu, entah kenapa keduanya bagai dekat padahal tak pernah bertemu.
"Silahkan, Tuan"
"Terimakasih" balas Adam sambil tersenyum.
Ayunda yang berjalan mendekat akhirnya duduk di sisi Adam, ia mengusap kepala pria yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Jika saja kamu tak menolak ku, kamu tak akan terluka begini, sayang" ucap Ayunda, jujur dalam hatinya ia begitu kasihan melihat Adam sedikit babak belur dan lemas.
"Mati pun aku siap, asal tak menikah denganmu!" jawab Adam dengan sorot mata mematikan.
__ADS_1
"Kamu!"
Ayunda yang kesal akhirnya bangun dari duduknya, dengan napas naik turun dan emosi yang hampir memuncak sampai ke ubun ubun.
"Masih berani menolakku?!" sentak Ayunda, melihat Putrinya kembali marah tentu Bos besar pun kembali geram.
"Saya sudah menghubungi keluarganmu, mereka siap untuk datang mengantarmu melamar Ayunda minggu depan. Jadi persiapkan saja dirimu untuk pernikahan kalian"
Adam langsung tercengang mendengar ucapan Bosnya, bagaimana mungkin mereka sudah melakukan rencana yang jauh di luar dugaannya.
Secepat inikah?
******
Sesuai kesepakatan kedua belah pihak keluarga akhirnya Adam pulang kerumah orangtuanya, ia di sambut oleh papa dan Bagas di ruang tamu dengan sorot mata mematikan.
Plaaak!
"Anak kurang ajar! setelah di tahun lalu membawa kabur anak gadis orang dan kini malah menghamili gadis yang lainnya juga!"
Deg..
"Siapa yang hamil?" tanya Adam.
"Hah! masih pura pura?" cetus Bagas, ia lah orang yang selalu menyiram bensin di tengah apa kemarahan orang tua mereka.
"Yang hamil siapa?" Adam kembali bertanya, perasaanya semakin tak menentu saat melihat sang kakak tersenyum menyeringai kearahnya.
"AYUNDA"
__ADS_1
Adam yang terkejut reflek mundur satu langkah karna tersentak kaget dan tak percaya dengan apa yang di beritahukan papa dan Bagas, detak jantungnya benar-benar bagai ingin melompat dari dalam tubuhnya.
"Masih mau mengelak?" tanya papa dengan nada kesal.
"Tentu! karna aku tak melakukannya" jawab Adam dengan tegas.
Tapi rasa percaya diri Adam lagi lagi harus di uji saat Bagas melempar benda kecil ke dadanya, apalagi kalo bukan alat tes kehamilan.
"Ini bohong, Pah!" cerca Adam yang kini marah, bahkan ia menginjak benda tersebut saat melihat dua garis merah disana yang menandakan jika itu memang positif.
.
.
.
.
.
Persiapkan saja dirimu untuk nanti malam!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Mulai konflik ya..
tanah napas 😝😝😝😝
Lagi ngejar crazy up biar bisa kaya kmren 5 bab InsyaAllah biar cepet kelar balik uwu uwu lagi 😅😅
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikkan.