Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 43


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


"Bang, kapan kita kerja nih?" tanya seorang wanita cantik berbadan montok dengan warna kulit kuning langsat.


"Ya elah sabar dong" jawab Adam yang sedari tadi sedang bertukar pesan dengan Diana, gadis cantik yang di janjikan esok akan ia temui itu sedang merajuk tak bisa tidur.


"Gak sabar nih" sahut yang lainnya lagi sampai mengundang gelak tawa sebagian dari mereka.


Adam hanya tersenyum kecil, karna kini ia ada diantara dua puluh delapan wanita malam yang subuh nanti akan ia antar ke berbagai diskotik dan tempat hiburan malam lainnya tempat mereka menjajakan tubuh.


"Gak sabar dapet duit gede apa gak sabar dapet gesekan?" Wanita yang sepertinya sudah cukup dewasa ikut menimpali.


"Dua duanya, hahahaha"


Adam yang nampak tenang karna ini bukan yang pertama di titipkan para kupu kupu malam, tentu biasa saja saat mendengar para wanita nakal itu melepar candaan yang kadang membuat telinga Adam panas. Kata Vul gar pun tak luput keluar dari mulut mereka.


"Bang, Gak naf su liat kita? iseng banget nih" goda satu gadis cantik berambut merah nyala dengan tato di bagian dadanya yang begitu besar dan menantang.


"Kaga, lo pada kaya pepes teri semua" jawab Adam yang langsung mengalihkan matanya lagi ke ponsel.


"Cih, sombong amat, Bang. Sok jual mehong!"


"Iya dong, gak kaya kalian, ckck" kekeh Adam yang malah membuat satu gadis duduk me ngang kang di atas pahanya.


"Wih, mau apa lo, Neng?" kata Adam dengan senyum menyeringai.


"Godain Abang lah, masa iya gak nafsu liat kita yang bo hay begini" katanya yang menyodorkan bongkahan dada di depan wajah Adam

__ADS_1


"Gak mundur, gue gigit nih ya" ancam Adam saat bagian kenyal itu benar-benar menutupi pandangannya.


"Mau dong, yang kanan apa yang kiri dulu?"


Semua wanita yang ada di sana terkekeh melihat Adam yang satu satunya laki-laki disana benar-benar tak terpancing dengan kemolekan tubuh mereka.


"Buset, awas napa! Berat banget, Neng" cetus Adam yang kesal saat miliknya sengaja di gesek kan.


"Enak gak, Bang?"


"Kaga!" jawab Adam yang akhirnya membuang muka.


"Bangun ya, Bang?" bisik wanita itu yang masih duduk diatas pangkuan Adam.


"Masih nanya?! Bangun lah lo kira gue gak normal!"


"Bangun bukan berarti pengen, gue udah punya sarang sendiri jadi jangan macem-macem!" tegasnya sambil berbisik lalu pergi ke bagian pojok ruangan yang terdapat kursi santai, ia akan menghabiskan waktu yang tersisa sedikit itu untuk sejenak menutup matanya.


Tapi suara pintu terbuka menggelitik telinganya untuk menoleh.


"Bang Jali" gumam Adam pelan saat melihat pria dewasa yang sudah sangat baik itu berjalan menghampiri.


"Aman, Dam" tanya Bang jali pada Adam yang membenarkan posisi duduknya agar lebih tegak.


"Aman noh, godain mulu, sakit kepala gue bang dengerin mereka ngoceh terus!" adu Adam yang langsung membuat Bang jali terkekeh.


"Udah biasa, biarin aja"

__ADS_1


"Untung iman gue kuat, Bang! kalo gak inget sarang calon bini yang jauh, udah gue cob Los satu satu"


Gelak tawa mereka terhenti saat lagi lagi pintu terbuka, ada satu pria dan tiga wanita datang dan masuk secara bergantian.


"Dam, jagain ya" seru pria tadi sambil melirik kearah wanita-wanita yang ia bawa itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Astaghfirullah... kenapa di tambahin lagi pepesannya


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Tutup mata DamDAm 😆😆😆

__ADS_1


__ADS_2