Selir Cinta Sang Mafia

Selir Cinta Sang Mafia
SCSM 74


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Cek lek..


Adam membuka pintu kamar Diana dengan pelan. Namun, ia tertegun di ambang pintu saat melihat pujaan hatinya itu ternyata belum tidur padahal hari beranjak pagi.


"Sayang... "


Diana tersenyum kecil, matanya yang merah sudah sangat jelas menandakan jika gadis itu habis menangis.


"Ada apa, Dee?" tanya Adam saat ia sudah naik keatas ranjang panas mereka.


"Tak apa, aku hanya merindukanmu" jawab Diana yang berhambur memeluk Adam, rasa bersalah masih menyelimuti hatinya saat terakhir mereka bertemu. Alih alih selalu melewati malam dengan bersenang senang justru ia malah merajuk kesal pada Adam yang memintanya lebih dari biasa.


"Jangan pernah buang air matamu hanya karna merindukanku, Sayang. Aku tak suka"


"Lalu aku bisa apa? datang menemanimu, dimana?" sindir Diana yang langsung membuat hati Adam mencelos sakit.

__ADS_1


"Maaf, sabar mu terlalu besar demi aku yang tak tahu diri. Aku sudah sering menyakitimu namun kamu memaafkanku sebelum aku memintanya. Jangan pergi ya, tetap disini bersamaku, tetap menjadi tempat pulangku" lirih Adam semakin mengerat kan pelukannya.


"Bagaimana dengan istrimu, apa dia lebih baik dariku?" satu pertanyaan yang baru berani Diana ungkapkan, ada rasa penasaran tentang pernikahan Adam dengan perempuan lain yang namanya saja tak pernah Diana tahu.


"Dia ikut denganku mulai hari ini"


Diana mengernyitkan dahinya dengan wajah masih menempel di dada Adam, ia sedang mempersiapkan dirinya untuk mendengar apa yang akan di ceritakan kekasihnya itu karna memang ia yang memancing padahal dari awal keduanya sepakat untuk tidak membahas pernikahan Adam dan Ayunda saat sedang bersama.


"Kenapa? apa rumah tangga kalian semakin membaik sampai akhirnya kalian bersama" tanya Diana yang lagsung saja menggigit bibir bawahnya.


"Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan, mama yang memintanya untuk ikut tinggal di rumah kami" jawab Adam jujur, tak pernah satu hal pun ia tutupi dari pujaan hatinya itu.


"Aku masih di apartemen, hanya akan sesekali mengunjunginya"


Diana membuang napas kasar, tak kuat rasanya jika ia harus mendengar lebih banyak kenyataan tentang istri kekasihnya itu, tapi rasa penasaran malah membuatnya bungkam dan hanya jadi pendengar, ia biarkan Adam menceritakan apa yang memang seharusnya ia tahu.


"Hanya tinggal beberapa bulan lagi kuliahku selesai, aku akan bekerja dan menikahimu secepatnya, aku harap kamu masih mau bersabar, Dee. kita sudah melangkah terlalu jauh, sudah banyak juga yang kita lakukan di luar batas, biakan aku mempertanggung jawabkan semuanya" ucap Adam yang membuat hati Diana sedikit tenang.

__ADS_1


"Apa kamu akan meninggalkannya lebih dulu? tega kah aku sebagai sesama wanita jika meminta hal itu?" lirih Diana yang semakin bingung dengan hubungan mereka bertiga yang kian rumit.


"Tentu, kamu kan menjadi satu satunya untukku. Hati dan ragaku hanya milikmu seoranng, sayang" Rayu Adam yang langsung menciumi pucuk kepala Diana.


"Kalian belum melakukannya juga?" tanya Diana ragu, karna ia takut mendengar jawaban dari Adam.


"Belum, kamu yang akan menjadi wanita pertama untukku"


Rona merah jelas terlihat di wajah cantik Diana, pria yang amat di cintainya ternyata masih kuat menjaga aset berharaganya meski sang istri sering kali melempar tubuhnya.


"Aku hanya mencium keningnya saat datang dan pergi, sebatas itu aku menyentuhnya" jelas Adam.


.


.


.

__ADS_1


"Kamu ratu dalam hatiku, apapun yang terjadi kamu akan tetap mendapat yang terbaik dariku"


__ADS_2