Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 72


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Nda, kamu lagi dateng bulan ya?" tanya Adam saat melihat sedikit bercak merah di baju tidur tipis yang di kenakan Ayunda, karna warnanya putih tentu noda darah itu jelas terlihat.


Ayunda yang hanya menoleh tentu langsung melihat kearah boK ongnya, ia merengut kesal dan meletakkan lagi gelas yang baru ia raih dari atas meja.


Adam yang masih tercengang tentu hanya memperhatikan istrinya itu yang terlihat kesal masuk ke dalam kamar mandi.


"Kenapa dia?" gumam Adam yang akhirnya pindah ke sofa sambil meraih ponselnya.


Lima menit berselang Ayunda kembali ke luar dengan hanya memakai handuk yang melilit di tubuhnya, tak ada senyum di bibirnya yang ranum.


"Kenapa?" tanya Adam santai.


"Iya, aku dateng bulan!" ucapnya kesal yang lagi lagi duduk di atas paha Adam.


"Aku ingin, bisa dengan cara lain, kan?"


Adam mengernyitkan dahinya, belum paham betul apa yang di maksud oleh sang istri.


"Cara lain apa? gak usah macem-macem. Ini halangan alami jadi Terima nasib aja" ujar Adam yang mulai tak enak hati.


Ayunda langsung memeluk Adam sambil menenggelamkan wajah suaminya itu di dadanya yang membusung besar tanpa BRa.


"Awas nih, aku gak bisa napas"


Ayunda malah terkekeh, ia sangat gemas dengan Adam yang seringkali menolaknya.


"Sayang, kamu normal, kan?"

__ADS_1


Adam mencibir kearah Ayunda yang ia tahu sedang mamancing bi Ra hinya saat ini.


"Pakai bajumu, nanti masuk angin" titah Adam sambil berusaha membangunkan Ayunda dari pangkuannya.


"Sayang, aku ingin!"


Adam yang sudah bangun dari duduknya lalu mencium kening sang istri sekilas seraya tersenyum manis.


"Nanti ya kalo udah bersih, sekarang kita tidur"


Adam bisa bernapas lega, apa yang di takut kan nyatanya tak jadi kenyataan. Adam melenggang ke arah tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


****


Jam tujuh pagi Adam dan Ayunda turun dari kamar mereka di lantai dua menuju ruang makan karna Tuan Jammy dan istrinya akan pergi usai sarapan pagi.


"Kamu jaga Ayunda, papa harap kalian cepat bisa memberi keturunan" ucap Tuan Jammy di sela sela ia menikmati makannya.


"No, sayang. Habis ini aku ingin kita melakukannya agar aku cepat hamil" selak Ayunda tegas.


"Hem..."


Usai sarapan keduanya mengantar Tuan Jammy dan istri mudanya itu sampai kedapan pintu, Adam mengiyakan semua pesan yang di ucapkan oleh kedua mertuanya. Ada perasaan lain menyeruak dari dalam hatinya saat melihat Ayunda di peluk dengan begitu hangat secara beergantian oleh mama papanya.


"Jaga dirimu baik baik, sayang" pesan mama setelah mengurai pelukan.


"Iya, Mah. Ada suamiku yang disini kalian tak perlu khawatir"


Pesan yang sama juga di tunjukan pada Adam, keduanya melambaikan tangan saat mobil yang di tumpangi pasangan paruh baya itu mulai menjauh dan keluar dari area rumah.

__ADS_1


"Semoga mereka kembali dengan selamat" lirih Adam yang masih mentap jauh ke arah jalan.


"Pasti, aku hanya punya kalian beriga" timpal Ayunda pelan namun sontak membuat Adam menoleh.


Adam yang memilih pergi ke markas akhirnya meninggalkan Ayunda di dalam rumah. Adam mengecek pasokan barang haram yang siap edar dalam berbagai bungkusan kecil dan besar, tak lupa ia juga membuka freezer besar yang berisi organ tubuh yang sudah di bersihkan lalu di simpan.


"Semua aman, kan?" tanya Adam pada salah satu pria berbadan besar yang di tugaskan oleh Tuan Jammy mengatur pengiriman.


"Aman, Tuan"


Adam mengangguk paham sambil melirik jam di pergelangan tangannya, tak terasa sudah dua jam ia berada dalam markas yang dulu sempat sangat ia takuti.


"Tuan, Nona Ayunda tak sadarkan diri" teriak salah satu penjaga yang masuk sambil sedikit berlari.


"Kenapa?"


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Tuan dan nyonya kecelakaan!


__ADS_2