Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 108


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Langit kecil yang di tinggalkan di atas motor karna si wanita tadi sedang membeli air harus terlonjak kaget saat ada bunyi petasan yang cukup keras tepat di depannya.


Ia berlari dan hampir saja terserempet oleh sebuah mobil mewah berwarna hitam.


Braaak...


"Ya Tuhan, kamu gak apa apa?" tanya seorang wanita cantik berumur dua puluh tahun turun dari kendaraannya.


"Takut," rengek Langit dengan wajah sangat menyedihkan.


Wanita yang kini sedang belutut di hadapan Langit pun langsung memeluknya. Namun, ia cepat menoleh saat ada seseorang menghampirinya.


"Maaf, mbak"


"Oh, iya. Ibunya anak ini ya? tadi hampir terserempet mobil saya" ucap si wanita tadi sambil bangun untuk berdiri dengan Langit memeluk perutnya.


"Bukan, mbak. Saya Ketitipan anak ini di jalan, mamanya di bawa ke mobil besar gak tau ada masalah apa, ini mau saya bawa ke kantor polisi."

__ADS_1


"Ibu serius?"


"Sumpah, demi Tuhan, mbak"


Langit mendongakkan wajahnya, matanya merah dan berkaca-kaca, siapapun yang melihatnya pasti tak tega dan sedih.


"Saya punya panti asuhan, saya bawa saja kesana ya sambil saya urus nanti ke kantor polisi" kata si wanita menawarkan diri karna melihat Langit yang terus menatapnya.


"Benarkah? sebelumnya perkenalkan nama saya Yenni"


"Saya Melisa, Bu. Kalau begitu saya bawa anak ini dulu ya" pamit Melisa sopan dan ramah seperti biasa.


"Iya, Bu. Saya permisi"


Melisa menggandeng tangan mungil Langit menuju mobil mewahnya, ia meminta sang supir untuk melanjutkan perjalanan menuju hotel.


Melisa, seorang gadis cantik berstatuskan istri dan menantu keluarga Rahardian Wijaya, ia yang sedang di sembunyikan oleh mertuanya siapa sangka akan bertemu dengan seorang bocah menggemaskan yang langsung membuatnya jatuh cinta.


"Siapa namamu, Nak?" tanya Melisa, ia begitu gemas karena Langit tak sedetikpun melepas kan pelukannya.

__ADS_1


"Langit" jawabnya pelan.


"Nama yang bagus, tampan juga orangnya"


"Iya, Buna"


Melisa mengernyit dahinya, ia kaget dengan sebutan yang di lontarkan Langit kecil padanya. Sampai di hotel milik keluarga suaminya Melisa dengan cekatan mengurus Langit, ia juga meminta tolong supir membelikan beberapa stel baju untuk salin.


Satu jam berlalu Langit sudah tampan dan kenyang, ia pun merengek ingin tidur dengan cara menarik ujung baju atasan Melisa.


Kini keduanya berbaring di atas ranjang saling memeluk, tak ada rasa takut yang Langit rasakan lagi padahal hari ini ia sudah melewati hari yang begitu mencekam.


Semuanya bagai hilang berganti rasa nyaman dan aman dalam pelukan Melisa yang sedari tadi di Panggilnya Buna.


"Siapa ibumu? tega sekali meninggalkan anak setampan dan sepintar ini" gumam Melisa sambil terus mengusap kepala anak yang sedang ia dekap.


Lewat tengah malam, akhirnya Melisa ikut terlelap terbuai mimpi. la yang lelah akhirnya bisa sedikit melupakan masalahanya dengan sang suami yang satu minggu ini belum terselesaikan. Reza Rahadian Wijaya, pria dua puluh tujuh tahun yang meninggalkkannya di acara Reuni sekolah demi menolong sang mantan kekasih yang tercebur ke kolam renang. Entah apa yang ada dalam otak dan hati suaminya sampai tega meninggalkannya begitu saja tanpa menoleh lagi padanya. Rasa kesal dan sakit hatinya membuat ia memilih lebih dulu menenangkan diri yang di bantu oleh sang mertua yang ingin memberi pelajaran untuk putranya itu.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Udah sebagian pada tahu yang lanjutannya, jadi mulai banyak yang di skip kecuali bab Diana yang di bawa kabur ninggalin Langit 🥰🥰


__ADS_2