
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Tidak, dia pergi bersama istrinya." jelas Akram.
"Istri! siapa yang memiliki istri?" tanya Diana dengan perasaan mulai hancur.
"Adam sudah menikah pagi tadi, kamu tak tahu?"
Pertanyaan Akram tentu tak dijawab oleh Diana, ponselnya jatuh bersamaan dengan cairan bening dari mata yang sudah merah sedari tadi.
"Kamu menikah dengan siapa? lalu aku bagaimana, Dam"
Diana yang langsung tak sadarkan diri tentu membuat Eyang dan dokter Radit panik. Dengan sangat cekatan dokter Radit langsung melakukan pemeriksaan.
"Tekanan darahnya sangat rendah, Bu"
"Lakukan apapaun itu, asal Nona Diana kembali sehat" Pinta Eyang dengan sangat khawatir.
"Pasti, kami akan lakukan yang terbaik untuk Pasien. Saya permisi" Pamit dokter Radit dengan mengusap kepala Diana sebelum ia melangkah keluar dari ruang rawat inap.
******
Acara resepsi yang harusnya berlangsung lancar dan meriah akhirnya di percepat karna memang keadaan Adam yang tak memungkinkan untuk menerima para tamu undangan yang memang tak terlalu banyak.
__ADS_1
Adam yang terbaring lemas tak perduli dengan istrinya yang kini ikut meringsek naik ke atas ranjang pengantin mereka.
Lingerie merah menyala menjadi penutup tubuh langsing putih Ayunda, dadanya yang besar menantang seakan menggoda untuk di sentuh.
"Bisa diem gak?!" sentak Adam saat tangan Ayunda memeluknya dari belakang.
"Ini malam pertama kita, mana bisa kamu menyuruhku untuk diam?"
"Tak akan pernah terjadi apapun di antara kita, Paham" tegas Adam yang belum juga membalikan tubuhnya.
"Benarkah? cukup mudah bagiku untuk mu mau tidur denganku, sayang" kekeh Ayunda dengan sangat percaya diri dan itu membuat Adam semakin muak pada gadis yang kini menyandang status nona muda Biantara.
"Terserah padamu, aku tak pernah menyukaimu dan ku tahu kamu sangat sadar akan hal itu"
"Karna kamu sudah memiliki kekasih? itu maksudmu." ucap Ayunda sambil tertawa keras, bahkan suaranya itu seakan menggema ke seisi kamar pengantin mereka.
"Sebelum kamu membunuhku, tentu aku akan lebih dulu membunuhnya" Jawab Ayunda dengan santainya seperti tak memiliki beban atas ucapnya.
"Bi Ad aB!" sentak Adam menahan geram.
Ia turun dari ranjang menuju sofa panjang depan TV, tak ingin rasanya ia terlelap satu ranjang dengan wanita berhati ib LiS yang sudah menghancurkan hidup dan masa depannya secara mendadak dalam hitungan hari.
Adam membaringkan lagi tubuhnya sambil terus berpikir dan menyusun rencana untuk keluar dari jeratan Ayunda dan dua keluarganya. Ia yang masih di jaga ketat selama dua puluh empat jam sungguh tak bisa berbuat banyak.
__ADS_1
"Aku harus pergi dari sini, tapi bagaimana caranya?"
Adam mende sah kesal, bahkan hotel kamar penggantinya ini pun tak ada balkon untuk ia kabur dengan cara meloncat atau apapun itu yang penting ia bisa keluar menemui Diana secepatnya.
.
.
.
.
.
.
"Aku bisa gila jika terus begini! ya Tuhan ku tahu dosaku memang begitu banyak tapi jangan siksa hatiku seperti ini, apalagi menghalangi jalanku yang ingin terus bersamanya, beri aku kesempatan untuk bahagia hanya dengannya dan cukup dengannya saja, aku tak butuh yang lain"
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Alhamdulillah.. kelar ya 5 bab..
Makasih banyak buat like dan komennya
__ADS_1
Temu besok lagi ya 😘😘😘😘
tayang banak banak kalo kata Sam sih 🤣🤣🤣