Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 40


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Sebulan berlalu, Adam sudah mendaftarkan kuliah di salah satu unversitas negeri hasil mengikuti banyak tes agar mendapat beasiswa meski tak sepenuhnya. Setidaknya ia tak lagi menambah murka kedua orangtuanya yang pasti akan malu jika tahu semua rekan bisnis meraka tahu anak kedua Biantara itu hanya lulusan Sekolah Menengah Atas.


Adam yang mulai sibuk kuliah kini hanya memiliki sedikit waktu bertemu dengan pujaan hatinya, tak jarang ia memaksakan datang meski sudah larut malam hanya untuk bertemu meski beberapa jam saja, Adam ingin sejenak terlelap dalam dekapan Diana yang selalu menjadi pusat dunianya.


"Kamu keliatan cape banget, emang sekalian kerja?" tanya Diana saat memperhatikan wajah tampan kekasihnya yang sedikit tirus dan kusam.


"Kerja apa? mana bisa aku kerja, kalo kerjain kamu aku baru bisa. Kaya gini nih" ucapnya yang langsung bangun dari tidurnya dan naik keatas tubuh Diana.


"Eh, kamu mau apa?" Diana yang panik mencoba mendorong dada Adam agar tak terlalu menempel padanya.


"Mau kerjain kamu, boleh ya. Pengen banget" godanya yang memainkan hidungnya dengan hidung Diana.


"Lah, kan emang tiap kesini juga bilangnya begitu, pengen banget pengen banget!"


Adam terkekeh, ia begitu senang menggoda kekasihnya sampai gadisnya itu mengumpat jengkel.


Ia tenggelamkan wajahnya di ceruk leher Diana untuk menambah hasil karyanya yang sebenarnya sudah banyak karna ia sudah membuatnya dari sejam lalu saat mereka masuk kamar. Adam tak pernah mau tidur di kamarnya, ia selalu lebih dulu naik keatas ranjang Diana sebelum gadisnya itu naik.


"Cukup, Dam. Aku malu jika bertemu Eyang dan melihat leherku" keluh Diana yang sering menghidar untuk menutupi ulah Adam.


"Eyang tak apa-apa, jika aku yang membuatnya karna tanda ini ada saat aku menginap, Kan?"

__ADS_1


"Kamu pikir siapa lagi yang membuatnya!"


Adam tertawa, Ia mengecup kening Diana lama dan lembut. Ia ingin gadisnya itu tahu betapa ia sangat mencinta dan mendamba.


"Jangan tinggalin aku ya, kalau suatu hari nanti kamu tau betapa busuknya aku" pinta Adam dengan mata yang mulai panas karna menahan air mata.


"Kenapa bicara begitu? aku tak akan kemana mana"


Adam hanya memberikan senyum terbaiknya, Diana yang sudah menjadi segalanya tentu ia tak akan berdaya tanpa gadis itu.


"Kamu sudah membuatku bergantung padamu, mana mungkin aku pergi begitu saja. Aku akan menjadi wanita yang paling setia untukmu, percayalah" tegas Diana dengan nada penuh keyakinan.


"Terimakasih"


Tangannya yang sudah menjelajah kemana kemana akhirnya membuat Diana men de sah kenikmatan.


Tak perduli dengan suara yang mungkin di dengar Eyang, keduanya telah larut dalam bira Hi yang terus menuntut lebih dan lebih.


"Dam, sakit" lirih Diana saat bukit kanannya terlalu kuat di re mas oleh Adam yang sibuk membuka pengait b Ra berwarna hitam yang begitu kontras dengan kulit tubuhnya yang putih.


Adam melempar penutup bukit itu ke sembarang arah, dengan detak jantung yang berdegup entah berapa kali lipat ia pun langsung melahapnya tanpa ampun.


Memainkan kerikil kecil di ujung puncaknya dengan lidah sampai Diana harus meng erang menahan sesuatu yang seperti ingin meledak di bawah sana.

__ADS_1


"Cukup, Dam. Jangan lebih dari ini" Diana langsung tersentak kaget saat Adam mulai turun menciumi perut ratanya.


.


.


.


.


.


Aku janji, gak di masukin Dee...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Pret...


Jangan percaya Dee..


Otak kriminal tuh sekarang 🤣🤣🤣🤣🤣


ada beberapa kata dibuat pisah ya. sengaja biar lolos Acc bukan karna typo😂😂

__ADS_1


__ADS_2