
Area 21+..
Mohon skip yang dapet notif pagi, karna ini di up jam 00.01 bareng SAMUDERA BIRU.
.
.
.
.
.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Ayo.Katanya mau buka bukaan?" ajak Langit yang sudah polos bagian atas tubuhnya.
"Abang gesrek ih, harus di restart ulang otaknya buat kembali polos!" cetus Cahaya yang sekarang sering pusing dengan Kenyolokan suaminya yang semenjak menikah jauh berbeda.
"Dikasih enak mana mungkin Abang tolak"
__ADS_1
Langit langsung melu mat lembut bibir istrinya, yang tadinya hanya sentuhan pelan nyatanya semakin menuntut ingin lebih apalagi saat Cahaya mulai terbuai saat tangan sandaran hatinya itu sudah bergerilya kearea bagian sensitif miliknya.
Des ahan pun akhirnya lolos saat tak terasa kini semua kancing piyama anak bungsu Rahardian itu berhasil di lepaskan. Bibir yang kini perlahan turun menjelajah leher akhirnya sampai juga di bagian kesukaan Langit selama satu tahun belakangan ini. Bentuknya memang tak terlalu besar justru begitu pas dalam genggaman tangannya.
Satu persatu kerikil kecil di ujung puncaknya ia nikmati secara bergantian. Belum hadirnya sang buah hati membuat Langit bebas melakukan apapun yang ia mau, keduanya bagai honeymoon setiap hari karna tak ada yang di kerjakan Cahaya kecuali jalan-jalan dan berbelanja.
Polos!
Entah kapan keduanya dalam keadaan tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh mereka yang putih dan mulus. Puas di atas kini keliarannya turun kebawah, pusat kenikmatan itu terus Langit jelajahi dengan lidah liarnya.
"Abang! Adek....???"
Cahaya mencengkram bahu suaminya yang masih sibuk dibawah sana, Langit yang ikut merasa puas dengan keluarnya cai ran cinta istrinya mulai melakukan penyatuan.
"Enggak, sekarang aja gak apa apa" sahutnya dengan napas terengah-engah karna sisa kenikmatan itu masih ia rasakan.
Gadis cantik itu kadang bingung sendiri, entah ia yang lemah atau suaminya yang begitu pintar merang sangnya hingga ia sanggup berkali-kali merasakan pelepasan luar biasa.
Langit yang sudah menerobos masuk tak lagi memberi ampun untuk sang istri yang kini di bawah kungkungannya, ia terus membangkitkan lagi gai rah Cahaya agar kembali menuju puncak surga dunia mereka.
Yang kemarin saja belum hilang, kini bibir liarnya justru sudah menambahkannya beberapa tanda merah lagi di area bukit kembar Cahaya yang sedari bayi ia jaga karna hanya miliknya.
__ADS_1
Entah berapa lama waktu yang mereka lewati karna beberapa posisi pun sudah keduanya coba, hingga akhirnya sesuatu seakan ingin meledak dari pusat inti tubuh mereka.
Lengu han secara bersamaan kini keduanya rasakan, perasaan yang tak bisa di gambarkan atau di utarakan denga kata-kata.
Langit yang melepas penyatuan langsung memeluk tubuh lelah istrinya yang masih memejamkan mata. Ia ciumi seluruh wajah adik kecilnya tanpa ampun antara sayang dan gemas tentunya.
"Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu" Lirih Langit yang tak mendapat jawaban apapun dari Cahaya.
"Kamu istirahat ya, Sayang"
Langit sedikit mengurai pelukannya, ia mengambil beberapa lembar tissue untuk membersihkan tubuh Cahaya yang terkulai lemas. Berkali-kali pelepasan tentu membuat energy gadis cantik itu terkuras habis
Langit mengambil pakaiannya dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga. Senyum bahagia terus terpancar dari wajah tampannya yang kian semakin dewasa dan gagah semua itu tentu karna kesuksesannya sebagai Pengusaha Muda Direktur Utama Rahardian Wijaya.
.
.
.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
__ADS_1
Yang gak paham, ini tuh persamaan waktunya di Air Hujan. sebelum ada kejadian Hujan depresi ya.. jadi masi jauh juga sama adannya tutut Jajah.
Lagi lagi harus muter otak stelah harus imbang sama suami Dadakan sekarang harus sejalan sama Air Hujan. jadi slow up ya biar gak cacat Logika.