Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 48


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Adam yang belum mengerti hanya mengernyitkan dahinya bingung, sedangkah Bang Jali yang melihat raut wajah polos pria di hadapannya itu malah tertawa.


"Kenapa lo?"


"Maksudnya gimana? gue udah gak anter barang lagi." tanya Adam memastikan apa yang barusan ia dengar.


"Iya, lo udah gak jadi kurir barang lagi sekarang!" kembali Bang Jali menegaskan.


"Terus gue kerja apa? Gile lo cicilan mobil gue belom lunas, Bang" rengek Adam yang langsung pusing dengan keputusan yang di berikan Bang Jali padanya.


"Otak lo kemana sih? gak ngerti ngerti sama omongan gue"


"Lo sekarang jadi tukang jagal, cincang orang" bisik Bang Jali, karna pekerjaan ini tak sembarangan yang bisa melakukannya bahkan Bang Jali sendiri tak berani sama sekali.


"Orang? manusia maksud lo."


"Iya, yuk ikut gue" ajak Bang Jali yang menarik tangan Adam menuju salah satu ruangan yang tak pernah ia masuki meski sudah dua tahun bekerja di sini.


"Ngapain, Bang"


"Udah lo diem aja" sahut Bang Jali, ia benar-benar tak bisa menahan tawanya.


Adam dan Bang Jali masuk kedalam ruangan yang cukup besar, betapa terkejutnya Adam saat melihat isi dalam ruangan tersebut.


"Gila lo, Bang! gak salah liat gue?"


"Kenapa? lo bebas mau ambil yang mana buat Jaga-jaga dan pegangan aja, karna mulai sekarang kerjaan lo makin berat" ujar Bang Jali serius.

__ADS_1


"Gue nembak orang, gitu?" tanyanya lagi yang di jawab anggukan kepala oleh Bang Jali tanpa senyum malah wajahnya mendadak datar tak ada ekspresi.


Adam memberanikan diri mendekat, ia benar-benar tak percaya dengan semua yang tertangkap oleh indera penglihatannya.


Berbagai senjata api berbagai ukuran dan model dari yang paling kecil sampai yang panjang tersusun rapi dalam rak rak dan juga dalam kotak, banyak juga yang menggantung di dinding khusus model senapan panjang.


Adam membuka satu lemari dan betapa terkejutnya ia ketika di dalamnya begitu banyak jarum suntik dan pil yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


"Ini buat apa, Bang?"


"Itu jarum dan alat kontrasepsi buat cewe cewe yang suka lo jagain, Dan" kekeh Bang Jali, kini ia duduk di salah satu sofa single dengan tangan melipat di depan dada.


"Tuh pepesan pake beginian juga" gumam Adam sambil menggelengkan kepalanya.


"Iyalah, kalo gak pake yang ada pada beranak pinak"


"Gila! nih balon banyak banget, ckckck"


"Wah, paham juga lo kalo sama yang itu. Sering pake ya?" ledek Bang Jali saat melihat Adam memegang kon DOM.


"Enak aja, ngapain gue pake beginian? masuk sarang aja belom pernah, Bang" sahut Adam membuang napas kasar.


"Jangan coba coba masuk sarang, tar lo ketagihan gak inget cari duit, Dam. Lo belom sepenuhnya bisa bales semua dendam lo ke orangtua juga kakak lo itu" ucap Bang Jali mengingatkan Adam yang benar-benar tak akan meminta se perak pun warisan dari Biantara.


"Iya, Bang. Gue akan nikahin Diana dulu setelah lulus kuliah nanti" kata Adam dengan senyum tersungging di sudut bibirnya.


"Baguslah, kesian dia kalo gak sampe lo kawinin" ejek nya lagi.


"Biaya kawin mahal, Bro! cari duit yang bener dan rajin, ini sengaja gue kasih lo kerjaan ini biar lo cepet kaya."

__ADS_1


"Caranya?" tanya Adam.


"Ya itu tadi, lo cincang orang!" sahut Bang Jali.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ya Allah Bang, gada yang pri kemanusiaan dikit gitu?


Ngepet aja dah gue!!!


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Sama aja woy 🤣🤣🤣🤣


Like komennya yuk ramaikan.

__ADS_1


__ADS_2