
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Aku janji, gak di masukin Dee..." ucap Adam dengan suara parau di atas perut rata Diana, bagian atas tubuh gadis itu memang sudah polos tanpa apapun yang menutupi dua buah daging kenyal miliknya yang menantang.
Aktivitas panas itu memang beberapa kali mereka lalukan meski Adam hanya sebatas bermain di area bukit tanpa menjelajah ke bagian paling in Tim.
Gesek an demi ges ekan dilakukan untuk menambah rang sangan tapi Diana selalu ingat untuk tak melakukan lebih.
"Lakukan sesukamu, tapi kumohon jangan yang itu" tolaknya lagi serius.
Adam yang baru ingin menurunkan celana tidur pendek Diana yang sebatas paha pun urung ia lakukan. Ia naik lagi keatas dan langsung memeluk kekasihnya bagai guling.
"Kalo gak boleh nasib aku gimana? selama dirumah aku sering kentang, disini aku gak mau begitu!" ocehnya kesal.
"Aku hanya memberimu sebagian, sebagian lagi nanti saat kita halal" tegas Diana. Seperti ini saja kadang membuat ia sangat merasa bersalah, tapi lagi lagi ia tak bisa menolak jika Adam sudah menyentuhnya.
"Keluarin kaya biasa" jawab Diana yang lalu menggigit bibir bawahnya saat tangan pria yang kini sedang memeluk nya malah sibuk memilin kerikil kecil di ujung salah satu bukitnya.
"Lepasin, Dee.. aku suka suara des ah anmu yang sexy, sayang"
Diana menggelengkan kepalanya, ia cengkram bahu kekasihnya itu saat sesuatu seakan ingin meledak dan keluar begitu tanpa bisa ia tahan.
Adam langsung memeluknya, ia biarkan Diana merasakan pelepasannya yang pertama seperti biasa.
Dirasa tubuh langsing itu tak lagi menegang dan mulai melemas, Adam pun menciumi seluruh wajah kekasihnya dengan lembut sampai ke leher yang sudah banjir keringat.
"Enak banget ya" goda nya telinga kanan Diana, ia yang masih memejamkan matanya sambil berusaha menetralkan lagi detak jantungnya hanya mengangguk pasrah.
"Gantian ya, tar kita sama-sama, ok"
__ADS_1
"Aku masih lemes, Dam"
"Tapi akunya udah tegang banget, nih coba rasain sama kamu" jawab Adam yang meraih tangan Diana untuk memegang miliknya yang tegak bagai tugu monas.
"Pegel, Dee... tolong Lemesin lagi ya sayang" pintanya sedikit merengek.
"Hem.. iya"
Diana yang masih merasakan sisa sisa kenikamatan tadi akhirnya bangkit dari tidurnya, ia turunkan tubuhnya yang basah hingga ke bagian tengah badan Kekasihnya.
la tersenyum kecil saat benar-benar melihat betapa tegak nya si phyton.
"Jangan! jangan ikat rambut mu, Sayang." cegah Adam yang tak suka jika tambut Diana terkuncir.
"Gerah, Dam"
"Aku pegangin rambutnya ya"
Adam bangkit lalu duduk bersandar di punggung ranjang sedangkan Diana bersimpuh siap melayangkan aksinya.
"Jangan di keluarin di mulut aku ya, kalo udah mau keluar bilang" ancam Diana, Adam yang tak kuasa menahan malah kadang membiarkan lahar panas miliknya menembak di kerongkongan Diana, dan itu tentu sering membuat kekasih marah dan merajuk hingga esok.
"Lagi mau ngeluarin di lepas itu gak enak banget, Dee" keluh Adam jujur,
"Enak gak enak harus enakin, dari pada aku keselek!"
"Iya.. iya.. udah cepetan!"
Diana mulai mel u mat ujung phyton milik Adam yang seakan meledek nya untuk di lahap sampai habis.
__ADS_1
Perlahan namun pasti kini hampir setengahnya sudah masuk kedalam mulut mungil Diana, ia memainkan lidahnya di ujung kepala sang phyton sampai desisannya menggema ke seisi kamar.
"Aaaaa arghh.. "
"Dee... lebih cepat, sayang"
.
.
.
.
.
.
.
.
Aw... jangan di gigit!!!
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Potong terus cincang alus 🤣🤣🤣🤣
Like komennya yuk Ramaikan.
__ADS_1