
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Sudahlah, aku juga tak perduli kamu melakukannya dengan siapa. Simpan masa lalumu sendiri karna aku pun tak jauh lebih baik darimu!" balasnya sambil bangun dari duduk lalu pergi tanpa menoleh lagi ke arah istrinya yang menangis histeris sambil memanggil namanya berkali-kali.
"Kita kemana, Tuan?" tanya Reno yang sudah menyalakan mesin mobilnya di parkiran rumah sakit.
"Kerumah Diana, aku merindukannya"
Reno hanya mengangguk paham, ia lajukan kereta besi sang Tuan Muda menuju kota yang di maksud.
Selama perjalan ke kediaman Diana, Adam hanya melamun padahal rasa kantuk mulai ia rasakan tapi sesak dalam dadanya membuat ia sulit memejamkan mata.
"Sudah sampai, Tuan"
"Ya, istirahatlah, kita pulang siang nanti" titahnya sambil membuka pintu.
Langkah kaki Adam begitu tergesa menuju pintu utama, ia yang punya kunci sendiri tak perlu membangun kan siapapun untuk membuka pintu. Ia langsung masuk dan bergegas menuju tangga dimana kamar Diana berada.
Cek lek
Adam membuka dan menutup kembali pintu berwarna putih itu dengan sangat pelan, senyum tersungging di sudut bibirnya mana kala melihat pemilik hatinya begitu pulas terlelap dibalik selimut.
Adam memilih membersihkan dirinya lebih dulu sebelum ia ikut terbuai mimpi diatas ranjang panas mereka.
"Euugh"
Diana sedikit melenguh saat salah satu bukit nya terasa ada yang mere mas lembut.
__ADS_1
"Sayang, aku merindukanmu" bisik Adam yang kemudian mencium bahu putih mulus milik Diana.
"Hem"
Adam terkekeh saat melihat wajah Diana yang polos cantik alami tanpa sentuhan makeup sama sekali, ia bagai bayi yang baru lahir di dalam dekapan Adam.
"Baiklah, malam ini aku tak akan menggangumu" ucap Adam seraya mencium kening pemilik hatinya dengan lembut dan lama.
Ia yang memang sudah sangat lelah ikut terbuai ke alam mimpi saling memeluk di atas ranjang dan selimut yang sama.
******
"Eh apa ini?" pekik Diana kaget saat di rasa ada tangan diperut ratanya, ia yang tidur menyamping akhirnya menoleh ke belakang.
"Adam! kapan dia datang?" gumam Diana bingung karna seingatnya semalam Adam mengatakan belum bisa pulang karna sibuk dengan kuliahnya.
Diana meringsek turun dari tempat tidur setelah dengan pelan menyingkirkan tangan kekasihnya.
Gadis cantik berambut sepinggang itu pun langsung membersihkan diri, ia mengecek seluruh tubuhnya karna mungkin saja Adam melakukannya saat ia terlelap.
"Masih lengkap, gak ada merah-merah juga" ujarnya pelan seraya meraba bagian leher dan dadanya yang masih terbungkus BRa.
Deg.
Jantung Diana seakan berhenti berdetak saat baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sudah ku bilang jangan bangun sebelum aku bangun, Dee" protes Adam yang nyatanya sudah duduk bersandar di punggung ranjang.
__ADS_1
"Maaf, tapi aku mules tadi" jawab Diana mencari alasan.
"Sini, aku akan menghukummu"
Belum juga jantung Diana kembali normal, ia malah harus menelan salivanya kuat-kuat sembari melangkah mendekat kembali ke arah tempat tidur.
"Siap menerima hukuman mu, sayang?"
Diana menganggukkan kepala dengan pasrah lalu memejamkan kedua matanya.
Cup cup cup.
Tiga kecupan mendarat di wajah cantik Diana yang baru saja habis mandi, wangi segar tentu langsung menggoda indera penciuman Adam.
Ia membiarkan gadis kesayangannya itu tetap terpejam sambil menunggu apa yang akan Adam lakukan padanya.
Serasa Adam tak lagi menyentuhnya, Diana pun membuka mata. Diana merengut kesel saat melihat Adam sedang menahan tawa.
"Apa yang lucu?"
"Haha, enggak! kamu lagi nunggu apa tadi?" tanya Adam menggoda.
"Gak nunggu apa-apa, Aku mau pakai baju dulu" ucapnya berusaha menghindar untuk menutupi rona malunya.
"Tunggu, ada yang ingin ku bicarakan denganmu" Adam langsung mencekal tangan Diana saat gadis itu hendak bangun dari duduk.
"Ada apa? sepertinya serius" Diana mulai tak enak hati, apalagi saat pria tercintanya itu menarik napas dalam-dalam sambil menundukkan pandangan.
__ADS_1
Ayunda hamil, Dee...