Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 95


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ini kan? alat kontrasepsi pil KB." gumam Adam tak percaya dengan apa yang ia lihat. Adam yang sudah tau akan barang tersebut tentu tak akan salah menebak karna ia juga memasok ratusan tablet itu untuk para wanita kupu kupu malam peliharaannya.


"Pantas saja selama ada tak sekalipun ia hamil meski aku berkali-kali melakukannya dalam sehari!" ucapnya geram sambil meremas apa yang kini ia genggam.


Adam menyembunyikannya di dalam jaket sebelum ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Diana yang merasa kekasihnya itu belum juga turun ke lantai bawah akhirnya berniat untuk menyusul tapi di tengah tangga langkahnya berhenti karna Adam sedang berjalan mendekat kearahnya.


"Lama banget?"


"Hem, maaf" sahutnya sambil merangkul Diana menuju pintu utama, keduanya bergegas keluar untuk jalan jalan sore setelah berpamitan pada Eyang.


Diana yang memang tak pernah lama jika sedang marah mulai kembali bermanja lagi pada Adam, seringnya pria itu tak pulang tentu di manfaatkan Diana untuk memeluk sepuasnya.


.


.

__ADS_1


Kali ini pilihan jatuh pada sebuah Mall yang cukup luas dan komplit, Adam menarik tangan Diana masuk kedalam toko khusus Pa kai An dalam, Diana sempat mengernyitkan dahinya saat kekasihnya itu sibuk memilih begitu banyak lingerie berbagai warna, bentuk dan model sampai Diana kebingungan dan malu sendiri pada seorang pelayan wanita yan membantu melayani mereka.


"Sayang, apa itu tak berlebihan?" bisik Diana.


"Kenapa? buang lingerie lamamu, ganti semua dengan yang baru" jawabanya dengan senyum menggoda.


"Buat apa beli baru, aku baru pakai dua menit saja sudah di buka!" cetusnya yang tanpa sadar membuat si pelayan menahan senyumnya.


"Ya sudah, gak usah pakai kalau gitu. Langsung tampil polos aja biar gak buang buang waktu" balasnya yang mampu membuat kedua mata Diana yang teduh jadi bulat sempurna.


Usai memborong lingerie dan pa ka ian dalam lainnya keduanya menuju salah satu resto cepat saji karna haus dan lapar yang mereka rasakan setelah drama perdebatan kecil di toko tadi.


"Habiskan, malam ini aku tak akan memberimu ampun!" tegas Adam dengan sorot mata tajam tak main main.


"Aku pulang usai sarapan, aku akan menghukummu lebih dulu sepuasku, Dee" timpal Adam lagi.


"Apa salahku? aku tak merasa melakukan sesuatu, sayang" jawab Diana yang tak paham, namun ia mulai salah tingkah saat melihat senyum Adam yang tak biasa.


"Yakin? baiklah, akan ku beritahu kesalahan fatal mu di rumah nanti"

__ADS_1


Diana menelan Salivanya kuat-kuat, perasaannya mulai gelisah dengan debaran jantung yang tak karuan.


.


.


.


Adam mengalihkan rasa jengkel nya dengan mengumpat para pengendara lain yang menghalangi jalannya saat perjalanan pulang. Diana yang duduk di sebelahnya tak berani menenangkan apalagi menyalahkan.


Diana diam seribu bahasa memikirkan kesalahannya, ia ingat ingat apa yang ia lakukan hari ini tapi rasanya otaknya buntu secara tiba-tiba, yang ia ingat adalah Adam pulang padanya tanpa memberi kabar. Pria tampan itu langsung menyergapnya tanpa ampun tapi aksinya itu tertahan saat Adam menerima telepon, saat itu juga ia memanfaatkan waktu untuk...


.


.


.


.

__ADS_1


.


Pil KB ku! ya ampun, aku taruh dimana benda itu tadi?!!


__ADS_2