
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
BRAAKKKK...
Reza melempar berkas yang di berikan oleh orang kepercayaannya yang selama ini bertugas memantau Adam selama belasan tahun . Meski pria itu mendekam di penjara tapi ia tahu jika tangan kanan Adam masih berkeliaran bebas mencari tahu tentang Diana dan Langit.
"Siapakn mobil, antar saya ke apartemen Diana" titah Reza, dalam keadaan kesal begini ia tak ingin mengendarai mobilnya sendiri.
"Baik Tuan"
Selama perjalanan menuju tempat tinggal Diana yang masih satu kawasan dengan apartemennya juga, Reza terus mende sah kesal sembari membuang napas kasar. Hidup damainya kini mulai akan terusik dengan keluarnya Adam dari penjara.
Saat sampai pun ia langsung turun dengan sedikit membanting pintu mobilnya setelah memerintah kan supir untuk kembali ke perusahaan karna ia tak akan melanjutkan lagi pekerjaannya di kantor.
Langkahnya begitu tergesa saat masuk kedalam tempat tinggal Diana setelah ia mengabari lebih dulu jika akan segera datang dalam waktu beberapa menit lagi.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Diana langsung saat melihat raut wajah ayah angkat putranya itu tanpa senyum ramah seperti biasanya.
"Suami mu bebas hari ini" jawab Reza langsung tanpa basa basi lagi.
Diana yang berdiri di belakang Reza langsung diam mematung, dunianya bagai berhenti sejenak begitu pula dengan detak jantungnya.
"Suamiku?" lirih Diana pelan dengan mata berkaca kaca. Selama ini ia memang tak pernah mau tau lagi tentang Adam, bahkan saat Reza ingin memberitahu kan kabar apapun tentang Adam, Diana lebih memilih diam atau menghindar.
"Ya, suamimu! Dia bebas lebih awal beberapa bulan dan ini sangat di luar dugaanku" kata Reza lagi.
"Hanya Langit! Dia pasti tahu dan akan mencari sendiri putranya" tukas Reza yang akan yakin jika hari itu akan datang padanya.
"Jangan berikan Langit pada Adam, ku mohon"
Diana berlutut dengan deraian air mata yang sudah banjir dari wajah cantiknya.
__ADS_1
Reza yang melihat itu tentu langsung meraih bahu Diana meski ragu karna pantang baginya menyentuh wanita lain selain istri tercintanya.
"Aku akan melakukan yang terbaik, kamu tak perlu khwatir. Aku akan bertindak lebih cepat darinya"
Reza terus meyakinkan Diana agar lebih tenang, Ia memberitahu rencana yang akan ia lakukan pada anak angkatnya itu. Awalnya Diana menolak mentah mentah tapi sekali lagi Reza mengatakan jika semua ini demi putra mereka. Tentu ia pun belum siap jika harus kehilangan Langit begitu saja. Reza memilih menggolotorkan uang yang tak sedikit demi Diana dan orang-orang yang akan menjaga ibu dan anaknya itu. Penjagaan ketat oleh orang yang bisa di andalkan di bidangnya sudah terbukti jika Diana maupun Langit tak pernah terusik dan tersentuh sama sekali selama ini.
"Tuan yakin jika ini yang terbaik untuk putra kita?" tanya Diana lagi di sela isak tangisnya dengan tangan meremat kain di bagian dadanya yang seakan begitu sesak.
"Semoga, lebih baik begini untuk beberapa waktu. Karna jika Adam nekat tentu bukan hanya berimbas pada mu saja tapi juga pada anak dan istriku yang tak tahu apa-apa." jelas Reza yang sebenarnya bingung. Bagai buah simalakama yang keputusannya pasti memberatkan semua pihak.
.
.
.
__ADS_1
Baiklah, tapi izinkan aku ikut, Tuan!