Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 125


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁


Reza yang baru saja mengurus kepergian Diana ke luar kota untuk pengobatanya semakin di pusingkan dengan kedatangan Adam ke kantornya lagi setelah minggu lalu pria itu juga datang ke rumah utama untuk bertemu dengan Orangtua Reza.


Adam benar-benar memaksa ingin mengambil Langit dari keluarga Rahardian Wijaya, ia bahkan kembali menawarkan imbalan yang cukup besar pada Reza dengan syarat ia mau memberi tahu siapa Langit yang sebenarnya.


Tentu Reza langsung menolak mentah-mentah, tak pernah terbersit dalam hatinya harus menukar anak itu dengan uang karna kini Langit tak hanya anak angkat tapi juga calon menantu idaman baginya dan sang istri.


Adam yang tadi mengancam akan menemui Langit dalam waktu dekat membuat Reza memutuskan untuk membawa anak angkatnya itu keluar kota berlibur dengan sang putri.


Keputusan Reza di sambut baik oleh pasangan menggemaskan Cahaya Langit, sampai istrinya saja tak percaya akan hal itu mengingat Reza begitu menyayangi si bungsu dengan sangat luar biasa, se serius apapun mereka nyatanya tak pernah sekali pun keduanya lepas dari pengawasan.


"Tumben nyuruh adek sama Abang liburan berdua? biasanya gak pernah kaya gitu" tanya Melisa penasaran saat keduanya sudah berada di kamar.


"Siapa bilang berdua, aku tetap awasin mereka, Ra" jawab Reza.


Melisa harusnya tak melupakan itu.

__ADS_1


"Abang udah minta ke aku buat lamar adek akhir tahun ini" ucap Reza yang langsung membuat wajah KHUMAIRAHnya itu merah merona.


"Yakin?, Abang mau lamar adek?" tanya wanita itu dengan sangat antusias bahkan ia menggeser duduknya lebih dekat


"Iya, kamu tau kondisi anak kita seperti apa, kan?" lirih Reza dengan suara parau.


Sungguh sakit hatinya jika mengingat semua pesan dokter.


"Masih belum ada donor jantung?"


"Ra, gak semudah itu. Meskipun ada gak sembarangan juga, jantung yang akan di donorkan harus sehat dan bener bener cocok, penyesuaian nya dengan tubuh pun butuh proses yang cukup lama" jelas Reza.


"Usahakan yang terbaik, By. Aku mohon" pintanya yang langsung berhambur memeluk Suaminya.


"Selalu, Ra. Kita selalu berusaha mencari cara untuk kesembuhan Chaca" jawabnya sambil mengusap punggung sang istri yang sudah terisak.


"Gak ada yang lebih menakutkan dibanding kehilangan kalian" tambah Reza lagi

__ADS_1


Jika seluruh hartanya bisa di tukar dengan satu jantung yang cocok dengan putrinya tentu ia takan berfikir dua kali menyerahkan dunianya demi senyum sang putri.


*****


Malam hari adalah jadwal keberangkatan Langit dan Cahaya ke luar kota, jadi tak salah jika siang ini ia akan membereskan semua pekerjaannya lebih dulu di kantor sebelum sore nanti pulang ke apartemen milik orang tua angkatnya.


Kesibukan Langit membuat waktu begitu cepat berlalu sampai tak sadar jika kini waktunya ia pulang.


Langit meraih jas dan bergegas keluar ruangan namun langkahnya terhenti saat salah satu asistennya sudah berada di depan pintu.


"Maaf, Tuan" Ucapnya sedikit menunduk.


"Ada apa?" Tanya Langit.


"Ada yang ingin bertemu dengan anda sore ini, mereka bilang ini adalah hal yang sangat penting" jelas sang asisten.


"Kamu tau kan kalau saya juga punya urusan yang jauh lebih penting, handle semuanya sampai saya kembali dan jangan hubungi saya selama saya pergi, paham" jawab Langit mengingatkan.

__ADS_1


"Baik, Tuan"


__ADS_2