
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂.
Langit yang menerima kabar jika sang pujaan hati kembali masuk rumah sakit tentu langsung datang tanpa berpikir dua kali, tubuhnya lemas bagai tak bertulang saat dokter mengatakan jika si bungsu dalam keadaan sangat kritis dan sedang benar benar butuh pertolongan yaitu donor jantung dengan cara pencangkokan, hanya itu satu satunya cara agar Cahaya bisa bertahan hidup meski tak sembuh total karna pasti ada saja efek samping lain setelah pasca operasi tapi setidaknya gadis itu masih ada harapan untuk memperjuangkan cintanya bersama pria yang selama ini selalu ada di sisinya sejak lahir ke dunia.
Tipisnya harapan membuat Langit akhirnya meminta izin pada Reza dan Melisa untuk menikahi Cahaya secepatnya. Meski berat hati tapi akhirnya pasangan suami istri itu setuju dan mulai mempersipkan segalanya.
Malang tak bisa di raih, Mujur tak bisa di tolak. Dalam waktu hampir bersamaan kejadian na'as pun di alami oleh Nana, Ia kecelakaan dan kini sedang di rawat dirumah sakit terdekat, tak ada yang tahu jika gadis cantik yang selama ini merawat dan menemani Diana kala sehat dan sakit ternyata menyimpan rasa cinta pada Langit yang luar biasa sejak pandangan pertama.
Kini Langit merasakan dilema yang sangat besar karna Cahaya dan Diana sedang sama-sama membutuhkannya saat ini, ia yang tak mengatakan hal yang sebenarnya hanya berpamitan keluar sebentar pada Melisa.
.
.
.
Selama perjalan ke rumah sakit dimana Nana dirawat hati Langit begitu kalut, masalah seakan silih berganti menerpanya yang biasa hidup tenang.
"Mami..."
Diana menoleh saat ia mendengar suara yang kini sangat ia hafal ada begitu jelas di telinganya.
"Mam, gimana keadaannya?" tanya Langit yang ikut panik saat tangis ibu kandungnya itu pecah dalam pelukannya.
"Semakin kritis, Nak. Mami gak mau sesuatu menimpanya, Mami takut" lirih wanita itu dengan nada bergetar.
"Nana pasti selamat, kita doakan yang terbaik" ucap Langit.
Langit terus menenangkan Diana sebisa mungkin meski perasaannya pun kini campur aduk. Karna tak hanya Diana, Melisa pun mulai ia tenangkan jangan sampai salah paham dengan keberadaannya kini yang memilih datang ke ibu kandungnya padahal jelas Cahaya belum sadarkan diri.
__ADS_1
Diana yang paham dengan kegelisahan putranya meminta Langit untuk kembali ke sisi Cahaya yang lebih membutuhkan, tentu Langit menolaknya karna ia tahu jika sang ibu hanya punya dirinya di dunia ini.
Paksaan Diana akhirnya membuat Langit sedikit luluh dan tak ingin berdebat lebih panjang, tapi saat ia ingin beranjak dari duduknya dokter pun datang dan memberi kabar jika Nana dalam keadaan sangat kritis mereka pun di izinkan masuk untuk melihat lansung kondisi Nana.
"Na, ini saya, Diana" lirihnya sambil terisak.
Langit yang berdiri di sisi ibunya tak bisa melakukan apa-apa kecuali menenangkan wanita itu, Diana terus menangis karna ia tak sampai hati meliihat kondisi perawatnya yang sangat memprihatinkan.
Sedang Langit yang memang tak begitu kenal dekat hanya bisa memberi doa yang terbaik bagi gadis yang selama ini menemani ibunya dalam keadaan apapun itu.
"Mam, sabar ya" bisik Langit sambil terus mengusap bahu Diana.
"Nyo... nya" jawabanya pelan dan terbata.
Nana menoleh sedikit, ada buliah cairan bening di ujung matanya yang jatuh hingga telinga.
Gadis itu menangis menahan sakit di tubuhnya.
Nana hanya tersenyum, dari senyumnya seperti mengisyaratkan jika ia tak masalah dengan semua yang di perintahkan Diana padanya karna itu memang sudah tugas Nana sebagai perawat yang merangkap memenuhi segala kebutuhan Diana.
"Saya akan melakukan yang terbaik untukmu, kamu akan sembuh, Na" Diana terus meyakinkan dirinya dan juga gadis itu.
Lagi lagi Nana hanya tersenyum sambil mengangguk sekali, jika ia bisa mengeluh ia ingin mengatakan jika tubuhnya kini bagai remuk semuanya dengan rasa sakit yang luar biasa.
"Saya akan selalu bersama Nyonya" ucap Nana pelan dengan tersendat karna sembari menahan ngilu.
"Iya, kamu tak boleh kemana-mana, Kita akan selalu bersama sama" jawab Diana sambil terisak, entah kenapa kini merasa takut dan rasa takutnya kini berbeda.
"Mam, sudah. Kasian Nana" Langit semakin tak tega saat ibu kandungny tu justru histeris.
__ADS_1
"Mami minta tolong sama kamu, lakukan yang terbaik untuk Nana." mohon Diana pada putranya berharap dengan kekuasaan dan harta yang pastinya melimpah Langit mau memberikan pengobatan yang terbaik untuk perawatnya itu.
"Tanpa Mami minta, Abang pasti lakuin itu semua" jawab Langit meyakinkan.
Diana berhambur memeluk anak tunggalnya, kini ia tak lagi sendiri dalam kedaan apapaun karna ada Langit yang sekarng menjadi sandarannya.
"Nyonya..Tuan" panggil Nana, dua orang itu lalu menoleh dan kembali mendekat.
"Ada apa, kamu perlu apa?" tanya Diana.
"Saya ingin meminta maaf jika selama ini saya kurang baik dalam bekerja merawat Nyonnya," ucap Nana pilu denngan nafas berat dan tersengal.
"Jangan katakan itu, kamu sudah sangat baik selama bersama saya" elak Diana yang merasa jika Nana lain dari biasanya.
Nana menjawab dengan anggukan dan senyum, tapi sorot matanya beralih pada Langit. Sosok yang sangat ia kagumi saa pertama kali mereka bertemu.
"Tuan.."
"Panggil kakak ya, jangan panggil saya seperti itu" pinta Langit. Setelah Cahaya memberi peringatan pada Nana, gadis itu memang sudah tak lagi menyebutnya Abang,
.
.
"Ada yang ingin Nana katakan pada kakak!"
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Huaaaaa...... part Adam ketemu Diana dikit lagi oey... yuk bisa yuk buat ringkasin semuanya meski susah banget karna harus bolak balik ngubek ngubek lapak Gajah 🥱🥱🥱🥱
__ADS_1
01.47.. tidur dulu ya sayang, lanjut besok lagi crazy upnya malam ini cukup 4 bab dulu ya inshaAllah besok kelar. 🤭