
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kamu yakin dia akan memaksa?" tanya Diana yang ragu atas permintaan Adam yang menuntut kesuciannya malam ini.
"Entahlah. Tapi perasaanku tak enak sama sekali" jawab Adaam semakin mengeratkan pelukannya dengan tangan sambil meremas salah satu gundukan kenyal milik kekasihnya.
"Atau jangan jangan ini hanya akal akalan mu saja"
"Sayang, kamu gak tau gimana kesiksanya aku saat satu ranjang dengannya. Melepas salah menahan pun salah"
Diana malah terkekeh dengan apa yang di katakan Adam, ia paham betul apa yang di rasakan oleh pria yang masih tersegel itu meski sudah lecet karnanya.
"Lalu bagaiamana? bisa kita melakukannya malam ini" mohon Adam sambil menenggelamkan kepalanya di leher Diana seraya menyesapnya pelan sambil menunggu persetujuan dari sang pemilik kesucian.
"Jujur aku aku tak ingin memberinya sekarang, aku takut sakit dan lain lainnya juga tapi jika harus membayangkan kamu lebih dulu dengannya meski itu hanya sebuah kewajiban tentu aku tak akan pernah rela, sayang" ucap Diana sedikit meringis karna Adam semakin menyesapnya dengan keras.
"Makanya aku ingin kamu yang pertama merasakannya sebelum aku memulai dengannya" keukeh Adam terus merayu karna miliknya sudah menegang sempurna.
"Sakitkah?"
__ADS_1
"Mana ku tahu, tahanlah sedikit karna setelah itu pasti kamu akan keenakan" kekeh Adam yang langsung medapat tatapan tajam dari kekasihnya itu.
"Yuk ah! ngobrol mulu kapan tembusnya? keburu pagi"
Adam tanpa meminta persetujan lagi dari Diana langsung bangun dan mengungkung tubuh langsing sang kekasih yang sudah polos sedari tadi, dengan menarik napas dalam dalam Adam membuka kedua paha Diana agar terbuka lebar sampai terlihat sarang phytonnya dengan jelas.
"Aku akan bermain lebih dulu agar kamu rileks, Sayang"
Dengan lidah nakalnya ia menjelajahi satu area tubuh Diana yang paling senstif yang selalu membuat gadis itu meng Erang kencang merasakan rasa geli dan nikmat dalam satu waktu.
Diana yang me leNGUH dahsyat terus merem AS rambut Adam yang bearda di bawah sana.
"Sayang. No! cukup!" Diana kembali me ngErang dengan membusungkan kedua dadanya yang semakin membuat Adam terbakar bir AHInya.
Dirasa cukup membuat dua kali Diana merasakan pelepasan Adam pun naik lagi melanjutkan penjelajahnnya di dua bukit yang seakan menantangnya dengan pucuk keriikil yang merona merah dan keras di atas puncak dua gunung area favoritnya.
Entah berapa jejak merah yang di tinggalkan Adam di sana, Diana yang lemas akhirnya mulai ter ANGSang lagi saat Adam terus memi LIN dan meng Hisap keduanya secara bersamaan tanpa ampun. Tak ada yang mereka ingat lagi kecuali satu tujuan yaitu kenikmatan meski hanya sesaat tapi selalu mereka ulang berkali kali tanpa lelah.
Keringat yang sudah banjir bagai pertanda bagaimana panasnya pergulatan mereka di atas ranjang. Tak ada rasa bosan meski sudah sedari dulu melakukannya dengan satu tubuh pasangan yang sama, tak pernah sedikitpun terbersit dalam benak Diana atau Adam untuk mencobanya dengan yang lain.
__ADS_1
"Boleh aku merenggutnya sekarang? ku mohon Dee" bisik Adam dengan suara berat menahan na fsunya yang sudah sampai di ubun ubun.
Diana diam sejenak, banyak yang terlintas dalam otak gadis yang sudah pasrah dan tak bertenaga itu. Namun rasa penasaran dan rasa takut kehilangan lebih menguasai dirinya saat ini.
Adam tersenyum senang saat pemilik hatinya itu akhirnya mengangguk tanda setuju.
.
.
.
.
.
.
Selamat menikmati perjaka ku, Dee....
__ADS_1