
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Aku suka padanya" ucapan Ayunda tentu membuat pria yang kini sedang menyantap sarapannya langsung menoleh dengan cepat.
"Siapa? Adamkah."
"Iya, Pah. Aku suka dan ingin memilikinya, aku rasa papa tak keberatan"
Bos hanya tersenyum kecil ketika mendengar pengakuan dari sang putri yang tiga bulan kemarin genap berusia dua puluh tahun.
"Kalian masih sama-sama kuliah, selesai kan dulu pendidikan kalian. Masalah Adam bisa papa urus nanti" jawab Bos meyakinkah putrinya jika ia akan memberikan lampu hijau pada hubungan Adam dan Ayunda.
"Papa serius?"
"Tentu, dia anak baik. Papa senang jika kalian bisa bersama"
Bukan tanpa alasan Bos besar menyetujui putrinya ingin bersama Adam, ia tahu latar belakang keluarga incaran Ayunda bukan dari kalangan biasa melainkan masuk jajaran keluarga terpandang, terhormat dan terkaya di ibu kota jadi tak ada alasan untuk Bos tak suka dengan Adam selain memang anak itu baik, jujur dan pastinya sangat polos. Bahkan berkat kepolosannya itu membuatmu gerak geriknya di dunia hitam barang haram tak pernah terendus oleh pihak yang berwajib. Dan dua bulan ini lah ia akan mengasah kemampuan Adam agar lebih baik dan bisa di andalkan dalam usahanya kedepan.
******
"Aku akan pulang dan langsung menemuimu, Dee" rayu Adam pada sang kekasih saat keduanya berbicara lewat sambungan telepon.
"Kapan? Perasaanku tak enak, Dam" keluh Diana yang entah kenapa selalu di buat tak tenang dan uring-uringan tak jelas bahkan ia mulai sulit tidur karna pikirannya selalu tertuju pada sosok pria yang sedang ia khawatirkan.
__ADS_1
Ini adalah minggu ketiga Adam pergi sesuai perintah Bos besarnya, selama itu juga keduanya tak berjumpa mungkin sampai lima minggu mendatang.
"Ada waktunya aku pulang, aku hanya pergi selama dua bulan, aku harap sebelum dua bulan urusanku selesai, Dee"
Diana men des ah kesal. Namun, des ahannya malah terdengar sexy di telinga Adam yang memang sedang sangat butuh pelepasan.
"Sayang, aku merindukanmu" ucap Adam lirih, kini satu tangannya malah nengelus miliknya sendiri yang menegang dibalik sarung yang ia kenakan.
Adam yang berbaring diatas ranjang dalam kamarnya sendiri tentu bebas melakukan apapun tanpa adanya perasaan takut terlihat atau terdengar orang lain.
"Kamu kenapa?" tanya Diana, dirasa suara Adam begitu berat seakan menahan bir ahinya.
"Aku pengen, Dee... Pengen banget"
Diana langsung diam, ia tak bisa membayangkan apa yang sedang di lakukan kekasihnya itu sekarang.
"Sayang.. Aaaagghhh"
"Dee..."
Adam terus mengeluarkan des aha nnya, ia benar-benar tak kuat jika harus menunggu lima minggu lagi untuk pelepasan. Karna untuk sekarang saja ia sudah sangat tersiksa mengingat ia yang sudah sangat terbiasa dimanjakan oleh Sang kekasih.
Adam terus berusaha sendiri, Diana yang tak bisa berbuat banyak hanya bisa mendengar prianya itu meracau dan melenguh nikmat.
__ADS_1
"Aku rindu tanganmu, Sayang"
"Aku sangat rindu mulutmu, Dee"
Adam mengatakan itu dengan mata terpejam, bayangan wajah cantik Diana yang berkeringat menambah fantasi liarnya, tangannya terus berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mengeluarkan lahar panas yang sebentar lagi akan tercecer begitu saja keluar dari ujung kepala Phytonya yang tegak berdiri bagai tugu monas.
.
.
.
.
.
.
***Braaak...
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂***
Dadet dede...
__ADS_1
Kalo kata Sam sih gitu 🤣🤣🤣🤣
Like komennya yuk ramaikan.