Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 53


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kalian?!" teriak suara seseorang yang sudah Adam hafal.


Dengan perasaan berdebar dan kesal ia langsung menarik wajahnya dan melepas ciuman yang baru saja di layangkan Ayunda. Keduanya menoleh dan terkejut saat melihat sosok pria tinggi tegap sedang mentapa tajam kearh mereka berdua yang masih saling berhadapan.


"Adam! apa yang kamu lakukan pada putri saya."


"Bos salah paham, ini cuma..." Adam tak meneruskan kata katanya karna Ayunda malah memeluk erat tubuhnya.


"Aku mencintainya, papa. Aku ingin bersamanya" ucap Ayunda yang semakin membuat Adam geram.


"Kita bicarakan di dalam"


Ketiganya masuk kedalam rumah yang memang bersebrangan dengan markas jagal dan tempat di simpannya organ organ manusia sebelum di kirim ke luar negeri, tapi tak hanya itu nyatanya banyak juga bocah di bawah umur dan balita hasil penculikan disana.


Adam yang berkali kali menepis tangan Ayunda saat berjalan masuk kedalam rumah membuat gadis iitu jengah dan merengut kesal.


Sampai keduanya duduk pun, Ayunda tak melepaskan tangannya daari Adam.


"Saya rasa kamu sudah tau tentang persaan putri saya" ucap Bos yang dudu di sebelah istri mudanya.


"Ya, Ayunda sdah mengantakannya tadi"

__ADS_1


"Lalu?"


Adam diam bergeming, ia bingung harus menjawab apa meski ingin sekali ia mengatakan Aku tak perduli.


"Satu hal yang harus kamu tahu, jika saya tak pernah menolak keinginan putri saya termasuk saat ia ingin menikah denganmu" tegas Bos pada Adam.


"Maaf tapi saya tak bisa"


"Harus bisa, Saya tak suka penolakan!" Bos bangun dari duduknya dan pergi begitu saja bersama istrinya.


Sedangkan Adam dan Ayunda yang masih di ruang tamu tak mengucapakan sepatah katapun lagi.


"Aku tak suka caramu!"


"Jangan pernah memaksaku! aku sudah punya calon istri" jawab Ada dengan sangat serius sambil menatap tajam kearah putri kesayanganny Bosnya.


"Hanya calon istri, tak masalah bagiku. Jika kamu sudah punya istri pun aku dan papa akan mudah MELENYAPKAN nya, bukan?"


"Breng Sek!!!"


Adam bangun dari duduknya meninggal kan Ayunda yang tersenyum puas karna berhasil mengancam Adam yang terlihat panik.


Braaaakkkk.

__ADS_1


Adam membanting pintu kamarnya dengan sangat keras sekalian untuk meluapkan emosinya juga, Ia membereskan semua barang-barangnya. Kali ini ia bertekad untuk pulang sendiri ke kota, rasa rindunya pada Diana seakan menjadi alasan utama bagi Adam melangkah meninggalkan markas.


"Aku pulang, Sayang" gumam Pria yang kini tengah memakai jaket hoodie nya.


Dengan tas ransel yang sudah ada di punggung, Adam bergegas keluar dari kamar tanpa menghiraukan apapun lagi. Tujuan hanya satu yaitu Diana.. Diana.. Diana!


Adam menghentikan langkahnya saat sampai di depan pagar besar dan tinggi karna tak ada satupun penjaga disana, ada rasa curiga yang menggelitik tapi ia langsung tak menghiraukannya justru semakin mantap meneruskan langkah seakan ini adalah sebuah kesempatan emas.


Setapak demi setapak Adam menyusuri jalan yang memang bukan terbuat dari aspal melainkan tanah yang di tubuhi rerumputan. Ia yang sudah berjalan selama hampir tiga puluh menit akhirnya di masukkan kedalam mobil JEEP besar berwarna hitam.


"Apa apaan sih! lepas gak?" teriak Adam sambil terus meronta di dalam mobil yang entah akan membawanya kemana.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Diam atau ku bunuh kekasihmu!


__ADS_2