Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 85


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


" Dia hanya sedang mengandung anak kalian!" jelas mama yang bagai petir di siang bolong bagi Adam yang tak pernah berpikir sejauh itu.


"Hamil?" tanya Adam bingung dengan alis saling bertautan, ia menoleh sesaat kearah Ayunda yang masih terlelap seakan tak terganggu sama sekali dengan obrolannya dan mama.


"Iya, awalnya hanya periksa dengan alat tes kehamilan saja dirumah saat mama melihatnya muntah terus ketika sarapan dan untuk memastikan semua itu akhirnya mama dan papa membawanya kerumah sakit tapi Ayunda malah tak sadarkan diri"


Adam diam tertegun, bingung harus bersikap bagaimana karna ia tak siap dengan segala kenyataan yang sedang ia hadapi saat ini.


"Mama mau pulang dulu, kamu jaga Ayunda ya. Turuti semua maunya jangan sampai kejadian yang lalu terulang lagi di anak kedua mu ini. Kamu harus ingat jika Mama dan Papa begitu senang dengan kabar kehamilan istrimu. Ini hal yang paling kami tunggu dari mu atau pun Bagas" tegas Mama yang terlihat begitu bahagia saat melirik sang menantu yang terbaring lemas..


"Iya, Mah. Aku akan menjaganya"

__ADS_1


Adam melihat kepergian wanita yang melahirkannya itu penuh kerinduan karna jarang sekali keduanya bisa mengobrol begitu intens karna Bagas seringkali menghalanginya meski sekedar menyapa, tapi saat kakaknya itu sibuk mengurus Perusahan Biantara tentu sedikit juga waktunya untuk menghasut mama dan papa dirumah, pria berambisi besar itu tentu sedang bahagia sebab bisa mengeruk semua harta kedua orang tuanya tanpa menyisakan untuk Adam sebagai putra Biantara juga.


Adam menarik lagi kursi besi dan duduk tepat di sisi ranjang, ia melihat betapa pucat nya Ayunda dengan selang infus di punggung tangannya.


"Kamu hamil? karna perbuatanku tempo hari" lirih Adam, ia begitu kesal melihat wajah sang istri tapi ia juga tak berani membuat mamanya kecewa untuk kedua kalinya meski yang pertama tentu hanya sebuah drama tapi nyatanya mampu membuat mama menitikan air mata saat memeluk Ayunda yang berpura-pura terpuruk karna keguguran palsunya.


Lima belas menit berlalu, Adam hanya duduk terdiam sampai akhirnya Ayunda bergeliat lalu bangun. Gadis yang terlihat kurus itu sempat kaget saat melihat pria yang amat di rindukannya sedang menatapnya tanpa ekspresi sama sekali.


"Adam, benarkah ini kamu? kamu datang menjenguk ku, sayang" ucapnya begitu senang seraya bangun untuk duduk tapi karna tubuhnya begitu lemas ia pun menjatuhkan lagi dirinya karna tak sanggup bersandar di punggung ranjang.


"Dan aku hamil, aku benar-benar mengandung anakmu! Anak kita, Sayang" ucap Ayunda dengan mata berbinar bahagia.


"Apa itu anakku? Apa bisa kamu hamil padahal kita melakukannya sekali" tukas Adam meminta kepastian.

__ADS_1


"Demi Tuhan! aku berani melakukan tes DNA jika kamu ragu padaku, Dam" Kini wajah pucat nya sudah di banjiri air mata


ketakutan dan penuh harap.


"Itu kita lakukan nanti saat janinmu sudah cukup untuk melakukan tes DNA. Karna bagaiamanapun kamu sudah tak perawan saat aku melakukannya" sindir Adam yang bagai menusuk hati Ayunda.


"Maaf kan aku, Dam. Aku benar-benar menyesal pernah melakukannya dengan kekasih ku yang dulu. Aku akui pergaulan ku cukup bebas sebelum bertemu denganmu. Aku tak berpikir panjang untuk masa depanku saat melakukan dan menyerahkannya pada pria yang bukan suamiku" ucap Ayunda di sela isak tangisnya.


"Tapi selama menikah, aku hanya melakukannya denganmu, ku mohon percaya padaku"


.


.

__ADS_1


"Sudahlah, aku juga tak perduli kamu melakukannya dengan siapa. Simpan masa lalumu sendiri karna aku pun tak jauh lebih baik darimu!"


__ADS_2