
ππππππππππ
Sembilan bulan berlalu, hari yang di nantikan pasangan suami istri yang menanti sang Buah hati akhirnya datang. Putri bungsu Rahardian Wijaya itu dalam waktu dua jam mendatang akan melakukan operasi ceasar di rumah sakit milik keluarganya.
Cahaya adalah satu-satunya wanita yang memilih jalan operasi mengingat riwayat penyakit dan juga umurnya. Langit yang terus mendampingi sang istri pun tak beranjak sama sekali dari sisi wanita halalnya itu.
Dua keluarga terus berdoa di ruangan yang di khususkan untuk menunggu. Biantara dan Rahardian lah yang paling terlihat kecemasannya terutama Reza yang hentinya berdoa.
"Ini lebih bikin aku khawatir, Ra" ucap pria tiga anak itu pada Khumairahnya.
"Semua akan baik-baik saja" timpal Adam yang duduk di hadapan besannya. Jika. Reza saja Sebegitu paniknya padahal pernah menunggu para menantunya melahirkan apalagi Adam yang baru pertama kali.
"Baik baik bagaiamana? ini semua ulah anakmu" cetus Reza.
"Hey!" sahut Adam dan Melisa berbarengan.
Dua orang itu tentu tak Terima saat Langit di salahkan.
"Anakku hanya memberi, anakmu yang menampung" balas Adam tak mau kalah.
Reza yang kesal melirik kearah istrinya. Namun siapa sangka wanita itu sedang menatap nyalang padanya.
"Berani salahin Abang lagi?" tanya Melisa dengan nada bicara dingin.
"Enggak, Ra. Maaf. Mereka enak berdua" sahut Reza yang langsung berhambur kedalam dekapan sang istri.
.
.
"Gak takut kan?" tanya Langit yang terus mengajak mengobrol istrinya di ruang operasi.
__ADS_1
"Enggak, kan Abang gak ninggalin adek" jawab Cahaya se santai mungkin saat semua team dokter sedang melakukan yang terbaik dengan tugas mereka masing-masing.
Langit terus mengusap air matanya, dalam proses persalinan keturunan Biantara justru Langit lah yang tak berhenti menangis karna ini adalah operasi yang benar-benar semua rasa ada dalam hatinya.
Takut, sedih, bahagia seluruhnya jadi satu dan terus bergejolak.
"Adek hebat, sebentar lagi ada baby yang akan ramein rumah kita. Abang bahagia banget dan gak sabar pengen peluk" bisik Langit lagi sambil menciumi pipi yang sedikit gembi semenja istrinya hamil.
"Tuh kan! Abang gitu" protes Cahaya pada suaminya
"Ugh, enggak sayang. kamu tetep prioritas Abang"
Langit kembali menciumi seluruh wajah istri tercinta, obrolan manja mereka pun teralihkan saat suara tangis bayi pecah menggema ke seisi ruangan operasi.
Persalinan yang memakan waktu kurang lebih dua jam itupun akhirnya membuat seluruh keluarga bahagia dan bisa bernapas lega manakala ibu dan anak nyatanya sehat dan selamat.
.
.
"Hey, kamu itu harus ngalah sama yang lebih ganteng" balas Reza sambil mengangkat cucu keempatnya dari box bayi.
Melisa dan Diana yang melihat tingkah para suami mereka hanya bisa menggelengkan kepala, Dua pria baya penguasa bisnis itu seakan balita yang sedang memperebutkan mainan baru.
"Mirip saya ya" ucap Adam bangga.
"Enak aja! Rahardian Junior ini" protes Reza tak terima saat bayi yang ada dalam gendonganya di samakan dengan besan.
"Mas..." panggil Melisa pada suaminya.
"Apa?" sahut Reza seraya menoleh pada Khumairahnya.
__ADS_1
"Tuh, dede lagi pundung di pojok" ucap Melisa melirik kearah cucu pertama mereka.
Reza yang menoleh kearah pintu langsung menyerahkan si bayi pada Adam, tubuh tingginya kini berjalan mendekat kearah Samudera yang merengut kesal.
"Dede kenapa? ngapain di pojok?" tanya Reza yang berjongkok di depan TututJajahnya.
.
.
.
Napa bayinya banak banak lagi, Oey?
Welcome Baby AwanSenja..
ππππππππππ
Part yang di tunggu akhirnya launching juga βΊ
Puas ya udah tau anaknya CahayaLangit.
Udah happy ending bangetlah.
Makasih buat yang udah ikut sampe sini, moga kalian tetep sehat dan kuat di pertengahan bulan Ramadhan ini.
Sayang Kalian banyak banyak ππππ
πΊπΊπΊπΊπΊ TAMAT πΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1